ilustrasi minum air putih (freepik.com/tirachardz)
Keracunan makanan umumnya bisa membaik dengan perawatan sederhana, tetapi kehilangan cairan tetap perlu diperhatikan. Rasa haus berlebihan, mulut kering, buang air kecil lebih sedikit, urine berwarna lebih pekat, atau tubuh terasa lemas bisa menjadi tanda dehidrasi. Kalau muntah atau diare berlangsung terus dan membuat kamu sulit mempertahankan cairan, jangan disepelekan.
Kalau gejalanya makin berat, seperti BAB berdarah, demam tinggi, nyeri perut yang hebat, atau tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, sebaiknya jangan ditunda untuk mencari pertolongan medis. Dalam kondisi seperti ini, yang penting bukan lagi soal boleh atau tidak minum susu, tetapi memastikan tubuh tetap aman dan kebutuhan cairannya terpenuhi. Jadi, kalau kondisi terasa makin gak beres, segera periksa, ya.
Kalau sedang keracunan makanan, susu sebaiknya gak buru-buru diminum, terutama saat mual, muntah, atau diare masih berlangsung. Utamakan cairan dan beri waktu bagi pencernaan untuk kembali nyaman sebelum mencoba susu lagi. Nah, kalau kondisi sudah membaik, kamu bisa mulai mengonsumsinya perlahan sambil melihat respons tubuh, ya.
Referensi
“Update on lactose malabsorption and intolerance: pathogenesis, diagnosis and clinical management.” Gut. Diakses September 2026.
“Acute Gastroenteritis.” PMC. Diakses September 2026.
“Acute gastroenteritis in adults.” PMC. Diakses September 2026.
“Lactose Malabsorption and Presumed Related Disorders: A Review of Current Evidence.” Nutrients. Diakses September 2026.
“Lactose Intolerance in Adults: Biological Mechanism and Dietary Management.” Nutrients. Diakses September 2026.