ilustrasi asap (unsplash.com/Pawel Czerwinski)
Rinitis akibat olahraga lebih mudah muncul ketika seseorang berlari di lingkungan dengan udara dingin atau kering. Udara seperti ini memberi beban tambahan pada hidung karena harus lebih banyak mengatur suhu dan kelembapan udara yang masuk. Angin yang langsung mengenai wajah juga dapat membuat permukaan mukosa lebih cepat kehilangan kelembapan, sehingga tubuh merespons dengan meningkatkan cairan di dalam hidung.
Selain kondisi udara, lingkungan tempat berlari juga perlu diperhatikan. Serbuk sari, debu, asap kendaraan, dan polutan lain dapat mengiritasi saluran hidung atau memicu reaksi alergi pada orang yang sensitif. Jika hidung meler disertai bersin berulang, hidung terasa gatal, mata berair, atau keluhan muncul setiap kali berlari di lokasi tertentu, alergi atau rinitis yang sudah ada sebelumnya bisa ikut berperan. Hidung meler saat berlari umumnya tidak berbahaya, tetapi keluhan yang terus muncul dan disertai sesak napas, batuk berat, atau gangguan aktivitas sebaiknya tidak dianggap sebagai bagian biasa dari olahraga dan perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Hidung bisa meler saat berlari adalah hal yang wajar. Meski begitu, kalau keluhan ini muncul setiap kali berlari, maka bukan berarti kamu harus berhenti berolahraga. Coba perhatikan kapan hidung mulai berair dan bagaimana kondisi lingkungan saat itu, karena informasi sederhana tersebut bisa membantu membedakan respons hidung akibat olahraga dengan keluhan yang dipicu alergi atau iritasi.
Referensi
"Why Your Nose Runs During Exercise (and How to Prevent It)" Peloton. Diakses pada Agustus 2026.
"Can Exercise Cause Rhinitis?" Healthline. Diakses pada Agustus 2026.