Comscore Tracker

Mana yang Lebih Sehat, Mandi Air Dingin atau Air Hangat?

Keduanya punya efek berbeda pada tubuh

Kalau capek kerja, rasa ingin cepat-cepat pulang dan mandi atau berendam dengan air panas. Namun, ada pula yang ingin mandi di bawah pancuran air dingin agar kembali segar. Tiap orang memang punya preferensi berbeda, tetapi dari segi kesehatan, mana yang lebih baik, mandi air dingin atau mandi air hangat?

Faktanya, mandi dengan air panas dan air dingin memiliki efek berbeda pada tubuh. Untuk lebih jelasnya, yuk, simak pembahasannya di bawah ini!

1. Manfaat mandi air dingin

Mana yang Lebih Sehat, Mandi Air Dingin atau Air Hangat?thetimes.co.uk

Banyak orang yang tidak suka mandi air dingin, apalagi saat mandi di malam hari. Namun, nyatanya mandi air dingin bisa mendatangkan manfaat bagi kesehatan, lho.

Melansir Healthline, berikut ini adalah beberapa manfaat mandi air dingin: 

  • Pada pagi hari, dapat menyegarkan diri dari rasa kantuk
  • Menenangkan kulit yang gatal dan mengatasi sensasi ingin menggaruk
  • Melancarkan peredaran darah
  • Membantu mengurangi nyeri otot setelah latihan berat
  • Membantu meningkatkan penurunan berat badan dikarenakan lemak cokelat diaktifkan ketika terkena dingin. Lemak cokelat adalah lemak yang membakar kalori untuk menghasilkan panas

Selain itu, studi berjudul "Human physiological responses to immersion into water of different temperatures" dalam European Journal of Applied Physiology tahun 2000 meneliti tentang efek suhu pada reaksi tubuh seseorang. Saat berendam dalam air dengan suhu 14 derajat Celcius selama 1 jam, efek yang didapat adalah sebagai berikut:

2. Manfaat mandi air hangat

Mana yang Lebih Sehat, Mandi Air Dingin atau Air Hangat?Ilustrasi Mandi, Shower, Kamar Mandi (IDN Times/Sunariyah)

Sama seperti mandi air dingin, mandi dengan air hangat juga memiliki beragam manfaat kesehatan. Melansir Health Shots, inilah beberapa manfaat bila kamu senang mandi pakai air hangat.

  • Membantu menurunkan gula darah dan membakar kalori
  • Meningkatkan pernapasan dan membantu mengatasi flu
  • Membuka pori-pori kulit, sehingga dapat membantu membersihkan kotoran serta racun dari kulit

Berdasarkan sebuah laporan berjudul "Before-bedtime passive body heating by warm shower or bath to improve sleep: A systematic review and meta-analysis" dalam Sleep Medicine Reviews tahun 2019, dikatakan bahwa mandi air hangat dengan suhu 40-42,5 derajat Celcius yang dilakukan 1-2 jam sebelum tidur akan membantu kamu tidur 10 menit lebih cepat.

Hal ini dikarenakan air hangat membantu mengubah suhu inti tubuh. Penurunan suhu ini membantu memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya tidur.

Baca Juga: 5 Manfaat Kesehatan Bernyanyi di Kamar Mandi, Nggak Usah Malu!

3. Hindari mandi air dingin pada kondisi ini

Mana yang Lebih Sehat, Mandi Air Dingin atau Air Hangat?unsplash.com/bruce mars

Meskipun mandi air dingin punya banyak manfaat sehat, tetapi ada beberapa kondisi tertentu yang membuatmu dianjurkan untuk menghindarinya. 

Menurut laman Heart Research Funding, sensasi air dingin tidak bisa menyebabkan efek sebaliknya pada orang yang sakit. Selain itu, kamu juga tidak disarankan untuk mandi air dingin pada malam hari.

4. Lebih baik tidak mandi air hangat bila kamu dalam kondisi ini

Mana yang Lebih Sehat, Mandi Air Dingin atau Air Hangat?freepik.com/freepic.diller

Meski lebih nyaman, tetapi mandi air hangat dapat membuat kulit kering dan iritasi. Melansir Healthline, ini karena air hangat menyebabkan kerusakan pada sel keratin yang letaknya di lapisan paling luar kulit. 

Selain itu, air dengan temperatur yang lebih tinggi juga bisa memperburuk kondisi seperti eksem atau peradangan kulit yang bisa membuat kulit kemerahan dan gatal-gatal. Oleh karena itu, sebaiknya orang dengan masalah kulit sebisa mungkin menghindari mandi dengan air panas.

5. Risiko mandi dengan air terlalu dingin atau terlalu panas

Mana yang Lebih Sehat, Mandi Air Dingin atau Air Hangat?freepik.com/rawpixel.com

Mandi dengan air yang terlalu dingin atau terlalu panas dapat menurunkan atau menaikkan suhu tubuh secara berlebihan. Oleh karena itu, penting memantau tanda-tanda hipertermia dan hipotermia dengan mengukur suhu tubuh sebelum, selama, dan setelah mandi atau berendam.

Studi dalam jurnal Environmental Research and Public Health tahun 2019 menyatakan bahwa jika suhu tubuh seseorang turun hingga di bawah 32,2 derajat Celcius, seseorang mungkin mengalami:

  • Disritmia atau detak jantung yang tidak normal
  • Penurunan tingkat kesadaran
  • Penurunan laju pernapasan
  • Hiporefleksia
  • Penurunan tekanan darah

Sebaliknya, mandi atau berendam dengan air yang terlalu panas dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti sengatan panas dan luka bakar. Terutama perendaman air panas dengan suhu 45-50 derajat Celcius atau lebih dapat menyebabkan kerusakan pada sel karena denaturasi protein.

6. Kapan harus mandi air dingin atau air hangat?

Mana yang Lebih Sehat, Mandi Air Dingin atau Air Hangat?freepik.com/torwaiphoto

Mandi dengan air dingin maupun air hangat punya manfaatnya masing-masing. Hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi tubuhmu.

Orang-orang dengan kondisi normal lebih baik mandi air dingin di pagi hari untuk mengurangi rasa kantuk dan melancarkan peredaran darah. Sementara itu, orang-orang yang insomnia disarankan untuk mandi dengan air hangat 1-2 jam sebelum tidur.

Melansir Medical News Today, orang-orang dengan artritis lebih baik mandi dengan air hangat dan hindari mandi dengan air dingin pada malam hari. Beda halnya dengan orang-orang yang punya masalah kulit seperti eksem dan kondisi ruam lainnya, hindari air hangat karena bisa memperburuk kondisi kulit.

Jadi, mana yang lebih baik antara mandi air hangat atau orang dingin, jawabannya adalah tergantung kondisi tubuhmu seperti yang dijelaskan tadi. Perhatikan juga suhu air, jangan sampai terlalu dingin atau terlalu panas, ya!

Baca Juga: Tanpa Disadari, 5 Kebiasaan Mandi Ini Ternyata Buruk bagi Kesehatan

Sharma Khan Photo Verified Writer Sharma Khan

Cukup baca tulisanku tanpa harus tahu siapa aku

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya