Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lari Lebih Efisien, Ini Peran Ayunan Lengan yang Sering Luput
ilustrasi ayunan tangan saat lari (magnific.com/magnific)
  • Ayunan lengan membantu mengimbangi gerakan kaki dan mengendalikan putaran tubuh.

  • Penelitian menunjukkan bahwa membatasi ayunan lengan dapat meningkatkan kebutuhan energi saat lari.

  • Manfaat ayunan lengan tidak berarti mengayunkannya lebih kuat pasti membuat lari lebih cepat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat mulai berlari, perhatian biasanya lebih tertuju pada langkah kaki dan napas. Sementara itu, kedua lengan ikut bergerak secara otomatis. Gerakan ayunan lengan ternyata membantu tubuh mengatur putaran dan menggunakan energi dengan lebih efisien.

Yuk pahami kenapa ayunan lengan dapat memengaruhi lari!

1. Mengimbangi gerakan kaki agar tubuh tidak terlalu berputar

Ketika kaki bergerak bergantian, gerakannya menimbulkan kecenderungan tubuh untuk berputar. Lengan yang bergerak berlawanan dengan kaki membantu mengimbangi putaran tersebut. Contohnya, ketika kaki kanan bergerak ke depan, lengan kiri ikut maju.

Dalam sebuah penelitian tahun 2014, peserta yang berlari tanpa ayunan lengan menunjukkan putaran bahu dan panggul yang lebih besar. Peneliti menafsirkan perubahan ini sebagai cara tubuh menggantikan peran lengan dalam mengimbangi gerakan kaki. Dengan ayunan lengan, tubuh bagian atas tidak perlu berputar sebanyak itu.

2. Membantu menghemat energi saat berlari

ilustrasi ayunan lengan saat berlari (pexels.com/CRISTIAN CAMILO ESTRADA)

Menggerakkan lengan memang butuh kerja otot. Namun, penghematan pada bagian tubuh lain dapat membuat kebutuhan energi keseluruhan lebih rendah.

Masih dari penelitian yang sama, kebutuhan energi bersih meningkat sekitar 3 persen ketika tangan ditahan di belakang punggung, dibandingkan dengan ayunan normal. Peningkatannya mencapai 9 persen ketika lengan disilangkan di dada dan 13 persen ketika tangan diletakkan di atas kepala.

Meski begitu, temuan penelitian tersebut tidak berarti setiap pelari bisa menghemat energi sebesar itu hanya dengan mengubah teknik ayunan lengan.

3. Membantu tubuh bekerja sebagai satu kesatuan

Studi dalam jurnal Annals of Biomedical Engineering pada 2025 meneliti mekanisme ini melalui simulasi komputer. Model membandingkan lengan yang diayunkan aktif, bergerak pasif, dan dipertahankan dalam posisi tetap.

Pada kondisi ayunan aktif, otot lengan menggunakan lebih banyak energi, tetapi total kebutuhan energi untuk menempuh jarak tertentu justru paling rendah. Putaran batang tubuh juga paling kecil.

Hasil tersebut mendukung penjelasan bahwa kerja lengan dapat membantu mengurangi tuntutan pada bagian tubuh lain. Namun, karena berupa simulasi yang menggunakan data gerak satu pelari, temuan studi ini belum mewakili semua orang.

4. Berperan dalam kecepatan, tetapi bukan satu-satunya penentu

Dalam studi tahun 2022, sebanyak 17 atlet melakukan sprint 30 meter dengan ayunan normal dan dengan lengan disilangkan. Waktu rata-rata mereka adalah 4,82 detik pada kondisi normal dan 4,90 detik ketika lengan dibatasi—selisih sekitar 1,6 persen.

Itu artinya, pembatasan lengan memperlambat sprint dalam penelitian tersebut, tetapi dampaknya relatif kecil. Tubuh masih dapat mengompensasi melalui gerakan bagian atas. Penelitian ini juga tidak menguji apakah ayunan yang lebih besar atau lebih kuat akan meningkatkan kecepatan.

Ayunan lengan membantu menjelaskan mengapa lari melibatkan seluruh tubuh. Manfaatnya terlihat dalam pengendalian putaran dan efisiensi gerak, sementara bukti yang ada belum menetapkan satu gaya ayunan sebagai yang terbaik bagi semua pelari.

Referensi

Christopher J. Arellano dan Rodger Kram, “The Metabolic Cost of Human Running: Is Swinging the Arms Worth It?,” Journal of Experimental Biology 217, no. 14 (2014): 2456–61, https://doi.org/10.1242/jeb.100420.

Lance C. Brooks, Peter G. Weyand, dan Kenneth P. Clark, “Does Restricting Arm Motion Compromise Short Sprint Running Performance?,” Gait & Posture 94 (2022): 114–18, https://doi.org/10.1016/j.gaitpost.2022.03.001.

Young-Jun Koo, Naomichi Ogihara, dan Seungbum Koo, “Active Arm Swing During Running Improves Rotational Stability of the Upper Body and Metabolic Energy Efficiency,” Annals of Biomedical Engineering 53 (2025): 1003–13, https://doi.org/10.1007/s10439-025-03688-0.

Curated For You

Editorial Team

Related Article