Dalam studi tahun 2022, sebanyak 17 atlet melakukan sprint 30 meter dengan ayunan normal dan dengan lengan disilangkan. Waktu rata-rata mereka adalah 4,82 detik pada kondisi normal dan 4,90 detik ketika lengan dibatasi—selisih sekitar 1,6 persen.
Itu artinya, pembatasan lengan memperlambat sprint dalam penelitian tersebut, tetapi dampaknya relatif kecil. Tubuh masih dapat mengompensasi melalui gerakan bagian atas. Penelitian ini juga tidak menguji apakah ayunan yang lebih besar atau lebih kuat akan meningkatkan kecepatan.
Ayunan lengan membantu menjelaskan mengapa lari melibatkan seluruh tubuh. Manfaatnya terlihat dalam pengendalian putaran dan efisiensi gerak, sementara bukti yang ada belum menetapkan satu gaya ayunan sebagai yang terbaik bagi semua pelari.
Referensi
Christopher J. Arellano dan Rodger Kram, “The Metabolic Cost of Human Running: Is Swinging the Arms Worth It?,” Journal of Experimental Biology 217, no. 14 (2014): 2456–61, https://doi.org/10.1242/jeb.100420.
Lance C. Brooks, Peter G. Weyand, dan Kenneth P. Clark, “Does Restricting Arm Motion Compromise Short Sprint Running Performance?,” Gait & Posture 94 (2022): 114–18, https://doi.org/10.1016/j.gaitpost.2022.03.001.
Young-Jun Koo, Naomichi Ogihara, dan Seungbum Koo, “Active Arm Swing During Running Improves Rotational Stability of the Upper Body and Metabolic Energy Efficiency,” Annals of Biomedical Engineering 53 (2025): 1003–13, https://doi.org/10.1007/s10439-025-03688-0.