ilustrasi poached egg di atas roti (pixabay.com/Thiagoleith)
Meski menawarkan banyak manfaat, konsumsi telur tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Allen menjelaskan bahwa bagi sebagian besar orang dewasa yang sehat, makan satu hingga dua butir telur per hari masih dianggap aman. Namun, orang yang memiliki hiperkolesterolemia familial, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol mudah meningkat, biasanya disarankan membatasi konsumsi telur menjadi sekitar tiga hingga empat butir per minggu sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Cara memasak telur juga tidak kalah penting. Newman menjelaskan bahwa telur rebus atau telur poached menjadi pilihan yang lebih sehat karena gak memerlukan tambahan minyak atau mentega. Sebaliknya, menggoreng telur menggunakan banyak mentega atau mencampurkannya dengan krim dapat meningkatkan asupan lemak jenuh dan kalori. Newman juga mengingatkan agar telur dimasak hingga matang untuk mengurangi risiko infeksi bakteri Salmonella, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Makan telur setiap hari bukanlah kebiasaan yang perlu ditakuti selama kamu mengonsumsinya dalam jumlah yang sesuai dan memilih cara memasak yang lebih sehat. Kandungan protein berkualitas tinggi, vitamin, mineral, serta antioksidan di dalam telur memberikan banyak manfaat, mulai dari membantu memenuhi kebutuhan protein, menjaga daya tahan tubuh, membuat kenyang lebih lama, hingga mendukung kesehatan mata.
Namun, setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda sehingga kebutuhan konsumsinya pun gak selalu sama. Jika kamu memiliki alergi telur atau kondisi medis tertentu yang berkaitan dengan kadar kolesterol, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi agar pola makan yang dijalani benar-benar sesuai dengan kebutuhan tubuh.