Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Makanan yang Cocok Dipadukan dengan Kimchi untuk Diet, Ampuh?
ilustrasi kimchi (pixabay.com/allybally4b)
  • Kimchi rendah kalori dan mengandung hasil fermentasi, tetapi tidak cukup memenuhi kebutuhan gizi jika dikonsumsi sendiri dalam menu diet.
  • Dada ayam, telur rebus, dan tahu kukus dapat melengkapi kimchi dengan protein untuk membantu rasa kenyang serta menjaga massa otot saat defisit kalori.
  • Nasi merah, alpukat, dan sayuran melengkapi menu kimchi lewat karbohidrat kompleks, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral; porsi alpukat perlu dibatasi karena lebih tinggi kalori.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kimchi bukan hanya pelengkap makanan khas Korea, tetapi juga sering masuk ke dalam menu diet karena rendah kalori dan kaya hasil fermentasi yang baik untuk saluran cerna. Meski begitu, kimchi tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan gizi tubuh jika dikonsumsi sendirian.

Supaya manfaatnya lebih optimal, kimchi perlu dipadukan dengan makanan yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, dan serat. Berikut lima makanan yang cocok dipadukan dengan kimchi agar menu diet menjadi lebih seimbang.

1. Dada ayam rebus menambah protein tanpa banyak lemak

ilustrasi dada ayam rebus (vecteezy.com/topntp26)

Kimchi mengandung vitamin, mineral, serta bakteri baik hasil fermentasi, tetapi kandungan proteinnya relatif sedikit. Karena itu, dada ayam tanpa kulit menjadi pasangan yang ideal untuk melengkapi kebutuhan zat gizi saat diet. Dalam 100 gram dada ayam matang terdapat sekitar 31 gram protein dengan lemak yang jauh lebih rendah dibandingkan bagian paha atau sayap. Protein berperan mempertahankan massa otot ketika tubuh berada dalam kondisi defisit kalori. Asupan protein yang cukup juga membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga keinginan untuk mengonsumsi camilan berkalori tinggi dapat berkurang.

Agar manfaatnya tetap maksimal, pilih dada ayam yang direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa banyak minyak. Sebagai contoh, satu porsi makan siang dapat terdiri atas sekitar 100 gram dada ayam panggang, satu hingga dua sendok makan kimchi, 100 gram nasi merah, dan brokoli kukus. Kombinasi tersebut sudah menyediakan karbohidrat kompleks, protein, serat, serta vitamin dalam satu piring tanpa membuat asupan lemak berlebihan.

2. Nasi merah menjaga energi tetap stabil lebih lama

ilustrasi nasi merah (pexels.com/makafood)

Banyak orang menghindari nasi saat diet, padahal tubuh tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama. Nasi merah mengandung lebih banyak serat dibandingkan nasi putih sehingga dicerna lebih lambat dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil setelah makan. Kondisi ini membuat energi tidak mudah naik turun dan rasa kenyang dapat bertahan lebih lama. Kimchi yang bercita rasa asam dan pedas juga membuat nasi merah terasa lebih nikmat tanpa tambahan saus tinggi gula atau minyak.

Sementara itu, nasi merah sebaiknya tidak dikonsumsi sendirian karena kandungan proteinnya masih terbatas. Itulah sebabnya menu diet tetap membutuhkan lauk sebagai pelengkap. Satu porsi yang seimbang dapat berisi sekitar 100–150 gram nasi merah, satu sumber protein seperti 100 gram dada ayam panggang, dua butir telur rebus, 100 gram ikan panggang, atau sekitar 100 gram tahu maupun tempe bagi yang lebih banyak mengonsumsi protein nabati. Tambahkan satu hingga dua sendok makan kimchi dan sayuran hijau agar kebutuhan serat, vitamin, serta mineral ikut terpenuhi dalam sekali makan.

3. Telur rebus membuat menu sederhana terasa lebih mengenyangkan

ilustrasi telur rebus (vecteezy.com/bigcxlotus)

Telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Satu butir telur ukuran besar menyediakan sekitar 6 gram protein, vitamin B12, kolin, serta vitamin D yang berperan dalam berbagai proses metabolisme. Kandungan gizi tersebut menjadikan telur sebagai salah satu lauk favorit dalam menu diet. Perpaduan telur rebus dan kimchi juga cukup populer di Korea karena praktis sekaligus memiliki cita rasa yang saling melengkapi.

Rasa gurih telur membantu menyeimbangkan rasa asam dan pedas dari kimchi sehingga tidak memerlukan tambahan mayones atau saus tinggi lemak. Selain itu, menu ini mudah disiapkan untuk sarapan maupun bekal kerja. Sebagai contoh, dua butir telur rebus dapat disajikan bersama satu mangkuk kecil nasi merah, tumis bayam, dan satu hingga dua sendok makan kimchi. Menu sederhana tersebut sudah mengandung protein, karbohidrat kompleks, serat, dan berbagai mikronutrien yang membantu tubuh tetap bertenaga sepanjang pagi.

4. Tahu kukus melengkapi kebutuhan protein nabati

ilustrasi tahu kukus (vecteezy.com/Subodh Sathe)

Tahu sering jadi pilihan yang tepat bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi daging tanpa mengorbankan asupan protein. Dalam 100 gram tahu terdapat sekitar 8 gram protein dengan kalori sekitar 74–94 kalori, ditambah kandungan kalsium, zat besi, dan magnesium yang mendukung kesehatan tulang maupun fungsi otot. Nilai gizi tersebut membuat tahu cocok dipadukan dengan kimchi dalam menu diet. Tekstur tahu yang lembut berpadu baik dengan rasa segar kimchi sehingga menghasilkan hidangan yang ringan, tetapi tetap mengenyangkan.

Sebaiknya pilih tahu kukus, rebus, atau panggang agar tidak terjadi penambahan kalori akibat minyak goreng. Cara memasak yang sederhana juga membantu mempertahankan kandungan gizinya. Tahu kukus dan kimchi bisa disajikan bersama brokoli, sawi hijau, bayam, atau buncis rebus sehingga kandungan serat dalam menu meningkat. Serat membantu memperlambat proses pengosongan lambung, sedangkan protein dari tahu mendukung pemeliharaan massa otot selama diet. Menu berupa tahu kukus, kimchi, brokoli, dan sekitar 100 gram nasi merah sudah cukup menjadi makan siang yang bergizi tanpa kalori berlebihan.

5. Alpukat menambah lemak sehat agar gizi lebih seimbang

ilustrasi alpukat (vecteezy.com/Seksak Kerdkanno)

Diet bukan berarti harus menghindari semua jenis lemak. Alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung sekaligus membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam lemak. Selain itu, kandungan seratnya juga berkontribusi menjaga rasa kenyang lebih lama. Rasa lembut alpukat mampu menyeimbangkan cita rasa asam dan pedas dari kimchi sehingga keduanya sering dipadukan dalam berbagai hidangan modern, seperti rice bowl, salad, atau roti gandum isi.

Meski begitu, porsi alpukat tetap perlu diperhatikan karena kalorinya lebih tinggi dibandingkan kebanyakan sayuran. Sekitar seperempat hingga setengah buah alpukat sudah cukup untuk satu kali makan. Sebagai gambaran, satu mangkuk rice bowl dapat berisi sekitar 100 gram nasi merah, 80 gram dada ayam panggang, seperempat buah alpukat atau sekitar 70 gram, satu hingga dua sendok makan kimchi, serta tambahan mentimun dan wortel. Kombinasi tersebut sudah mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, serta vitamin sehingga lebih mengenyangkan dibandingkan hanya menyantap kimchi bersama nasi saja.

Memadukan kimchi dengan makanan yang tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi tanpa membuat menu diet terasa membosankan. Pastikan setiap kali makan tetap mengandung sumber protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, dan sayuran agar tubuh memperoleh nutrisi yang seimbang. Dari lima kombinasi tersebut, mana yang paling ingin kamu coba untuk menu diet berikutnya?

Referensi

"5 tasty ways with kimchi." Healthy Food Guide. Diakses pada Agustus 2026.

"Kimchi, a Fermented Vegetable, Improves Serum Lipid Profiles in Healthy Young Adults: Randomized Clinical Trial." Journal of Medicinal Food. Diakses pada Agustus 2026.

"What to Eat Kimchi With? 10 Tasty Ideas." Revolution Fermentation. Diakses pada Agustus 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article