Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Manfaat Jalan Kaki pada Malam Hari, yuk Rutinkan!

8 Manfaat Jalan Kaki pada Malam Hari, yuk Rutinkan!
ilustrasi jalan kaki pada malam hari (unsplash.com/@indepty)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Jalan kaki malam hari membantu mengontrol gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan berperan dalam pencegahan diabetes tipe 2 jika dilakukan rutin setelah makan.

  • Aktivitas ini juga menurunkan stres, memperbaiki kualitas tidur, serta menstabilkan ritme sirkadian yang mendukung keseimbangan tubuh dan pikiran.

  • Selain menjaga kesehatan jantung dan pencernaan, jalan malam juga bantu kelola berat badan serta meningkatkan mood lewat pelepasan endorfin alami.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bagi beberapa orang, ada sesuatu yang berbeda dari jalan kaki pada malam hari. Ritmenya cenderung lebih pelan, suasananya lebih tenang, dan pikiran serasa punya ruang lebih untuk berkontemplasi. Setelah sibuk dengan aktivitas harian, jalan kaki setelah matahari terbenam sering menjadi momen sederhana yang justru paling terasa dampaknya.

Jalan kaki pada malam hari, bagi sebagian orang, bukan cuma aktivitas fisik, melainkan bisa menjadi cara pemulihan tubuh maupun pikiran. Menariknya, berbagai penelitian menunjukkan jalan kaki pada malam memiliki manfaat kesehatan, terutama jika dilakukan secara rutin.

Table of Content

1. Membantu mengontrol gula darah

1. Membantu mengontrol gula darah

Jalan kaki setelah makan malam memiliki efek langsung terhadap kadar gula darah. Aktivitas ringan seperti berjalan dapat membantu otot menggunakan glukosa lebih efisien, sehingga mencegah lonjakan gula darah yang berlebihan.

Penelitian menunjukkan, berjalan selama 10–15 menit setelah makan dapat menurunkan kadar glukosa postprandial (setelah makan) dibanding cuma duduk diam. Efek ini sangat penting, terutama bagi orang dengan risiko diabetes.

Selain itu, aktivitas ini membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Dalam jangka panjang, kebiasaan sederhana seperti jalan kaki malam dapat berkontribusi pada pencegahan resistensi insulin, salah satu faktor utama perkembangan diabetes tipe 2.

2. Meningkatkan kualitas tidur

Ilustrasi tidur nyenyak.
ilustrasi tidur nyenyak (pexels.com/cottonbro studio)

Tidur yang berkualitas tidak hanya bergantung pada durasi, tetapi juga ritme biologis tubuh. Jalan kaki pada malam hari membantu menurunkan tingkat stres dan menstabilkan sistem saraf, yang perannya penting dalam proses tidur.

Aktivitas fisik ringan pada malam hari dapat membantu tubuh lebih mudah memasuki fase tidur dalam, selama tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur.

Studi juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik rutin berhubungan dengan peningkatan kualitas tidur dan penurunan gejala insomnia. Jalan kaki menjadi pilihan ideal karena intensitasnya rendah dan tidak memicu overstimulasi.

3. Menurunkan stres dan kecemasan

Setelah hari yang panjang dan melelahkan, tubuh sering membawa “sisa” stres yang tidak kamu sadari. Jalan kaki malam memberikan kesempatan bagi sistem saraf untuk beralih dari mode “fight or flight” ke “rest and digest”.

Menurut penelitian, aktivitas fisik ringan di lingkungan yang tenang dapat menurunkan kadar kortisol, hormon stres utama. Bahkan, berjalan santai selama 20–30 menit sudah cukup untuk memberikan efek relaksasi.

Selain itu, ritme langkah yang konsisten juga memiliki efek meditatif. Ini membantu menenangkan pikiran, mengurangi overthinking, serta meningkatkan kesejahteraan emosional secara keseluruhan.

4. Mendukung kesehatan jantung

Jalan kaki pada malam hari.
ilustrasi jalan kaki pada malam hari (pexels.com/Pexels User)

Meski terlihat sederhana, tetapi jalan kaki adalah salah satu bentuk aktivitas aerobik. Dilakukan secara rutin, aktivitas ini dapat membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sirkulasi, dan memperkuat jantung.

Jalan kaki secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga signifikan, terutama jika dilakukan minimal 150 menit per minggu.

Jalan malam memberi tambahan manfaat karena suhu yang lebih sejuk, sehingga tubuh tidak cepat lelah. Ini memungkinkan durasi berjalan yang lebih konsisten tanpa tekanan berlebih pada sistem kardiovaskular.

5. Membantu pencernaan lebih lancar

Setelah makan malam, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan. Jalan kaki ringan dapat membantu mempercepat proses ini dengan merangsang pergerakan usus.

Studi menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan setelah makan dapat meningkatkan motilitas gastrointestinal dan mengurangi risiko kembung.

Selain itu, berjalan setelah makan juga dapat mengurangi gejala refluks asam pada sebagian orang. Namun, penting untuk menjaga intensitas tetap ringan agar tidak memberikan tekanan berlebih pada perut.

6. Mendukung pengelolaan berat badan

Ilustrasi jalan malam.
ilustrasi jalan malam (pexels.com/Erik Mclean)

Jalan kaki malam mungkin tidak terasa intens, tetapi jika dilakukan secara konsisten, kontribusinya terhadap pembakaran kalori cukup signifikan.

Menurut penelitian, aktivitas fisik ringan hingga sedang yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga keseimbangan energi dan mencegah kenaikan berat badan.

Lebih dari itu, jalan malam membantu membangun kebiasaan aktif. Ini sering kali menjadi awal mula yang baik bagi gaya hidup sehat yang lebih luas, termasuk pola makan dan aktivitas fisik lainnya.

7. Meningkatkan mood dan kesehatan mental

Paparan lingkungan luar, bahkan pada malam hari, dapat berdampak positif pada suasana hati. Jalan kaki membantu meningkatkan produksi endorfin, yaitu hormon yang berkaitan dengan rasa bahagia.

Aktivitas fisik rutin memiliki peran penting dalam pencegahan gangguan mental seperti depresi dan kecemasan.

Selain itu, momen berjalan pada malam hari sering menjadi waktu refleksi. Banyak orang merasa lebih jernih secara mental setelah berjalan, seolah-olah beban pikiran sedikit berkurang.

8. Membantu regulasi ritme sirkadian

Ilustrasi jalan kaki pada malam hari.
ilustrasi jalan kaki saat malam hari (pexels.com/Katerina Holmes)

Ritme sirkadian adalah jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun. Aktivitas fisik ringan pada malam hari dapat membantu menstabilkan ritme ini, terutama bagi orang-orang yang jadwal tidurnya tidak teratur.

Menurut studi, waktu aktivitas fisik dapat memengaruhi fase ritme sirkadian. Jalan kaki malam, jika dilakukan secara konsisten, dapat membantu tubuh mengenali pola waktu istirahat.

Dengan ritme yang lebih stabil, tubuh menjadi lebih mudah beradaptasi terhadap jadwal tidur, sehingga kualitas istirahat meningkat secara keseluruhan.

Sederhana, tetapi jalan kaki pada malam dampaknya banyak, dari mengontrol gula darah hingga menenangkan pikiran. Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, justru kebiasaan seperti ini yang sering menjadi fondasi kesehatan jangka panjang. Tidak perlu cepat, tidak perlu jauh, yang penting konsisten.

Referensi

Frank DeStefano, “Simultaneous Administration of Influenza and Pneumococcal Vaccines,” JAMA 247, no. 18 (May 14, 1982): 2551, https://doi.org/10.1001/jama.1982.03320430055032.

“Exercise and Sleep.” Sleep Foundation. Diakses April 2026.

Frank DeStefano, “Simultaneous Administration of Influenza and Pneumococcal Vaccines,” JAMA 247, no. 18 (May 14, 1982): 2551, https://doi.org/10.1001/jama.1982.03320430055032.

Mariasole Antonietta Guerriero et al., “Relationship Between Sedentary Lifestyle, Physical Activity and Stress in University Students and Their Life Habits: A Scoping Review With PRISMA Checklist (PRISMA-ScR),” Brain Sciences 15, no. 1 (January 16, 2025): 78, https://doi.org/10.3390/brainsci15010078.

“Recommendations for Physical Activity.” American Heart Association. Diakses April 2026.

Anneke M. De Schryver et al., “Effects of Regular Physical Activity on Defecation Pattern in Middle-aged Patients Complaining of Chronic Constipation,” Scandinavian Journal of Gastroenterology 40, no. 4 (April 1, 2005): 422–29, https://doi.org/10.1080/00365520510011641.

Cuthbertson, D.J. and Dobbie, L.J. (2022). "Role of Exercise and Physical Activity in Promoting Weight Loss and Weight Loss Maintenance." In Clinical Obesity in Adults and Children (eds P.G. Kopelman, I.D. Caterson, W.H. Dietz, S. Armstrong, A.N. Sweeting and J.P.H. Wilding). https://doi.org/10.1002/9781119695257.ch20

“Physical Activity.” World Health Organization. Diakses April 2026.

Teresa A. Moore, “Circadian Phase-Shifting Effects of Bright Light, Exercise, and Bright Light + Exercise,” Journal of Circadian Rhythms 14, no. 1 (February 26, 2016): 2, https://doi.org/10.5334/jcr.137.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Bayu Nur Seto
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More