Comscore Tracker

7 Tanda Kamu Latihan Beban Terlalu Keras, Berhentilah Sejenak

Kenali ciri-cirinya di sini!

Angkat beban (weightlifting) adalah bentuk latihan yang populer dan disukai banyak orang. Namun, terkadang kita terlalu memaksakan diri. Terlalu banyak mengangkat beban justru membuat kita lebih lemah dan meningkatkan risiko cedera.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kamu perlu mengetahui tanda-tandanya. Take a look at this!

1. Terjadi perubahan denyut jantung

7 Tanda Kamu Latihan Beban Terlalu Keras, Berhentilah Sejenakilustrasi detak jantung (Pixabay/HappyEnd)

Apakah kamu menahan napas saat mengangkat beban? Menurut Henry Medina, pelatih pribadi dari Thumbtack, ketika seseorang mengangkat beban yang lebih berat dari biasanya, mereka akan menahan napas, ungkapnya pada Insider.

Walau terasa alami, ternyata menahan napas saat mengangkat beban bisa menyebabkan masalah kesehatan serius yang dikenal sebagai manuver Valsava. Kondisi ini memicu perubahan pada detak jantung dan tekanan darah.

2. Tubuh lebih lelah dan tidak sekuat biasanya

7 Tanda Kamu Latihan Beban Terlalu Keras, Berhentilah Sejenakilustrasi kelelahan saat berolahraga (unsplash.com/Sammy Williams)

Kelelahan adalah hal yang wajar dialami setelah latihan angkat beban. Namun, bila dilakukan terlalu sering dan terlalu berat, tubuh mungkin menderita. Menurut Betina Gozo, master trainer Nike, ini menyebabkan pola gerakan terganggu.

"Tubuh mulai menderita jika anda mengangkat (beban) terlalu banyak karena tubuh akan benar-benar kelelahan, sehingga tidak akan bisa bergerak dengan benar," katanya kepada Insider.

Ketika tubuh mencoba memperbaiki dirinya sendiri dari stres, otot tidak akan mampu menghasilkan kekuatan yang sama jika sudah pulih sepenuhnya. Maka dari, jangan memaksakan diri, ya!

3. Tidak ada waktu untuk memulihkan diri

7 Tanda Kamu Latihan Beban Terlalu Keras, Berhentilah Sejenakilustrasi latihan angkat beban (unsplash.com/Victor Freitas)

Ada sebagian orang yang terlalu ambisius dan ingin ototnya cepat terbentuk. Setelah latihan ekstra keras di gym, ia masih melanjutkan angkat beban di rumah. Akibatnya, tubuh tidak mendapat waktu pemulihan yang cukup.

"Penting untuk memberi diri anda cukup istirahat di antara latihan yang sangat berat," ujar Gozo.

Berapa lama waktu pemulihan yang ideal? Setidaknya, berikan satu hari kosong untuk pemulihan di antara latihan. Jangan paksakan latihan beberapa hari berturut-turut tanpa jeda, karena tubuh akan mengalami stres.

4. Mengalami kesulitan tidur

7 Tanda Kamu Latihan Beban Terlalu Keras, Berhentilah Sejenakilustrasi insomnia atau sulit tidur (pexels.com/cottonbro)

Secara umum, olahraga meningkatkan kualitas dan durasi tidur. Tetapi, olahraga yang dilakukan berlebihan justru merusak siklus tidur!

Menurut Dr. Eudene Harry, seorang dokter dan penulis buku, tubuh memproduksi hormon stres berlebihan imbas dari olahraga yang terlalu keras. Ini bisa mengganggu kemampuan untuk rileks dan tertidur.

Mengapa demikian? Hormon stres didesain untuk menjaga tubuh agar tetap waspada, sehingga kita akan kesulitan untuk tidur. Nggak mau, kan, kehilangan jam tidur yang berharga?

Baca Juga: 7 Keuntungan Latihan Naik Turun Tangga bagi Kesehatan

5. Terjadi rhabdomyolysis atau kerusakan jaringan otot

7 Tanda Kamu Latihan Beban Terlalu Keras, Berhentilah Sejenakilustrasi nyeri otot pada pria (freepik.com/jcomp)

Latihan berlebihan tidak akan membuat otot berkembang, justru akan merusaknya. Overtraining menyebabkan rhabdomyolysis, kondisi di mana jaringan otot mengalami kerusakan.

Melansir dari WebMD, rhabdomyolysis merupakan sindrom serius akibat cedera otot langsung atau tidak langsung. Ini hasil dari kematian serat otot dan pelepasan isinya ke aliran darah.

Rhabdomyolysis bisa membebani ginjal dan menyebabkan komplikasi serius atau bahkan kegagalan! Selain itu, juga menimbulkan rasa sakit yang signifikan dan pembengkakan di area yang terdampak.

6. Otot rentan cedera dan performa menurun

7 Tanda Kamu Latihan Beban Terlalu Keras, Berhentilah Sejenakilustrasi pria kelelahan setelah olahraga (freepik.com/seventyfour)

Mengangkat beban berat terus-menerus bisa merusak persendian. Menurut Medina, sendi bertindak sebagai engsel saat melakukan gerakan olahraga dan latihan berlebihan memberi tekanan berat pada sendi.

Alhasil, otot melemah dan rentan cedera. Di sisi lain, overtraining juga menyebabkan penurunan performa. Kondisi ini disebut sebagai plateauing, di mana kita tidak lagi mengalami kemajuan dalam latihan, mengutip Bodybuilding.com.

7. Tidak hanya lelah secara fisik, tetapi juga mental

7 Tanda Kamu Latihan Beban Terlalu Keras, Berhentilah Sejenakilustrasi perempuan sedang lelah dan sedih (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tubuh mengeluarkan banyak energi saat angkat beban. Masuk akal apabila seluruh tubuh merasa lelah setelahnya. Tingkat energi pun menjadi sangat rendah dan tubuh tidak akan berfungsi secara optimal.

Sementara, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology tahun 2019, latihan berlebihan tak hanya menyebabkan kelelahan fisik, tapi juga mental. Dikatakan bahwa sindrom overtraining menyebabkan burnout dan memengaruhi sistem kontrol kognitif otak.

Menurut Dr. Elan Goldwaser, spesialis kedokteran olahraga di New York-Presbyterian, sindrom overtraining menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, ungkapnya pada Healthline. Tidak hanya berkontribusi pada kelelahan kognitif sementara, tetapi juga memiliki efek kesehatan lainnya.

Nah, itulah tanda-tanda bahwa kamu latihan angkat beban terlalu keras. Demi kebaikanmu sendiri, tidak ada salahnya sesekali beristirahat!

Baca Juga: 7 Kesalahan Umum dalam Latihan yang Sering Dilakukan Pria

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya