Comscore Tracker

Jangan Sering-sering Makan Telur Setengah Matang, Ini Lho 5 Alasannya

Memang lezat, tapi ada bahaya yang mengintai

Telur adalah salah satu bahan makanan yang banyak digemari. Selain kaya akan protein, kandungan nutrisi telur lainnya bermanfaat bagi tubuh.

Telur bisa diolah menjadi beragam jenis masakan. Selain didadar dan direbus, banyak juga yang senang dengan telur setengah matang seperti telur mata sapi alias sunny-side-up. Yum! Kamu termasuk?

Bagi penyuka telur yang dimasak setengah matang, kamu mesti hati-hati karena ada bahaya yang mengancam. Ini beberapa alasan kenapa kamu sebaiknya tidak keseringan makan telur setengah matang.

1. Kemungkinan besar bakteri masih hidup di dalam telur 

Jangan Sering-sering Makan Telur Setengah Matang, Ini Lho 5 Alasannyapixabay.com/Rita E

Telur setengah matang dapat meningkatkan risiko terkena infeksi salmonela. Bakteri ini dapat ditemukan pada cangkang maupun di dalam telur, dan hanya bisa mati pada suhu minimal 74 derajat Celcius.

Dilansir dari laman Medical News Today, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menerangkan bahwa gejala akibat infeksi salmonela bisa muncul antara 12-72 jam setelah mengonsumsi makanan.

Lebih lanjut lagi, bakteri ini juga bisa jadi biang kerok penyakit tifus, yang mana penyakit ini bisa sebabkan kematian bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

2. Penyerapan protein oleh tubuh menjadi berkurang

Jangan Sering-sering Makan Telur Setengah Matang, Ini Lho 5 Alasannyapixabay.com/Steve Buissinne

"Journal of Nutrition" yang terbit tahun 1998 merilis hasil penelitian tentang konsumsi telur mentah. Dilansir dari laman Healthline, hasil studi menyatakan bahwa telur yang dimasak setengah matang akan tetap memiliki ketersediaan protein yang tinggi di dalamnya.

Artinya, protein tersebut tetap tersedia secara hayati pada telur tersebut dan tidak dapat diserap oleh tubuh. Sebanyak 51 persen protein tersebut tidak terserap, dan hanya tersisa sekitar 49 persen yang mampu diserap tubuh manusia.

Sementara itu, bila telur dikonsumsi dalam keadaan matang, itu akan meningkatkan proses penyerapan protein. Sebanyak 91 persen protein di dalam telur akan mampu diserap oleh tubuh jika dimasak sempurna.

Baca Juga: Telur Rebus Tidak Efektif Cegah Virus Corona, Ini Fakta Kesehatannya!

3. Tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil dan orang-orang dengan sistem imun tubuh lemah

Jangan Sering-sering Makan Telur Setengah Matang, Ini Lho 5 Alasannyapexels.com/Garon Piceli

Juga mengutip dari laman Medical News Today, infeksi salmonela dampaknya bisa fatal pada beberapa orang. Misalnya pada ibu hamil, orang-orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, lansia, serta bayi dan balita.

Pada bayi dan balita, sistem kekebalan tubuhnya masih belum stabil. Bagi ibu hamil, bisa terjadi kram perut hingga kelahiran prematur. Sementara itu, lansia bisa mengalami masalah pencernaan.

Selain itu, penderita diabetes, HIV, dan tumor ganas juga tidak disarankan untuk makan telur mentah sama sekali.

4. Gangguan penyerapan biotin dalam tubuh

Jangan Sering-sering Makan Telur Setengah Matang, Ini Lho 5 Alasannyaunsplash.com/Wenping Wang

Dilansir dari Livestrong, seorang peneliti dari Linus Pauling Institute menyebutkan bahwa konsumsi telur yang tidak sepenuhnya matang dapat mengganggu penyerapan biotin (alias vitamin B7 atau vitamin H).

Putih telur yang mentah mengandung banyak avidin, yang mana jenis protein ini berkaitan dengan biotin di dalam perut. Avidin membuat biotin tidak dapat diserap oleh pencernaan tubuh.

Karenanya, kamu dianjurkan untuk memasak telur hingga benar-benar matang untuk mengenyahkan avidin, sehingga mengurangi risiko tubuh kekurangan biotin. Masalahnya, kalau kamu sampai kekurangan biotin, akan muncul masalah seperti rambut rontok dan ruam kulit.

5. Telur yang terkontaminasi dapat menyebabkan keracunan

Jangan Sering-sering Makan Telur Setengah Matang, Ini Lho 5 Alasannyaunsplash.com/Olga Kononenko

Bila dimakan, telur setengah matang yang terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan keracunan makanan.

Dilansir dari Healthline, gejala yang timbul dapat berupa kram perut, diare, mual, demam, hingga sakit kepala. Gejala tersebut bisa muncul beberapa jam setelah makan, dan bisa bertahan hingga 3-7 hari ke depan.

Itu dia lima alasan kenapa kamu sebaiknya jangan terlalu sering atau menghindari makan telur setengah matang, apalagi kalau telurnya sudah terkontaminasi.

Telur yang dimasak sempurna juga tidak kalah enak, kok!

Baca Juga: Waspada, Ini 6 Bahaya Konsumsi Telur Puyuh Berlebihan

It's Me, Sire Photo Verified Writer It's Me, Sire

A dusk chaser who loves to shout in silence..

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya