Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Reformer atau Mat Pilates, Mana yang Lebih Susah untuk Pemula?
ilustrasi reformer pilates (pexels.com/Flexity Yoga & Pilates)
  • Mat pilates mengandalkan kekuatan dan kendali tubuh tanpa alat; gerakan dasar ramah pemula, tetapi variasi dan pengulangan dapat meningkatkan tantangan otot serta keseimbangan.

  • Reformer memakai pegas, tali, dan papan bergerak yang dapat membantu mengarahkan gerakan. Beban bisa disesuaikan instruktur, dari bantuan lebih besar hingga latihan lebih menantang.

  • Tingkat kesulitan tidak ditentukan oleh matras atau mesin, melainkan gerakan dan kemampuan tubuh. Pemula dapat memilih mat pilates dasar atau kelas reformer dengan arahan instruktur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buat kamu yang baru mau mencoba pilates, pilihan antara reformer pilates dan mat pilates bisa terasa membingungkan. Reformer dilakukan menggunakan alat khusus dengan pegas, tali, dan papan yang dapat bergerak, sedangkan mat pilates dilakukan di atas matras tanpa mesin.

Banyak orang mengira reformer lebih mudah karena ada alat yang membantu tubuh, sementara mat pilates terlihat lebih sederhana karena hanya membutuhkan matras. Padahal, keduanya sama-sama bisa terasa mudah atau menantang, tergantung gerakan yang dilakukan dan kemampuan tubuh masing-masing. Kira-kira di antara keduanya, mana yang lebih cocok untuk pemula?

1. Mat pilates tidak selalu mudah hanya karena memakai matras

ilustrasi mat pilates (pexels.com/Anna Shvets)

Mat pilates memang terlihat paling sederhana karena kamu hanya membutuhkan matras untuk memulainya. Namun, tidak adanya alat berarti sebagian besar gerakan harus dilakukan dengan mengandalkan kekuatan dan kendali tubuh sendiri. Misalnya, saat melakukan gerakan bridge, kamu berbaring dengan lutut ditekuk, lalu mengangkat pinggul perlahan sampai tubuh membentuk garis dari bahu menuju lutut. Gerakan dasarnya cukup mudah diikuti, tetapi ketika satu kaki mulai diangkat atau jumlah pengulangan ditambah, otot perut, bokong, dan paha harus bekerja lebih keras agar tubuh tetap seimbang.

Hal serupa bisa terjadi pada gerakan mengangkat kaki saat berbaring. Bagi pemula, mengangkat satu kaki beberapa kali mungkin terasa ringan pada awalnya, tetapi setelah dilakukan berulang, otot perut dan paha mulai terasa bekerja. Mat pilates juga mengajarkan kamu untuk mengatur posisi tubuh tanpa bantuan alat, sehingga gerakan yang terlihat kecil bisa terasa cukup berat ketika dilakukan dengan benar. Jadi, jangan menilai tingkat kesulitan hanya dari penampilannya karena latihan di atas matras tetap bisa membuat otot bekerja cukup keras.

Keuntungan lainnya, kamu tidak perlu mempelajari cara menggunakan mesin terlebih dahulu. Instruktur bisa langsung mengajarkan posisi dasar seperti cara berbaring, mengatur napas, menggerakkan kaki, dan menjaga tubuh tetap pada posisi yang benar. Karena itu, mat pilates dasar justru bisa menjadi pilihan yang sangat ramah untuk pemula, terutama kalau kamu ingin mengenal pilates dari gerakan-gerakan paling sederhana.

2. Reformer punya alat yang bisa membantu, tetapi bukan berarti otomatis lebih gampang

ilustrasi pilates (pexels.com/Ahmet Kurt)

Reformer memang memiliki beberapa bagian yang dapat membuat gerakan tertentu terasa lebih mudah untuk pemula. Alat ini memiliki papan tempat kamu berbaring atau duduk, penyangga untuk kaki, tali untuk tangan atau kaki, serta pegas yang dapat diatur tingkat kekuatannya. Pegas tersebut bisa memberikan bantuan saat tubuh melakukan gerakan tertentu, tetapi juga bisa dibuat lebih berat ketika latihan sudah meningkat.

Contohnya, saat melakukan latihan kaki sambil berbaring, kamu bisa menempatkan kedua telapak kaki pada batang penyangga di bagian depan alat. Ketika kaki didorong menjauh, papan di bawah tubuh ikut bergerak dan kemudian kembali lagi ketika tekanan dilepaskan. Bagi pemula, gerakan seperti ini bisa terasa lebih mudah dipahami karena ada bagian alat yang membantu menentukan arah gerakan.

Reformer juga memungkinkan instruktur menyesuaikan latihan dengan kemampuan setiap orang. Jika kamu belum cukup kuat untuk melakukan gerakan tertentu, pegas dapat diatur agar memberikan bantuan lebih besar. Sebaliknya, jika tubuh sudah terbiasa, tingkatnya bisa dinaikkan sehingga latihan menjadi lebih berat. Jadi, alasan reformer sering disebut ramah pemula bukan semata-mata karena menggunakan alat, tetapi karena alatnya memungkinkan gerakan dan tingkat beban disesuaikan.

3. Pemula biasanya merasa mat pilates lebih susah, tetapi orang lain bisa mengalami sebaliknya

ilustrasi mat pilates (pexels.com/Ahmet Kurt)

Tidak semua orang akan merasakan tingkat kesulitan yang sama ketika mencoba kedua jenis pilates tersebut. Ada pemula yang merasa mat pilates lebih mudah karena gerakannya langsung dilakukan di lantai dan tidak perlu beradaptasi dengan mesin. Namun, ada juga yang justru merasa reformer lebih nyaman karena tubuh mendapat bantuan dari alat saat melakukan gerakan tertentu.

Misalnya, kamu belum terbiasa menggunakan otot perut untuk menahan posisi tubuh. Saat mengikuti mat pilates, kamu mungkin merasa kesulitan ketika harus mengangkat kedua kaki atau mempertahankan posisi tertentu. Ketika mencoba reformer, gerakan yang sama bisa terasa lebih terkendali karena ada pegas dan bagian alat yang membantu. Sebaliknya, orang yang tidak terbiasa dengan alat mungkin justru merasa reformer lebih membingungkan pada pertemuan pertama karena harus belajar posisi kaki, penggunaan tali, serta cara menggerakkan papan.

Karena itu, tidak ada jawaban bahwa reformer selalu lebih mudah atau mat pilates selalu lebih susah. Kalau benar-benar baru pertama kali mencoba, mat pilates dasar bisa menjadi pilihan sederhana untuk mengenal gerakan pilates tanpa harus mempelajari alat. Reformer juga cocok untuk pemula selama mengikuti kelas yang memang ditujukan bagi peserta baru dan mendapat arahan instruktur.

Tingkat kesulitan pilates lebih banyak ditentukan oleh gerakan yang dilakukan dan cara latihan tersebut disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Bukan sekadar apakah kamu menggunakan mesin reformer atau matras. Mat pilates bisa sangat gampang ketika dimulai dari gerakan dasar, tetapi bisa menjadi berat ketika variasinya meningkat. Sementara reformer bisa memberikan bantuan pada gerakan tertentu sekaligus membuat latihan jauh lebih menantang ketika tahanannya dinaikkan. Jadi, kalau kamu baru pertama kali pilates, tidak perlu memilih berdasarkan anggapan bahwa salah satunya pasti lebih mudah karena keduanya punya kesulitan masing-masing.

Referensi

"Which Is Harder: Mat Pilates vs Reformer? The Truth Might Surprise You" Prompt Pilates. Diakses pada Agustus 2026.

"Reformer Pilates vs. Mat Pilates: What’s the Difference?" Barefoot Pilates. Diakses pada Agustus 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article