ilustrasi mat pilates (pexels.com/Anna Shvets)
Mat pilates memang terlihat paling sederhana karena kamu hanya membutuhkan matras untuk memulainya. Namun, tidak adanya alat berarti sebagian besar gerakan harus dilakukan dengan mengandalkan kekuatan dan kendali tubuh sendiri. Misalnya, saat melakukan gerakan bridge, kamu berbaring dengan lutut ditekuk, lalu mengangkat pinggul perlahan sampai tubuh membentuk garis dari bahu menuju lutut. Gerakan dasarnya cukup mudah diikuti, tetapi ketika satu kaki mulai diangkat atau jumlah pengulangan ditambah, otot perut, bokong, dan paha harus bekerja lebih keras agar tubuh tetap seimbang.
Hal serupa bisa terjadi pada gerakan mengangkat kaki saat berbaring. Bagi pemula, mengangkat satu kaki beberapa kali mungkin terasa ringan pada awalnya, tetapi setelah dilakukan berulang, otot perut dan paha mulai terasa bekerja. Mat pilates juga mengajarkan kamu untuk mengatur posisi tubuh tanpa bantuan alat, sehingga gerakan yang terlihat kecil bisa terasa cukup berat ketika dilakukan dengan benar. Jadi, jangan menilai tingkat kesulitan hanya dari penampilannya karena latihan di atas matras tetap bisa membuat otot bekerja cukup keras.
Keuntungan lainnya, kamu tidak perlu mempelajari cara menggunakan mesin terlebih dahulu. Instruktur bisa langsung mengajarkan posisi dasar seperti cara berbaring, mengatur napas, menggerakkan kaki, dan menjaga tubuh tetap pada posisi yang benar. Karena itu, mat pilates dasar justru bisa menjadi pilihan yang sangat ramah untuk pemula, terutama kalau kamu ingin mengenal pilates dari gerakan-gerakan paling sederhana.