ilustrasi celana baru (pexels.com/Kaboompics.com)
Area seperti leher, ketiak, lipatan paha, pinggang, dan dada biasanya lebih mudah berkeringat dan bergesekan. Saat area tersebut bersentuhan dengan pakaian baru yang masih mengandung pewarna atau bahan finishing, risiko iritasi meningkat.
Keringat dapat membantu melarutkan residu pewarna dan bahan kimia pada kain, lalu membuatnya lebih mudah berpindah ke kulit. Gesekan dari pakaian ketat atau bahan sintetis juga dapat memperparah kondisi ini.
Karena itu, reaksi kulit akibat baju baru sering kali muncul justru di area tubuh yang lembap dan tertutup. Gejalanya bisa berupa rasa gatal, perih, ruam merah, atau bentol-bentol kecil yang muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah pakaian dipakai.
Mencuci baju baru sebelum dipakai mungkin terdengar seperti langkah kecil, tetapi manfaatnya cukup besar. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi residu bahan kimia, pewarna, debu, kotoran, dan mikroorganisme yang menempel pada kain selama proses produksi hingga distribusi. Bagi orang dengan kulit sensitif, eksim, atau alergi, mencuci baju baru bisa menjadi salah satu cara paling sederhana untuk mencegah ruam dan iritasi.
Referensi
Silas E. O’Quinn, “Contact Dermatitis Due to Formaldehyde in Clothing Textiles,” JAMA 194, no. 6 (November 8, 1965): 593, https://doi.org/10.1001/jama.1965.03090190015003.
Rachel M. Novick et al., “The Effect of Clothing Care Activities on Textile Formaldehyde Content,” Journal of Toxicology and Environmental Health 76, no. 14 (July 18, 2013): 883–93, https://doi.org/10.1080/15287394.2013.821439.
Cecilia Svedman, Malin Engfeldt, and Laura Malinauskiene, “Textile Contact Dermatitis: How Fabrics Can Induce Dermatitis,” Current Treatment Options in Allergy 6, no. 1 (February 8, 2019): 103–11, https://doi.org/10.1007/s40521-019-0197-5.
Abdiweli A. Mohamoud and Flemming Andersen, “Allergic Contact Dermatitis Caused by Textile Dyes Mimicking Atopic Dermatitis,” Contact Dermatitis 76, no. 2 (January 17, 2017): 119–20, https://doi.org/10.1111/cod.12630.
Joseph F. Fowler, Steven M. Skinner, and Donald V. Belsito, “Allergic Contact Dermatitis From Formaldehyde Resins in Permanent Press Clothing: An Underdiagnosed Cause of Generalized Dermatitis,” Journal of the American Academy of Dermatology 27, no. 6 (December 1, 1992): 962–68, https://doi.org/10.1016/0190-9622(92)70295-q.
United States Environmental Protection Agency. “Repellent-Treated Clothing.” Diakses April 2026.