Comscore Tracker

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19

Jangan sampai salah paham informasi

Sudah sembilan bulan lebih Indonesia berperang melawan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, sejak diumumkan pertama kali pada awal Maret 2020. Seiring perkembangan kasus, berkembang pula berbagai penelitian, baik dari pengobatan maupun vaksin oleh para ahli dan ilmuwan.

Secercah harapan muncul ketika 1,2 juta vaksin CoronaVac dari perusahaan biofarmasi Tiongkok Sinovac, tiba melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada hari Minggu 6 Desember 2020 lalu. 

Isu vaksin ini pun ramai di media mainstream maupun media sosial. Tidak sedikit yang mempertanyakan absensi data keamanan, kualitas, efikasi, efektivitas, dan sebagainya. Banyak istilah seputar vaksin COVID-19 yang tidak dimengerti awam.

Nah, di situlah pentingnya edukasi mengenai berbagai istilah seputar vaksin COVID-19. Karena banyak menggunakan istilah medis yang baku, kurang familier, dan terkesan "njelimet", tak jarang informasi yang disampaikan tidak bisa dipahami, bahkan di media sosial banyak yang menyampaikan keengganannya untuk divaksin.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah berbagai penjelasan istilah medis tentang vaksin COVID-19 yang banyak beredar, agar kamu tak lagi bingung!

1. Adverse drug reaction (ADR) atau adverse event: efek samping yang tidak diinginkan, mengganggu, dan berbahaya setelah pemberian obat atau vaksin. Dibandingkan dengan khasiat obat atau vaksin, ADR bisa disebabkan oleh vaksin atau obat tersebut, atau kebetulan belaka

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Ilustrasi Obat-Obatan (IDN Times/Mardya Shakti)

2. Ajuvan (adjuvant, berasal dari bahasa Latin "adjuvare" yang artinya "menolong"): komponen vaksin yang berbeda dari antigen untuk memperkuat respons imun terhadap antigen

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Ilustrasi Vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)

Baca Juga: 5 Fakta Sinovac, Salah Satu Vaksin COVID-19 Pilihan Indonesia

3. Active pharmaceutical ingredients (API) atau bahan farmasi aktif: setiap zat atau kombinasi zat yang menjadi bahan aktif satu obat atau vaksin dan bertanggung jawab atas keampuhan obat atau vaksin tersebut

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Ilustrasi Vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)

4. Antigen: bagian dari patogen (senyawa asing misalnya bakteri, jamur, atau virus) dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit. Kehadiran antigen dalam tubuh memicu respons imun, biasanya ditandai dengan antibodi

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19pixabay.com/PublicDomainPictures

5. Antibodi

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19mdlinx.com

Imunoglobulin, atau antibodi, adalah bagian dari sistem imun yang "belajar" dari paparan antigen, atau dalam beberapa kasus, sel kanker.

Diproduksi oleh sel darah putih (leukosit), antibodi terbuat dari sel imun dari potongan DNA yang melekat dalam genom dan disatukan hingga dapat mengikat fitur tertentu pada antigen. Proses alami ini membutuhkan waktu beberapa minggu atau bulan.

Tubuh akan membentuk sekumpulan kecil antibodi untuk menetralkan antigen dengan bantuan sistem imun. Setiap pengikat pada antibodi berasal dari DNA yang disusun ulang dalam klon sel-B yang tersisa, dan dapat muncul kembali saat terinfeksi lagi.

6. Antiserum

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Ilustrasi: Antiserum. pixnio.com/Bicanski

Antiserum adalah pengobatan yang diambil dari bagian serum pada darah yang mengandung antibodi. Jika diambil dari individu yang terinfeksi oleh atau telah diimunisasi dari satu antigen, antiserum akan memiliki antibodi khusus untuk mengikat antigen tersebut.

Konsentrasi antibodi pada antiserum disebut titer. Antiserum dengan titer tinggi dapat digunakan sebagai obat atau pencegahan infeksi yang disebabkan oleh suatu antigen. Namun, sumbernya terbatas pada satu individu.

Antiserum dari hewan bukan opsi karena dapat menyebabkan respons penolakan tubuh, karena antibodi hewani dan protein pada serum akan dianggap "antigen".

7. Antivirus

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19livescience.com

Antivirus adalah pengobatan khusus untuk mengobati infeksi virus dengan cara membatasi penyebaran, efek, dan replikasi virus dalam tubuh. Memahami mode infeksi dan replikasi virus meningkatkan peluang untuk menyerang virus atau kemampuannya untuk menyebar di dalam tubuh dan dalam komunitas.

Sebagai contoh, oseltamivir digunakan untuk memerangi virus influenza. Masa kini, antivirus seperti remdesivir, favipiravir, inhibitor polimerase RNA, lopinavir/ritonavir, dan interferon beta menunjukkan hasil untuk memerangi virus corona pada hewan, dan tengah dikaji khasiatnya untuk mengobati COVID-19 pada manusia.

Baca Juga: COVID-19 Tingkatkan Kekerasan Rumah Tangga, Ini Dampak Psikologisnya!

8. Basic reproduction number atau angka reproduksi dasar

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Antrean warga di Stasiun KRL (Dok. Humas PT KCI)

Angka reproduksi dasar (R0) adalah prakiraan jumlah kasus yang dihasilkan secara langsung oleh satu kasus dalam populasi, di mana semua individu rentan terhadap infeksi. R0 dapat dihitung dengan rumus:

R0 = β/γ

Di mana (β) adalah "tingkat transmisi" atau jumlah orang yang tertular per hari, sementara (γ) adalah "tingkat kesembuhan" atau rata-rata periode infeksi. Jika R0 < 1 maka pandemi akan lebih mudah dikontrol. Namun, bila R0 > 1 maka pandemi akan cepat menyebar ke populasi.

Sekadar catatan, tanpa pembatasan sosial (social distancing), COVID-19 memiliki R0 = 2 - 6. Dengan kata lain, satu penderita COVID-19 dapat menyebarkannya ke 2-6 orang jika tidak menerapkan social distancing.

9. Coronavirus atau virus corona

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19technologynetworks.com

Virus corona (CoV) adalah virus berbasis asam ribonukleat (RNA) untai positif yang dapat dibagi menjadi 4 jenis: alfa, beta, delta, dan gamma. CoV alfa dan beta diketahui dapat menginfeksi manusia. Menginfeksi pernapasan, CoV tidak memiliki keterkaitan dengan virus influenza.

Nama "corona" diambil dari bentuk virus yang seolah-olah memiliki "mahkota". "Mahkota" adalah glikoprotein untuk menempel dengan sel tubuh pada saluran pernapasan.

Sekadar informasi, pada 2003, dunia pun menjadi saksi pandemi sindrom pernapasan akut parah (severe acute respiratory syndrome atau SARS) yang disebabkan oleh SARS-CoV-1. Oleh karena itu, SARS-CoV adalah penamaan virus untuk mengidentifikasi virus yang menyerang pernapasan tersebut.

10. COVID-19: penyakit virus corona baru yang muncul pada tahun 2019, disebabkan oleh virus corona strain baru SARS-CoV-2 yang pertama kali dikabarkan pada akhir 2019 di Wuhan, Hubei, Tiongkok Tengah

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Pasien virus corona di Wuhan, Tiongkok. ANTARA FOTO/China Daily via REUTERS

11. Emergency Use Authorization (EUA)

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Ilustrasi Obat-Obatan (IDN Times/Mardya Shakti)

EUA adalah izin yang dirilis oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk mengevaluasi penggunaan produk obat atau vaksin baru yang belum mendapatkan izin edar atau produk obat atau vaksin lama yang digunakan kembali secara terbatas selama keadaan darurat kesehatan masyarakat.

Untuk mendapatkan EUA, vaksin dan obat masih harus ditinjau, tetapi dengan proses yang lebih cepat dibandingkan dengan proses pengesahan FDA pada umumnya.

Persyaratannya adalah data mutu dan keampuhan dari uji klinis, pemantauan pasca EUA, dan pemantauan efek samping. Ketika keadaan darurat sudah sirna, maka EUA tidak lagi berlaku.

12. Efikasi: tingkat keampuhan vaksin dalam mencegah penyakit dalam skenario terkontrol atau uji klinis

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Ilustrasi vaksin atau jarum suntik (IDN Times/Arief Rahmat)

13. Efektivitas: tingkat khasiat vaksin dalam mencegah penyakit dalam skenario dunia nyata

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Ilustrasi Penyuntikan Vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)

14. Imunitas

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19chiroeco.com

Imunitas adalah kemampuan tubuh manusia untuk melawan infeksi bakteri, jamur, dan virus, sering kali dengan bantuan antibodi yang juga diperkuat oleh imunisasi. Imunitas terbagi menjadi dua:

  • Dalam kekebalan aktif, antibodi dihasilkan melalui paparan antigen atau vaksin.
  • Dalam kekebalan pasif, seseorang tidak membuat antibodi sendiri tetapi menerimanya dari sumber lain.

Sekadar informasi, kekebalan aktif bertahan lebih lama daripada kekebalan pasif.

Baca Juga: 8 Hoaks seputar COVID-19 yang Bertebaran, Cek Kebenarannya di Sini

15. Kekebalan kelompok atau herd immunity

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Ilustrasi herd immunity. commons.wikimedia.org/Mmmkayshea

Situasi di mana persentase populasi yang kebal terhadap penyakit menular (melalui vaksinasi dan/atau telah terpapar penyakit) cukup tinggi, sehingga penyebarannya bisa ditekan serendah-rendahnya. Dengan begitu, individu yang tidak mendapat vaksin dapat terlindungi karena penyakit tidak memiliki kesempatan untuk menyebar.

Ilmuwan dunia memprakirakan standar vaksinasi global 70 persen agar herd immunity bisa terwujud.

16. Pelacakan kontak atau contact tracing

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Contoh bagan hasil tracing . Dok. Humas Pemkot Surabaya

Pelacakan atau penelusuran kontak adalah proses mengidentifikasi, menilai, dan merawat orang yang telah terpapar suatu penyakit untuk mencegah penularan lebih lanjut. Mereka yang telah terpapar dipantau selama masa inkubasi maksimum.

Masa inkubasi adalah interval yang dihitung dari kontak dengan virus atau bakteri hingga gejala penyakit timbul. Untuk COVID-19, masa umum inkubasi adalah 2 minggu

Proses penelusuran kontak mempercepat identifikasi orang-orang yang mengalami gejala, sehingga jadi salah satu cara untuk memutus rantai penularan dan pengendalian wabah secara efektif.

17. Respons inflamasi

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Inflamasi. cancercenter.com

Respons peradangan (inflamasi) adalah suatu reaksi dari sistem imun bawaan yang merespons infeksi (bakteri, jamur, dan virus) dan cedera. Fungsi respons inflamasi adalah untuk:

  • Menghilangkan penyebab awal dari kerusakan sel;
  • Membersihkan sel-sel nekrotik dan jaringan yang rusak dari kerusakan awal; 
  • Memulai perbaikan jaringan.

Namun, jika wilayah infeksi tergolong besar, respons inflamasi malah dapat memperparah luka pada jaringan dan menyebabkan gangguan kesehatan lain.

18. Tes PCR

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Ilustrasi tes usap atau PCR swab test. IDN Times/Arief Rahman

PCR, kepanjangan dari polymerase chain reaction atau reaksi berantai polimerase, adalah salah satu tes deteksi COVID-19 menggunakan polimerase, enzim yang digunakan untuk membangun molekul DNA atau RNA pada virus. Tes PCR paling umum dengan uji usap/swab test yaitu mengambil sampel lendir lewat bagian dalam hidung dan kerongkongan.

Setelahnya, dengan metode amplifikasi atau perbanyakan material genetik, tes PCR dapat mendeteksi materi genetik pada virus atau bakteri. Jika terdeteksi materi RNA SARS-CoV-2, maka hasilnya tes PCR positif.

19. Uji klinis

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19pixabay.com/Angelo Esslinger

Uji klinis adalah cara untuk menguji kemanjuran vaksin dengan membandingkan hasil dari penggunaan vaksin atau obat dan penggunaan plasebo atau vaksin atau obat palsu. Peneliti juga menggunakan uji klinis untuk melihat apakah satu vaksin atau obat dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya. Uji klinis terbagi menjadi lima tahap utama:

  • Tahap I: vaksin atau obat dites pada 20-80 orang untuk menguji keamanan, toksisitas, dan mengidentifikasi efek samping. Kajiannya dapat makan waktu selama beberapa minggu atau bulan.

  • Tahap IIa: berbekal hasil keamanan dan efikasi vaksin atau obat pada tahap I, tahap IIa menginformasikan protokol untuk tahap IIb yang mengarah langsung tahap III.

  • Tahap II: vaksin atau obat dites pada 100-300 orang untuk menguji efikasi dan keamanannya.

  • Tahap IIb: penelitian kecil yang dilangsungkan untuk mempertimbangkan parameter yang akan disertakan ke dalam uji klinis tahap III, dengan pertimbangan dari tahap-tahap sebelumnya.

  • Tahap III: vaksin atau obat dites pada lebih dari 3.000 orang untuk menguji uji samping, dampaknya pada kualitas hidup, dan informasi lainnya untuk penggunaan vaksin atau obat pada batas aman.

Selain itu, pada tahap III, vaksin atau obat juga dibandingkan efikasinya dengan metode pengobatan lain. Lulus hingga tahap III amat penting untuk mendapatkan persetujuan penggunaan vaksin atau obat secara komersial.

Durasi periode uji klinis bergantung pada waktu yang diperlukan untuk memenuhi jumlah pasien yang memenuhi kriteria penelitian dan waktu yang dibutuhkan agar manfaat vaksin atau obat dapat diketahui secara detail. Oleh karena itu, pembuatan vaksin atau obat yang efektif bisa makan waktu lama, bahkan bisa sampai bertahun-tahun!

20. Vaksin

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Ilustrasi Vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)

Vaksin adalah senyawa yang memicu sistem imun tubuh untuk mengenali antigen dan menciptakan antibodi untuk memeranginya. Vaksinasi atau inokulasi adalah proses memasukkan vaksin ke dalam tubuh, baik via jarum suntik, oral, atau semprotan ke hidung (nasal spray).

Tidak semuanya efektif, beberapa vaksin membutuhkan suntikan penguat yang adalah dosis vaksin tambahan agar vaksin dapat lebih efektif dalam memerangi infeksi virus atau bakteri, apalagi jika efeknya memudar seiring waktu. Terdapat tujuh jenis vaksin:

  • Dilemahkan: vaksin dengan bakteri atau virus hidup yang telah dilemahkan dengan proses fisik atau kimiawi. Karena mirip dengan virus aslinya, maka respons imun dapat berlangsung lama hingga seumur hidup.

  • Non-aktif: vaksin dengan bakteri atau virus yang dimatikan dengan proses fisik atau kimiawi. Lebih lemah dari versi yang "dilemahkan", vaksin non-aktif perlu suntikan penguat (booster) agar lebih efektif.

  • Sub-unit: vaksin dengan bagian spesifik dari virus atau bakteri. Selain mencegah infeksi bakteri atau virus, vaksin ini mencegah virus atau bakteri menempel ke sel tubuh, sehingga tidak dapat berkembang.

  • Rekombinan: vaksin dengan kombinasi baru dari pergabungan materi atau sel genetik DNA.

  • Polisakarida: vaksin dengan rantai panjang yang terbuat dari molekul gula, sehingga menyerupai permukaan jenis bakteri tertentu.

  • Konjugasi: penggabungan dua senyawa (biasanya sub-unit berupa protein dan polisakarida) untuk meningkatkan efektivitas vaksin.

  • Toksoid: vaksin yang mengambil bagian berbahaya atau racun dari virus atau bakteri. Vaksin ini mengutamakan senyawa yang membuatmu sakit, bukan virus atau bakteri itu sendiri. Sama seperti dua vaksin sebelumnya, kamu mungkin akan butuh suntikan penguat agar lebih efektif.

Kandidat vaksin adalah vaksin-vaksin yang masih dalam tahap uji dan belum diberi izin edar. Hingga saat ini, terdapat dua kandidat vaksin COVID-19 terdepan, yaitu Pfizer-BioNTech dan Moderna dengan tingkat efikasi masing-masing 95 persen dan 94 persen.

21. Vaksin Merah Putih

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT. Bio Farma Honesti Basyir (kiri) saat meninjau fasilitas produksi gedung 43 yang nantinya akan digunakan untuk memproduksi vaksin COVID-19, di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020). ANTARA FOTO/HO/dok PT Bio Farma/

Sesuai namanya, vaksin Merah Putih adalah sebutan untuk vaksin yang diproduksi di Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, Indonesia pun bekerja sama dengan negara-negara produsen vaksin COVID-19 lainnya.

Selain perusahaan farmasi milik negara Bio Farma, vaksin Merah Putih bekerja sama dengan beberapa institusi dalam negeri lain, yaitu:

  • Lembaga Biologi Molekuler Eijkman;
  • Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI);
  • Universitas Gadjah Mada (UGM);
  • Universitas Indonesia (UI);
  • Institut Teknologi Bandung (ITB); dan
  • Universitas Airlangga (Unair).
Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Vaksin Sinovac (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Selain vaksin yang diproduksi oleh Bio Farma, Indonesia pun mengimpor vaksin dan bahan bakunya dari lima negara produsen vaksin COVID-19 lain. Lima negara dan produsen vaksin tersebut adalah:

  • Sinovac (Tiongkok);
  • Sinopharm (Tiongkok);
  • AstraZeneca (Inggris);
  • Moderna (AS); dan
  • Pfizer-BioNTech (AS-Jerman).

Tengah diuji coba dan menunggu EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), diperkirakan vaksin Merah Putih baru dapat digunakan pada Q4 2021, atau menjelang akhir 2021.

22. Virus: organisme aseluler berukuran sub-mikroskopik yang menginfeksi tubuh dan mereplikasi diri dengan menginvasi sel tubuh. Sel tersebut mati dan itulah yang menyebabkan penyakit

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19Gambar virus corona jika dilihat dari mikroskop. (BSIP/Universal Images Group)

Bonus: covidiot

Anti Bingung, Kenali Berbagai Istilah seputar Vaksin COVID-19freepik.com/freepik

Covidiot adalah sebutan untuk orang-orang, khususnya banyak dipakai di negara-negara Barat, yang tidak mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan, lebih percaya hoaks daripada fakta ilmiah atau ahli, serta terdepan dalam memborong barang-barang kebutuhan pokok seolah sudah mau kiamat.

Bagaimana cara agar tidak jadi covidiot? Selain mematuhi protokol COVID-19 yang sudah ditetapkan, kamu bisa mengedukasi diri tentang COVID-19 dari sumber tepercaya.

Edukasi mengenai vaksin COVID-19 sama pentingnya dengan pengembangan vaksin itu sendiri. Dengan edukasi yang baik dan benar, antusiasme masyarakat terhadap vaksin meningkat dan mereka semakin cerdas memilah informasi mengenai vaksin COVID-19.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M: gunakan Masker, Menghindari kerumunan atau jaga jarak fisik, dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Baca Juga: CDC: Penularan COVID-19 dalam Keluarga Terjadi dengan Cepat

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Umi Kalsum
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya