- Melumasi lubang hidung dan mencegah sinus mengering.
- Membuat udara yang kamu hirup lebih lembap, yang dapat membantu penyakit paru-paru kronis seperti asma.
- Menyeimbangkan kadar pH di mulut, mencegah kerusakan gigi, mulut kering, dan radang gusi.
- Meningkatkan asupan oksida nitrat, yang sangat penting untuk fungsi otak, kesehatan kardiovaskular, dan kadar oksigen darah secara keseluruhan.
- Mengurangi kemungkinan mendengkur.
Apa Itu Mouth Taping?

- Mouth taping adalah menempelkan plester pada mulut sebelum tidur untuk mencegah bernapas melalui mulut.
- Potensi manfaatnya termasuk menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar oksigen, dan mengatasi masalah pernapasan.
- Efek sampingnya meliputi iritasi kulit, ketidaknyamanan bagi pemilik bulu wajah, dan gangguan tidur.
Menempelkan plester pada mulut atau mouth taping adalah pengobatan rumahan yang konon dapat membantu mengatasi kebiasaan bernapas melalui mulut saat tidur.
Bernapas melalui mulut sendiri dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti mendengkur, alergi, dan gangguan kesehatan mulut. Kendati banyak yang meyakini bahwa mouth taping adalah solusi untuk kebiasaan bernapas melalui mulut, tetapi ilmu di balik metode ini masih dipertanyakan. Selain itu, ada juga kekhawatiran seputar efek samping merugikan.
Jika kamu sedang mempertimbangkan mouth taping untuk mengatasi masalah mulut terbuka saat tidur, berikut adalah hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang potensi manfaat dan risiko di baliknya.
1. Apa itu mouth taping dan bagaimana cara kerjanya?
Sama seperti namanya, mouth taping artinya kamu menempelkan plester pada mulut sebelum tidur. Jika kamu terbiasa bernapas melalui mulut, maka secara teori, kamu seharusnya secara otomatis bernapas melalui hidung jika mulut ditutup dengan plester. Ini adalah kebalikan dari apa yang terjadi ketika kamu mengalami hidung tersumbat, yang mana kamu bernapas melalui mulut karena tidak dapat bernapas melalui hidung.
Kendati kamu mungkin perlu bernapas melalui mulut sesekali saat berolahraga atau saat hidung tersumbat, penting untuk bernapas melalui hidung sebanyak mungkin. Bernapas melalui hidung membantu:
2. Potensi manfaat mouth taping
Teorinya adalah plester mulut membantumu bernapas lebih baik melalui hidung, yang dianggap lebih sehat daripada bernapas melalui mulut. Bernapas melalui hidung saat tidur dapat membantu:
- Menurunkan tekanan darah.
- Meningkatkan kadar oksigen.
- Menangkap dan menyaring alergen yang ada di udara.
- Melembapkan dan menghangatkan udara yang kamu hirup.
- Melembapkan dan meredakan sakit tenggorokan.
- Mengatasi bau mulut.
- Mengatasi kebiasaan mendengkur.
- Mengatasi mulut kering.
- Mengembangkan perbaikan struktural pada garis rahang.
3. Efek samping mouth taping

Kendati mouth taping memiliki sejumlah potensi manfaat, tetapi beberapa orang mungkin mengalami efek samping berikut:
- Iritasi kulit: Perekat dari plester dapat menyebabkan kemerahan, ruam, atau kekeringan di sekitar bibir.
- Ketidaknyamanan bagi orang yang memiliki bulu wajah: Plester dapat menarik bulu wajah sehingga pelepasan plester menjadi menyakitkan atau mengiritasi.
- Masalah hidung tersumbat: Jika kamu mengalami hidung tersumbat pada malam hari, menempelkan plester pada mulut dapat membuat pernapasan menjadi lebih sulit.
- Gangguan tidur: Kesulitan bernapas atau ketidaknyamanan dapat menyebabkan tidur gelisah atau sering terbangun.
- Peningkatan kecemasan atau panik: Merasa terkekang saat tidur dapat menyebabkan terbangun karena cemas, terutama bagi mereka yang rentan terhadap klaustrofobia.
4. Siapa saja yang seharusnya tidak menggunakan mouth taping?
Menempelkan plester pada mulut mungkin memberikan manfaat bagi sebagian orang, tetapi tidak aman untuk semua orang, terutama mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Berikut adalah golongan orang-orang yang tidak seharusnya menggunakan mouth taping saat tidur:
- Pasien apnea tidur obstruktif (OSA) yang tidak menggunakan terapi CPAP, karena menempelkan plester pada mulut dapat memperburuk gangguan pernapasan.
- Orang yang sedang mengalami hidung tersumbat atau mampet.
- Individu dengan kondisi pernapasan seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kecuali disarankan oleh dokter.
- Anak-anak, kecuali di bawah pengawasan medis, karena membatasi pernapasan melalui mulut pada anak kecil dapat berisiko.
- Penderita gangguan kecemasan atau panik, karena menempelkan plester pada mulut dapat memicu ketidaknyamanan atau kepanikan.
- Siapa pun yang berisiko muntah saat tidur.
5. Cara lain untuk mengatasi kebiasaan bernapas melalui mulut saat tidur
Selain dengan mouth taping, ada cara lain yang lebih aman untuk mengatasi kebiasaan bernapas melalui mulut saat tidur. Ini dia caranya:
- Obat alergi: Jika alergi adalah penyebab masalah pernapasan melalui mulut, kamu bisa mempertimbangkan konsumsi obat alergi yang dijual bebas, seperti cetirizine dan fexofenadine.
- Plester hidung: Produk ini dapat membantu mengatasi masalah pernapasan yang disebabkan oleh sleep apnea, dan mungkin juga membantu mengurangi dengkuran.
- Perubahan gaya hidup: Beberapa perubahan gaya hidup juga dapat membantu memperbaiki pernapasan melalui mulut pada malam hari. Ini termasuk: berhenti merokok, menghindari alkohol sebelum tidur, dan mengurangi konsumsi kafein.
Pernapasan melalui mulut adalah masalah medis yang berpotensi serius, terutama jika ini mulai disertai gejala yang berkelanjutan. Mouth taping mungkin dapat membantu, tetapi sebelum memulai metode ini, penting untuk berbicara dengan dokter.
Referensi
Cleveland Clinic. Diakses pada Januari 2026. "Is Mouth Tape Safe To Use While Sleeping?"
Healthline. Diakses pada Januari 2026. "What Is Mouth Taping, and Does It Help Treat Snoring or Sleep Apnea?"
Sleep Foundation. Diakses pada Januari 2026. "Mouth Taping for Sleep: Does It Work?"


















