Comscore Tracker

7 Gejala Diabetes pada Pria, Salah Satunya Disfungsi Ereksi

Ternyata ada gejala diabetes spesifik pada laki-laki

Diabetes merupakan kondisi seumur hidup yang membuat tubuh tidak dapat memproduksi atau menyerap insulin dengan benar. Kondisi ini bisa dialami laki-laki maupun perempuan.

Akan tetapi, mengutip Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pria lebih mungkin terkena diabetes tipe 2 dengan berat badan lebih rendah daripada perempuan. Salah satu alasannya adalah karena pria menyimpan lebih banyak lemak di perut, salah satu faktor risiko yang diketahui. Selain itu, lebih banyak laki-laki daripada perempuan yang menderita diabetes yang tidak terdiagnosis.

Adanya diabetes dapat membuat perempuan maupun laki-laki berisiko besar mengembangkan penyakit jantung, stroke, kehilangan penglihatan, gagal ginjal, dan amputasi. Mengetahui gejala diabetes pada tahap awal dapat membantu diagnosis dini, sehingga kondisi ini bisa segera ditangani. Nah, artikel ini akan secara spesifik membahas gejala diabetes pada pria. Yuk, baca terus!

1. Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. Ini bisa menjadi gejala dari banyak masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, dan kondisi sistem peredaran darah atau saraf. Disfungsi ereksi juga dapat disebabkan oleh stres, merokok, atau obat-obatan.

Pria dengan diabetes berisiko mengalami disfungsi ereksi. Menurut metaanalisis terhadap 145 studi dalam jurnal Diabetes Medicine tahun 2017, lebih dari 50 persen pria dengan diabetes memiliki disfungsi ereksi.

2. Kadar testosteron rendah

7 Gejala Diabetes pada Pria, Salah Satunya Disfungsi Ereksiilustrasi pria kelelahan (pexels.com/Carolina Grabowska)

Masalah yang terkait dengan gejala diabetes tipe 2 pada pria juga termasuk testosteron rendah. Menurut American Diabetes Association, pria dengan diabetes tipe 2 dua kali lebih mungkin memiliki kadar testosteron rendah, hormon yang diproduksi terutama di testis.

Kadar testosteron yang rendah ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi, berkurangnya minat pada seks, suasana hati yang tertekan, kekurangan energi, dan pengurangan massa otot tanpa lemak.

3. Kandidiasis kelamin berulang

Mengutip Medical News Today, pria dapat mengalami kandidiasis berulang, yang merupakan infeksi jamur ragi. Kelebihan gula dalam darah akan dilewatkan dalam urine. Ragi ini tumbuh subur dari gula dan lebih mungkin tumbuh pada penis pria dengan diabetes.

Gejala kandidiasis kelamin antara lain:

  • Kepala penis gatal dan panas.
  • Penis berwarna kemerahan dan bengkak.
  • Muncul bercak atau noda putih di sekitar area penis.
  • Bau tak sedap, terutama bagi pria yang tidak disunat.
  • Keluarnya cairan putih yang menggumpal dan kental dari balik bagian kulit kulup pada pria yang tidak disunat.
  • Sakit ketika buang air kecil atau berhubungan seks.

4. Berkurangnya massa otot

7 Gejala Diabetes pada Pria, Salah Satunya Disfungsi Ereksiilustrasi gejala diabetes pada pria (pexels.com/Alena Darmel)

Dilansir Diabetes.co.uk, kehilangan massa otot yang tidak dapat dijelaskan mungkin juga merupakan tanda kadar gula tinggi dan diabetes. Apabila kadar gula darah tetap pada tingkat yang tinggi untuk waktu yang relatif lama pada siang hari, tubuh akan mulai memecah lemak dan otot untuk energi.

Penurunan berat badan yang dihasilkan biasanya paling terlihat pada orang dengan diabetes tipe 1. Akan tetapi, ini juga dapat memengaruhi orang dengan diabetes tipe 2 yang tidak terdiagnosis untuk jangka waktu yang lama.

Baca Juga: Perbedaan Diabetes Insipidus dan Diabetes Melitus, Sudah Tahu?

5. Kerusakan pada sistem saraf otonom

Diabetes dapat membahayakan sistem saraf otonom dan menyebabkan masalah seksual. Sistem saraf otonom mengontrol pelebaran atau penyempitan pembuluh darah. Jika pembuluh darah dan saraf di penis terluka oleh diabetes, disfungsi ereksi bisa terjadi.

Pembuluh darah bisa rusak akibat diabetes yang dapat memperlambat aliran darah ke penis. Ini adalah penyebab umum disfungsi ereksi lainnya di antara pria dengan diabetes.

6. Ejakulasi retrograde

7 Gejala Diabetes pada Pria, Salah Satunya Disfungsi Ereksiilustrasi ejakulasi retrograde (pexels.com/Deon Black)

Ejakulasi retrograde terjadi ketika air mani yang diproduksi di testis masuk ke dalam kandung kemih, bukan ke uretra (saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke penis).

Nah, ejakulasi retrograde dapat menyebabkan infertilitas yang mungkin memerlukan perawatan medis. Dilansir SingleCare, baik diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 dapat menempatkan pria pada risiko ejakulasi retrograde yang lebih besar dengan menyebabkan kerusakan saraf (neuropati) di kandung kemih.

7. Masalah urologi

Masalah urologi dapat terjadi pada pria dengan diabetes karena kerusakan saraf diabetes. Ini termasuk kandung kemih yang terlalu aktif, ketidakmampuan untuk mengontrol buang air kecil, dan infeksi saluran kemih.

Menambahkan keterangan dari laman New Jersey Urology, banyak orang dengan diabetes memiliki masalah urologi yang memengaruhi kandung kemih. Masalah umum adalah gangguan sensasi ketika kandung kemih menjadi "mati rasa" dan pasien tidak mendapatkan sinyal untuk buang air kecil.

Masalah lainnya adalah gangguan kontraktilitas kandung kemih, yang mana otot kandung kemih tidak berfungsi dengan baik sehingga menyebabkan ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Pengidap diabetes lainnya mengalami kontraksi kandung kemih yang tidak disengaja, atau kandung kemih yang terlalu aktif, menyebabkan urgensi, frekuensi, dan inkontinensia urine.

Gejala umum diabetes

7 Gejala Diabetes pada Pria, Salah Satunya Disfungsi Ereksiilustrasi pria buang air kecil (freepik.com/Jcomp)

Selain gejala-gejala diabetes pada pria yang disebutkan di atas tadi, gejala umum diabetes di bawah ini juga bisa muncul:

  • Peningkatan rasa haus dan lapar.
  • Buang air kecil lebih sering dan lebih banyak.
  • Lebih sering buang air kecil pada malam hari.
  • Kelelahan.
  • Penglihatan buram.
  • Pada diabetes tipe 2, luka tidak kunjung sembuh.
  • Pada diabetes tipe 1, penurunan berat badan yang berlebihan sebelum diagnosis.

Segera temui dokter jika mengalami gejala-gejala di atas.

Faktor risiko diabetes pada pria

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes dan komplikasi. Dilansir Healthline, ini termasuk:

  • Merokok.
  • Kelebihan berat badan.
  • Kurang gerak atau jarang berolahraga.
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi.
  • Usia di atas 45 tahun.
  • Etnis tertentu, termasuk Afrika-Amerika, Hispanik, Pribumi Amerika, Asia-Amerika, dan Kepulauan Pasifik.

Itulah beberapa gejala diabetes pada pria. Apabila kamu mengalami salah satu atau beberapa gejala yang telah dipaparkan di atas, baik gejala diabetes spesifik pada pria maupun gejala umum, sebaiknya segera temui dokter.

Makin dini diabetes didiagnosis, makin cepat langkah yang dapat diambil untuk mengobati dan mengendalikannya. Makin baik kontrol gula darah, maka makin besar kemungkinan kamu untuk hidup panjang umur dan sehat.

Baca Juga: Benarkah Ada Diabetes Basah dan Diabetes Kering? Ini Faktanya

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya