ilustrasi daging mentah (pixabay.com/VartanMercadanti)
Selain dari air dan hasil panen, E. coli juga bisa masuk ke makanan melalui proses pengolahan dan penanganan makanan yang tidak tepat. Kebersihan area dapur dan peralatan memasak adalah pintu masuk lainnya E. coli ke dalam makanan. Begitu pula dengan kebersihan personal individu (personal hygiene) yang menangani makanan.
Dalam proses pengolahan makanan, bahan makanan dapat menyentuh apa saja yang digunakan dalam memasak, seperti meja, talenan, wadah, ataupun pisau. Di mana semua peralatan tersebut merupakan tempat potensial penampungan E. coli secara alami. Area dapur atau tempat produksi makanan yang tidak higienis juga merupakan sumber kontaminan E. coli ke makanan yang umum.
Dijelaskan dalam International Journal of Food Science tahun 2026, area di sekitar dapur dapat menjadi sumber bakteri yang hidup bebas, termasuk E. coli. Hal ini terjadi karena area dapur atau tempat pengolahan makanan bisa menjadi tempat masuk bahan-bahan mentah yang terkontaminasi secara alami, misalnya sayur dari kebun atau daging sapi mentah yang potensial mengandung E. coli.
Terkait kebersihan personal, salah satu hal yang paling mudah membawa kontaminan bakteri E. coli ke makanan adalah kegagalan membersihkan diri setelah menggunakan toilet. Tidak mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet atau menangani bayi yang buang air besar adalah salah satu contohnya. Selain itu, beberapa contoh kebersihan pribadi yang buruk dalam penanganan makanan, termasuk:
Tidak mencuci tangan setelah menangani daging mentah dan makanan siap saji yang belum dimasak.
Menggunakan pakaian atau aksesoris yang tidak bersih selama memasak.
Menyentuh wajah, rambut, atau perangkat pribadi selama persiapan makanan.
Memiliki kuku panjang yang bisa memerangkap bakteri patogen.
Bekerja dalam keadaan sakit atau memiliki luka terbuka.
Menggunakan peralatan masak yang kotor, termasuk peralatan atau kain untuk mengelap meja.
Selain yang disebutkan di atas, beberapa hal berikut juga bisa menjadi jalur masuk kontaminasi E. coli pada makanan:
Memasak daging sapi, daging giling, dan turunannya secara tidak atau kurang matang.
Tidak mencuci sayur dan buah dengan bersih, atau menggunakan air yang tidak disanitasi dengan benar.
Tidak memasak sayur (terutama sayuran berdaun hijau) dengan matang. Pada beberapa kasus, E. coli menempel pada permukaan tanaman dan masuk ke dalam sel tanaman. Di mana proses pencucian saja tidak cukup untuk membersihkan bakteri tersebut.
Tidak menggunakan alat potong dan talenan secara terpisah untuk makanan matang dan mentah.
Menyimpan dan meletakkan bahan makanan dekat toilet.
Tidak menjaga lingkungan memasak maupun toilet dengan bersih yang memungkinkan hewan seperti lalat, kecoa, atau pun semut menyebarkan bakteri patogen.
Jika dirinci, ada banyak sekali pintu masuk E. coli ke makanan dalam proses pengolahan dan penanganan makanan. Oleh sebab itu, diperlukan sistem keamanan pangan yang ketat dalam proses pengolahan makanan untuk menghasilkan makanan yang aman dan sehat.