Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Lama Makanan Sisa Bisa Disimpan? Cek Sebelum Dipanaskan
ilustrasi menyimpan makanan sisa di kulkas (flickr.com/U.S. Department of Agriculture)
  • Makanan matang yang mudah rusak sebaiknya masuk kulkas dalam 2 jam, atau maksimal 1 jam jika suhu lingkungan di atas 32 derajat Celsius.

  • Saran umumnya sebagian besar makanan sisa dihabiskan dalam 3–4 hari di kulkas, atau lebih cepat jika kondisi lingkungan panas.

  • Nasi perlu perhatian khusus karena spora Bacillus cereus dapat bertahan setelah dimasak. Pendinginan cepat lebih penting daripada sekadar memanaskannya kembali.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sisa makan malam masih banyak dan biasanya kamu akan menyimpannya di kulkas untuk dimakan lagi keesokan harinya. Selama tampilannya masih bagus dan tidak berbau aneh, makanan tersebut sering dianggap masih aman.

Akan tetapi, bakteri penyebab keracunan makanan tidak selalu membuat makanan berubah warna, berbau, atau terasa berbeda. Risiko terutama meningkat ketika makanan terlalu lama berada pada suhu yang memungkinkan bakteri berkembang biak.

Selain lama disimpan di kulkas, keamanan makanan sisa juga dipengaruhi oleh waktu sebelum masuk kulkas, suhu kulkas, cara mendinginkan, dan cara memanaskannya kembali.

1. Jangan menunggu makanan berjam-jam sebelum masuk kulkas

Setelah selesai makan, makanan matang yang mudah rusak sebaiknya tidak dibiarkan berjam-jam di atas meja.

Bakteri berkembang dengan cepat pada rentang suhu sekitar 5–60 derajat Celsius (disebut danger zone). Rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), makanan matang sebaiknya tidak berada pada suhu ruang lebih dari 2 jam dan segera disimpan pada suhu di bawah 5 derajat Celsius, bahkan lebih cepat ketika cuaca sangat panas.

Masukkan makanan yang mudah rusak ke dalam kulkas maksimal 1 jam pada kondisi biasa, dan maksimal 1 jam jika suhu lingkungan melebihi 32 derajat Celsius.

Aturan 1 jam relevan juga berlaku untuk makanan yang dibawa piknik, berada di dalam mobil panas, atau disajikan di luar ruangan pada siang hari.

Jika makanan sudah melewati batas tersebut, memasukkannya ke kulkas tidak memperbaikinya, begitu pula dengan memanaskannya kembali. Beberapa bakteri dapat menghasilkan toksin yang tahan terhadap panas

2. Di kulkas, sebagian besar makanan sisa bertahan 3–4 hari

U.S. Department of Agriculture (USDA) menyarankan makanan matang sisa disimpan di lemari pendingin selama 3–4 hari. Setelahnya, sebaiknya buang atau makanan dibekukan dari awal jika belum akan dimakan.

Panduan dari WHO, makanan sisa sebaiknya tidak berada di kulkas lebih dari 3 hari dan tidak dipanaskan kembali lebih dari satu kali.

Panduan praktisnya seperti ini:

Kondisi penyimpanan

Batas yang dianjurkan

Suhu ruang

Maksimal 2 jam

Suhu lingkungan >32 derajat Celcius

Maksimal 1 jam

Kulkas ≤4–5 derajat Celcius

Sekitar 3–4 hari

Freezer sekitar -18 derajat Celcius

3–4 bulan untuk kualitas terbaik

Nasi matang di kulkas

Maksimal 24 jam

Sup dan semur, daging atau ayam matang, kaseol, piza, serta sebagian besar lauk matang termasuk makanan yang umumnya bisa tahan sekitar 3–4 hari jika sejak awal didinginkan dan disimpan dengan benar.

Memasukkan makanan ke kulkas juga tidak menghentikan pertumbuhan mikroorganisme sepenuhnya. Suhu rendah memperlambat pertumbuhan, tetapi beberapa organisme, termasuk Listeria monocytogenes, mampu berkembang pada suhu refrigerasi.

3. Simpan sisa nasi putih secara hati-hati

ilustrasi nasi putih sisa (unsplash.com/Phen Phy)

Risiko dari nasi sedikit berbeda dari banyak makanan matang lainnya. Beras mentah dapat mengandung spora Bacillus cereus. Sebagian spora mampu bertahan setelah nasi dimasak. Jika nasi matang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, spora dapat berkembang menjadi bakteri dan menghasilkan toksin yang menyebabkan muntah atau diare.

Kesalahan suhu penyimpanan selama proses memasak, mendinginkan, dan memanaskan kembali merupakan faktor utama dalam keracunan B. cereus terkait nasi.

Risikonya bukan dari tindakan memanaskan nasi dua kali, melainkan dari bagaimana nasi disimpan sebelumnya. Salah satu toksin B. cereus, yaitu cereulide, tahan panas sehingga pemanasan tidak selalu mampu menetralkannya.

Panduannya:

  • Dinginkan secepat mungkin, idealnya dalam 1 jam.

  • Masukkan ke kulkas.

  • Konsumsi dalam 24 jam.

  • Panaskan kembali hanya satu kali dan pastikan seluruh bagian mengepul panas.

Jangan meninggalkan nasi semalaman di dalam rice cooker yang sudah mati atau di atas meja kemudian baru memasukkannya ke kulkas pada pagi hari.

4. Tidak perlu menunggu makanan benar-benar dingin

Ada kebiasaan menunggu sup atau lauk mencapai suhu ruang sebelum memasukkannya ke kulkas. Untuk makanan sisa, menunggu terlalu lama justru memperpanjang waktu berada di danger zone.

Makanan panas bisa langsung dimasukkan ke kulkas. Untuk jumlah besar, pindahkan ke beberapa wadah yang dangkal agar panas lebih cepat keluar. Sup atau semur dalam satu panci besar akan butuh waktu lebih lama untuk dingin hingga bagian tengahnya.

Tipsnya:

  • Bagi makanan dalam beberapa porsi kecil.

  • Gunakan wadah yang dangkal dan bersih.

  • Tutup atau bungkus dengan baik.

  • Masukkan ke kulkas maksimal dalam 2 jam setelah selesai dimasak atau disajikan.

  • Tulis tanggal penyimpanan pada wadah.

Menuliskan tanggal dapat mencegah situasi ketika satu wadah ditemukan di belakang kulkas tanpa ada yang ingat apakah dibuat 2 atau 6 hari lalu.

Pastikan suhu kulkas juga di kisaran aman. Suhu aktual dapat melebihi rekomendasi, sehingga termometer kulkas dapat membantu memastikan suhu penyimpanan.

5. Kalau tidak akan segera dimakan, bekukan saja

Makanan yang kemungkinan tidak habis dalam beberapa hari sebaiknya dibekukan lebih awal daripada menunggu hingga hari keempat.

Makanan sisa bisa disimpan di freezer selama 3–4 bulan untuk mempertahankan kualitas terbaik. Jika terus-menerus berada pada suhu beku yang aman, makanan bisa tahan lebih lama, tetapi tekstur, rasa, dan kelembapannya bisa menurun.

BPOM menganjurkan pangan beku disimpan pada suhu sekitar -18 derajat Celsius atau lebih rendah dan menggunakan prinsip FIFO (first in, first out), yaitu menggunakan stok yang disimpan lebih dahulu sebelum yang lebih baru.

Saat ingin memakannya, cairkan makanan di kulkas, menggunakan air dingin dengan prosedur aman, atau microwave. Jangan mencairkannya selama berjam-jam di meja dapur.

Saat dipanaskan kembali, anjurannya panaskan hingga mencapai suhu internal 74 derajat Celsius. Sup, saus, dan kuah dapat dipanaskan sampai mendidih. Kalau pakai menggunakan microwave, aduk atau putar makanan agar tidak ada bagian tengah yang masih dingin.

Bau asam, lendir, perubahan tekstur, atau jamur jelas menjadi alasan untuk membuang makanan. Namun, tidak adanya tanda-tanda tersebut tidak menjamin makanan aman karena mikroorganisme penyebab penyakit dapat hadir tanpa mengubah rasa, aroma, dan penampilan.

Jika tidak yakin sudah berapa lama makanan berada di luar atau di dalam kulkas, jangan mencicipinya untuk menguji keamanan.

Referensi

World Health Organization, "Five Keys to Safer Food Manual," diakses Agustus 2026.

U.S. Department of Agriculture, Food Safety and Inspection Service, “Leftovers and Food Safety,” diakses Agustus 2026.

Balai POM Tasikmalaya, “Waspadai Zona Suhu Pangan: Langkah Sederhana Mencegah Keracunan Makanan,”

diakses Agustus 2026.

U.S. Department of Agriculture, Food Safety and Inspection Service, “How Long Can You Keep Leftovers in the Refrigerator?,” diakses Agustus 2026.

Ludivine Bonanno et al., “Which Domestic Refrigerator Temperatures in Europe?—Focus on Shelf-Life Studies Regarding Listeria monocytogenes (Lm) in Ready-to-Eat (RTE) Foods,” Food Microbiology 123 (2024): 104595, https://doi.org/10.1016/j.fm.2024.104595.

“Temperature Profiling of Household Refrigerators in Scotland Using a Citizen Science Approach,” 2026, PubMed.

P. Y. Woh and C. Ng, “Bacillus cereus in Rice: A Review on Food Poisoning, Antimicrobial Resistance, and Control Measures,” Tropical Biomedicine 41, no. 3 (2024): 298–309, https://doi.org/10.47665/tb.41.3.010.

Food Standards Agency, “Home Food Fact Checker: Rice,” diakses Agustus 2026.

U.S. Department of Agriculture, Food Safety and Inspection Service, “Safe Minimum Internal Temperature Chart,” diakses Agustus 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article