Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cacing Keluar dari Mulut Usai Minum Obat Cacing, Ini Kata Guru Besar UGM

ilustrasi minum obat (unsplash.com/danilo.alvesd)
ilustrasi minum obat (unsplash.com/danilo.alvesd)
Intinya sih...
  • Guru Besar Farmasi UGM menjelaskan keluarnya cacing dari mulut dan hidung termasuk kondisi ekstrem yang jarang terjadi, tidak ada obat yang memicu keluarnya cacing secara hidup-hidup.
  • Keluarnya cacing melalui mulut atau hidung bukan efek langsung dari obat cacing, melainkan kombinasi infeksi berat, jumlah cacing banyak, pengaruh obat yang melumpuhkan, dan kondisi tubuh tertentu.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tren minum obat cacing belakangan ramai diperbincangkan, terutama setelah kasus seorang balita meninggal dunia akibat infeksi cacing. Kejadian ini membuat banyak orang, termasuk kalangan Gen Z, mulai sadar akan pentingnya pencegahan melalui penggunaan obat cacing.

Namun, di sisi lain, muncul rasa takut karena beredar cerita menakutkan bahwa setelah minum obat cacing, cacing bisa keluar dari mulut atau hidung dalam keadaan hidup. Fenomena ini memunculkan dilema, antara kebutuhan menjaga kesehatan dan ketakutan akibat cerita yang belum tentu benar adanya.

Bisa terjasi, tetapi sangat jarang

Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati, menjelaskan bahwa keluarnya cacing dari mulut dan hidung sebenarnya termasuk kondisi ekstrem yang jarang terjadi. Tidak ada obat yang bisa memicu keluarnya cacing secara hidup-hidup dari dalam tubuh.

"Sebenarnya itu kondisi yang jarang dan mungkin ekstrem, tergantung dari jumlah cacing di dalam tubuh dan lokasinya di dalam tubuh. Gak ada istilahnya obat yang memicu keluarnya cacing, apalagi hidup-hidup," ujarnya kepada IDN Times.

Lebih lanjut Prof. Zullies menjelaskan, pada sebagian besar kasus, cacing yang sudah mati akan hancur di usus dan keluar bersama feses sehingga bentuknya tidak tampak jelas.

Pada beberapa jenis cacing tertentu yang ukurannya besar (misalnya, Ascaris lumbricoides/cacing gelang), kadang masih bisa terlihat utuh atau sebagian terpotong dalam tinja.

"Jadi, tidak ada kepastian semua cacing akan terlihat utuh. Tergantung jenis cacing, ukuran, jumlah, dan cara kerja obatnya. Jadi, juga bukan masalah dewasa atau anak-anak," Prof. Zullies menjelaskan.

Kenapa cacing bisa keluar dari mulut dan/atau hidung?

Cacing parasit Ascaris lumbricoides dewasa. (commons.wikimedia.org/SuSanA Secretariat)
Cacing parasit Ascaris lumbricoides dewasa. (commons.wikimedia.org/SuSanA Secretariat)

Fenomena keluarnya cacing dari mulut atau hidung memang jarang terjadi, tetapi secara medis memang mungkin saja terjadi, terutama pada infeksi cacing gelang yang berat.

Dalam kondisi normal, cacing dewasa hidup di usus halus dan akan keluar bersama feses setelah dilumpuhkan atau dibunuh oleh obat cacing. Namun, pada pasien dengan beban infeksi tinggi, cacing dapat bermigrasi secara abnormal ke saluran cerna bagian atas.

Perpindahan ini menuntut cacing melewati lambung. Meskipun lingkungan lambung sangat asam, tetapi kutikula tebal yang menyelimuti tubuh cacing dewasa memungkinkan mereka bertahan hidup sementara sehingga dapat mencapai esofagus, lalu keluar melalui mulut saat muntah atau bahkan menembus ke rongga hidung melalui nasofaring.

Faktor selain obat

Migrasi abnormal tersebut umumnya dipicu oleh faktor tertentu. Pemberian obat cacing seperti albendazole, mebendazole, pirantel pamoat, atau piperazin dapat menyebabkan cacing dewasa menjadi lumpuh atau terganggu metabolisme energinya.

"Dalam kondisi 'stres' akibat obat, sebagian cacing kehilangan orientasi dan bergerak tidak terarah, termasuk ke arah lambung. Selain obat, faktor lain yang dapat memicu migrasi adalah demam tinggi, anestesi, atau gangguan pergerakan usus. Pada saat pasien muntah, cacing yang sudah berada di lambung dapat ikut keluar hidup-hidup melalui mulut, atau kadang terlihat keluar lewat hidung saat tidur," Prof. Zullies menjelaskan.

Dengan demikian, keluarnya cacing melalui mulut atau hidung bukanlah efek langsung dari obat cacing untuk memicu muntah, melainkan kombinasi dari infeksi berat dengan jumlah cacing yang banyak, pengaruh obat yang melumpuhkan cacing, serta adanya kondisi tubuh tertentu yang memfasilitasi migrasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Delvia Y Oktaviani
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us