Psikosis postpartum kembali menjadi perhatian setelah kasus Lindsay Clancy di Amerika Serikat. Mantan perawat persalinan itu sedang menjalani persidangan atas kematian tiga anaknya pada Januari 2023.
Tim pembela berargumen bahwa Clancy mengalami psikosis postpartum dan kehilangan kontak dengan realitas ketika kejadian berlangsung, sedangkan jaksa membantah bahwa ia mengalami psikosis akut dan menilai tindakannya dilakukan secara sadar.
Hingga akhir Agustus 2026, kondisi mental Clancy ketika kejadian masih menjadi salah satu isu utama yang dipertimbangkan juri.
Kasus ekstrem seperti ini tidak menggambarkan sebagian besar orang dengan psikosis postpartum. Kondisi tersebut memang langka, sekitar 1–2 kasus per 1.000 persalinan, tetapi termasuk kegawatdaruratan psikiatri karena gejalanya dapat berkembang cepat, biasanya dalam hari atau minggu pertama setelah melahirkan.
Gejalanya dapat berupa kebingungan, mania, perubahan suasana hati ekstrem, delusi, atau halusinasi.
Pertanyaannya, bisakah psikosis postpartum dicegah?
