Kejang atau gangguan ingatan saja tidak cukup untuk menyimpulkan keracunan asam domoat. Dokter perlu menilai gejala, waktu kemunculannya, dan riwayat konsumsi makanan laut.
Pemeriksaan laboratorium tertentu dapat mendeteksi asam domoat dalam urine maupun sampel makanan; ketersediaannya bergantung pada fasilitas.
Belum ada penawar khusus untuk keracunan ini. Perawatan ditujukan untuk menangani gejala dan menjaga fungsi tubuh, dengan dukungan intensif pada kasus berat.
Jika setelah makan muncul kejang, kebingungan, penurunan kesadaran, atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis dan sampaikan makanan yang dikonsumsi serta waktu munculnya keluhan.
Referensi
J. S. Teitelbaum et al., “Neurologic Sequelae of Domoic Acid Intoxication Due to the Ingestion of Contaminated Mussels,” New England Journal of Medicine 322, no. 25 (1990): 1781–87, https://doi.org/10.1056/NEJM199006213222505.
Vernon E. Ansdell, “Food Poisoning from Marine Toxins,” dalam CDC Yellow Book, diakses September 2026.
U.S. Food and Drug Administration, “Chapter 6: Natural Toxins,” dalam Fish and Fishery Products Hazards and Controls Guidance, diakses September 2026.
BC Centre for Disease Control, “Amnesic Shellfish Poisoning,” diakses September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Testing Guidance for Illnesses Caused by Saltwater Harmful Algal Blooms,” diakses September 2026.
Washington State Department of Health, “Amnesic Shellfish Poisoning (ASP) from Domoic Acid,” diakses September 2026.