ilustrasi dokter memeriksa hasil rontgen paru-paru pasien (pexels.com/Anna Shvets)
Nodul paru dapat muncul karena berbagai penyebab, seperti bekas infeksi yang telah sembuh, peradangan, jaringan parut, atau kanker.
Menurut American Thoracic Society, sebagian besar nodul paru bukan kanker. Secara keseluruhan, kurang dari 5 persen nodul berakhir sebagai kanker. Namun, risiko pada setiap orang berbeda-beda. Dokter juga akan mempertimbangkan ukuran dan bentuk nodul, perubahannya dari waktu ke waktu, serta riwayat kesehatan dan faktor risiko masing-masing pasien.
Sebagian besar nodul paru ditemukan secara tidak sengaja melalui pemeriksaan rontgen atau CT scan, bukan karena menimbulkan gejala tertentu. Jika nodul terdeteksi, dokter akan menilai apakah cukup dipantau, memerlukan pemeriksaan lanjutan, atau perlu biopsi. Keputusan ini bergantung pada karakteristik nodul dan kondisi pasien secara keseluruhan.