- Hiperemesis gravidarum (mual dan muntah berat).
- Tekanan darah rendah atau sering pusing.
- Anemia sedang–berat.
- Diabetes gestasional.
- Riwayat kontraksi prematur.
- Pertumbuhan janin terhambat (IUGR).
- Kehamilan kembar dengan risiko tinggi.
Ibu Hamil Puasa, Amankah untuk Janin? Ini Kata Dokter

Ibu hamil boleh berpuasa jika kondisi kehamilan sehat, tetapi tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan sebelum berpuasa.
Puasa tidak dianjurkan bagi ibu hamil dengan risiko tinggi seperti anemia berat, diabetes gestasional, tekanan darah rendah, atau pertumbuhan janin terhambat karena dapat meningkatkan risiko komplikasi.
Pada kehamilan sehat, puasa umumnya aman asalkan asupan nutrisi dan cairan tercukupi saat sahur dan berbuka. Segera hentikan puasa jika muncul tanda bahaya.
Bagi banyak perempuan muslim, puasa Ramadan adalah bagian penting dari ibadah. Namun, saat hamil, muncul pertanyaan yang jauh lebih krusial soal apakah puasa aman untuk janin.
Di satu sisi, tubuh ibu mengalami perubahan metabolik besar untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin. Di sisi lain, puasa berarti perubahan pola makan, asupan cairan, serta ritme energi harian. Kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran mengenai apakah janin tetap mendapat nutrisi yang cukup, apakah risiko dehidrasi meningkat, dan adakah dampak jangka panjang pada tumbuh kembang janin.
Aturan puasa saat hamil
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Eka Hospital PIK, dr. Alfonso Anggriawan, Sp.OG, menjelaskan bahwa secara medis, ibu hamil boleh berpuasa jika kondisi kehamilan sehat dan tidak berisiko. Namun, dalam ajaran Islam, mereka termasuk golongan yang mendapat keringanan (rukhsah) untuk tidak berpuasa jika khawatir terhadap kesehatannya atau janin.
Keputusan berpuasa sebaiknya mengacu pada kondisi medis, terlebih dahulu melakukan konsultasi dengan dokter kandungan atau bidan, dan tidak memaksakan diri.
Puasa tidak dianjurkan jika ibu mengalami:
Jika memiliki salah satu atau beberapa kondisi di atas, memaksakan diri untuk berpuasa dapat meningkatkan risiko dehidrasi, hipoglikemia hingga kontraksi.
Pengaruhnya ke janin

Pada kehamilan sehat, penelitian menunjukkan puasa umumnya tidak berdampak signifikan terhadap berat lahir atau kondisi janin jika asupan nutrisi tetap tercukupi. Namun, janin bisa terpengaruh jika ibu hamil mengalami kondisi di bawah ini:
- Kurang asupan cairan.
- Kekurangan kalori dan protein.
- Mengalami penurunan berat badan drastis.
"Kunci utamanya adalah kualitas asupan saat sahur dan berbuka, bukan hanya kuantitas," kata dr. Alfonso dalam keterangan tertulis.
Tips aman berpuasa
Jika dokter menyatakan kondisi calon ibu aman untuk berpuasa, kamu bisa mengikuti panduan di bawah ini:
- Jangan pernah melewatkan sahur.
- Pilih makanan tinggi protein (telur, ayam, ikan), karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal), lemak sehat, serta sayur dan buah.
- Cukupi kebutuhan cairan 2–3 liter/hari.
- Hindari makanan terlalu manis dan berminyak. Lonjakan gula darah dapat membuat tubuh cepat lemas.
- Istirahat yang cukup. Kurangi aktivitas berat dan paparan panas berlebihan.
- Tetap konsumsi vitamin prenatal sesuai anjuran dokter.
Segera batalkan puasa jika mengalami:
- Pusing berat atau hampir pingsan.
- Gerakan janin berkurang.
- Kontraksi atau nyeri perut hebat.
- Dehidrasi (urine sangat sedikit dan pekat).
- Mual muntah hebat.
"Puasa saat hamil bisa dilakukan pada kondisi tertentu, tetapi tidak wajib jika berisiko bagi kesehatan. Setiap kehamilan berbeda, sehingga keputusan terbaik adalah yang mempertimbangkan aspek medis dan kenyamanan ibu," dr. Alfonso mengatakan.








![[QUIZ] Dari Warna Sepatu Olahragamu, Kami Tebak Cara Kamu Hadapi Tantangan](https://image.idntimes.com/post/20220409/pexels-run-ffwpu-2526878-231598487f96cc977f2f775a83051a8e-0f10c519478ccc720c29106b6975c7b5.jpg)









