Kaki kecil itu mungkin terlihat kuat mengikuti jejak orang tuanya, tetapi tubuh anak bekerja dengan cara yang sangat berbeda. Dalam aktivitas ekstrem seperti naik gunung, anak—terutama yang berusia di bawah tiga tahun—memiliki risiko jauh lebih besar terhadap kehilangan panas, dehidrasi, hingga kondisi darurat seperti hipotermia.
Alasan-alasan inilah yang menjadi alasan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak merekomendasikan membawa anak usia di bawah 3 tahun ke aktivitas pendakian gunung. Bukan semata soal kemampuan berjalan, tetapi tentang keterbatasan fisiologis anak yang membuat mereka jauh lebih rentan dibanding orang dewasa, terutama di lingkungan dengan cuaca ekstrem dan akses evakuasi yang terbatas.
