ilustrasi minum minuman manis (magnific.com/magnific)
Es kopi dengan sirop, teh susu, soda, minuman energi, makanan kemasan, dan menu cepat saji begitu mudah masuk ke dalam pola makan harian. Ketika minuman berpemanis dan makanan ultraproses mendominasi pola makan, efeknya dapat terlihat pada berat badan, gula darah, trigliserida, tekanan darah, hingga risiko kardiovaskular jangka panjang.
Studi prospektif terhadap 288.747 orang usia 20–39 tahun menemukan konsumsi minuman berpemanis sebanyak dua porsi atau lebih per hari dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 59 persen lebih tinggi dibanding tingkat konsumsi yang lebih rendah.
Sebuah metaanalisis tahun 2024 yang menggabungkan 20 penelitian dengan lebih dari 1,1 juta peserta menemukan hubungan dosis-respons, yaitu setiap tambahan satu porsi makanan ultra proses per hari dikaitkan dengan kenaikan risiko kejadian kardiovaskular sekitar 2,2 persen. Kelompok dengan proporsi konsumsi tertinggi memiliki risiko sekitar 21 persen lebih tinggi dibanding kelompok terendah dalam analisis berdasarkan berat makanan.
Jadi, usia muda tidak kebal dari risiko kardiovaskular. Penggunaan vape, kurang tidur, terlalu banyak duduk, serta pola makan yang didominasi minuman berpemanis dan makanan ultraproses menjadi relevan dapat berisiko bagi kesehatan.
Kabar baiknya, tidak terlambat untuk segera mengubah kebiasaan buruk di atas. Orang dewasa muda yang memperbaiki kebiasaan sehat selama perjalanan menuju usia paruh baya kemungkinannya lebih rendah mengalami tanda aterosklerosis dibanding mereka yang kebiasaan sehatnya memburuk.
Referensi
Fangqi Guo et al., “Association Between Cardiovascular Health and Subclinical Atherosclerosis Among Young Adults Using the American Heart Association's ‘Life's Essential 8’ Metrics,” Journal of the American Heart Association 13, no. 15 (2024): e033990, doi:10.1161/JAHA.123.033990.
World Health Organization Indonesia, “WHO Calls for Bold Moves to Protect the Next Generation from Tobacco and Nicotine,” diakses Agustus 2026.
Carmen Ranchal-Lavela et al., “Time- and Dose-Dependent Cardiovascular Effects of Nicotine-Containing Electronic Cigarettes in Young Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Toxics 13, no. 10 (2025): 831, doi:10.3390/toxics13100831.
American Heart Association, “Life's Essential 8: How to Get Healthy Sleep,” diakses Agustus 2026.
Murat Sunbul et al., “Acute Sleep Deprivation Is Associated with Increased Arterial Stiffness in Healthy Young Adults,” Sleep and Breathing 18, no. 1 (2014): 215–20, doi:10.1007/s11325-013-0873-9.
Jason M. Nagata et al., “Television Viewing from Young Adulthood to Middle Age and Premature Cardiovascular Disease Events: A Prospective Cohort Study,” Journal of General Internal Medicine 39 (2024): 2780–87, doi:10.1007/s11606-024-08951-z.
Chien-Hua Chen et al., “Association of Sugar-Sweetened Beverages and Cardiovascular Diseases Mortality in a Large Young Cohort of Nearly 300,000 Adults (Age 20–39),” Nutrients 14, no. 13 (2022): 2720, doi:10.3390/nu14132720.
Yang Qu et al., “Ultra-Processed Food Consumption and Risk of Cardiovascular Events: A Systematic Review and Dose-Response Meta-Analysis,” EClinicalMedicine 69 (2024): 102484, doi:10.1016/j.eclinm.2024.102484.
Bonnie Spring et al., “Healthy Lifestyle Change and Subclinical Atherosclerosis in Young Adults: Coronary Artery Risk Development in Young Adults (CARDIA) Study,” Circulation 130, no. 1 (2014): 10–17.