ilustrasi berhenti merokok (IDN Times/NRF)
Australia menjadi negara pertama yang menerapkan kemasan polos secara nasional pada tahun 2012. Analisis yang dilakukan untuk pemerintah Australia memperkirakan prevalensi merokok selama 34 bulan setelah penerapan kebijakan sekitar 0,55 poin persentase lebih rendah daripada perkiraan tanpa perubahan kemasan.
Bukan berarti jumlah perokok turun 55 persen. Jika prevalensi awalnya 15 persen, penurunan 0,55 poin persentase berarti angkanya menjadi sekitar 14,45 persen.
Terlihat kecil, tetapi dampaknya bisa berarti banyak orang pada tingkat populasi. Namun, analisis tersebut menilai kemasan polos bersama peringatan kesehatan bergambar yang diperbesar. Pada saat yang sama, ada juga perubahan harga, kampanye kesehatan, dan kebijakan tembakau lainnya. Pengaruh setiap kebijakan sulit dipisahkan.
Hasil dari negara lain juga tidak selalu sama. Analisis deret waktu di Inggris yang melibatkan lebih dari 257 ribu responden tidak menemukan perubahan bermakna pada rata-rata jumlah rokok yang diisap setelah kemasan terstandar diterapkan. Setelah faktor lain diperhitungkan, bukti penurunan merokok yang besar pada kelompok usia 16–24 tahun juga tidak terlihat jelas.
Apakah artinya gagal? Belum tentu. Kebijakan tersebut mungkin lebih kuat dalam mencegah seseorang mulai merokok, mengurangi keterikatan dengan merek, atau memicu percobaan berhenti daripada secara langsung mengubah jumlah rokok yang dikonsumsi setiap hari.
Bagaimana dengan kemasan polos vape?
Bukti tentang kemasan vape jauh lebih terbatas. Sebagian besar penelitian belum mengukur apakah kemasan polos meningkatkan keberhasilan berhenti merokok atau membuat pengguna berhenti menggunakan vape.
Sebuah penelitian di Britania Raya melibatkan 2.469 remaja dan 12.046 orang dewasa. Sebanyak 35,8 persen remaja yang melihat vape dalam kemasan hijau terstandar menyatakan tidak tertarik mencobanya, dibanding 28,7 persen yang melihat kemasan bermerek. Di kalangan orang dewasa, kemasan tersebut tidak terlihat menurunkan ketertarikan untuk mencoba vape secara konsisten.
Hasil itu menunjukkan kemasan polos berpotensi mengurangi daya tarik vape bagi anak muda tanpa otomatis menghalangi ketertarikan orang dewasa. Namun, penelitian hanya menilai minat terhadap gambar produk, bukan penggunaan di dunia nyata atau keberhasilan berhenti merokok.
Jadi, belum bisa disimpulkan bahwa kemasan polos vape membantu seseorang berhenti merokok. Manfaat yang paling didukung saat ini adalah mengurangi penggunaan kemasan sebagai sarana pemasaran kepada anak dan remaja.