Abu vulkanik dari aktivitas gunung api dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah yang jauh dari sumber erupsi. Berbeda dengan asap biasa, abu vulkanik bukan hanya kumpulan partikel hasil pembakaran, melainkan fragmen batuan dan mineral yang sangat halus. Ketika terhirup, partikel tersebut dapat mengiritasi saluran pernapasan, bahkan masuk hingga ke bagian paru-paru yang lebih dalam.
Abu vulkanik juga dapat mengganggu mata, hidung, dan tenggorokan, terutama ketika konsentrasinya tinggi. Karena itu, paparan abu vulkanik tidak bisa dianggap sama seperti menghirup asap kendaraan atau asap pembakaran biasa. Lantas, apa yang membuat abu vulkanik bisa lebih berbahaya bagi tubuh? Berikut penjelasan detail soal bahaya abu vulkanik yang harus kamu tahu.
