Bahaya campak tidak selalu berhenti setelah anak sembuh. Dalam kasus yang sangat jarang, campak bisa menyebabkan SSPE (subacute sclerosing panencephalitis), yaitu penyakit otak progresif yang fatal dan muncul bertahun-tahun setelah infeksi awal.
Penelitian juga menunjukkan bahwa campak dapat “menghapus” sebagian memori imun tubuh. Artinya, setelah sembuh dari campak, anak bisa menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain yang sebelumnya sudah pernah dilawan tubuhnya. Inilah mengapa pencegahan jauh lebih penting daripada pengobatan.
Kabar baiknya, campak bisa dicegah. Vaksin MMR terbukti sangat efektif. Dua dosis vaksin MMR mampu mencegah sekitar 99 persen kasus campak dan memberikan perlindungan jangka panjang. Dengan imunisasi yang lengkap, bukan hanya anak sendiri yang terlindungi, tetapi juga bayi dan individu lain yang belum bisa divaksin.
Campak bukan sekadar ruam merah dan demam biasa. Bagi anak-anak, penyakit ini bisa menjadi sangat serius. Jadi, memastikan imunisasi lengkap adalah salah satu keputusan terpenting yang bisa dilakukan orang tua untuk melindungi buah hati.
Referensi
Barclay, A. J., Foster, A., & Sommer, A. (1987). "Vitamin A supplements and mortality related to measles: a randomised clinical trial." BMJ, 294(6567), 294–296. https://doi.org/10.1136/bmj.294.6567.294.
"About Measles." Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada Februari 2026.
"Measles Fact Sheet." World Health Organization. Diakses pada Februari 2026.
Mina, M. J., Metcalf, C. J. E., De Swart, R. L., Osterhaus, A. D. M. E., & Grenfell, B. T. (2015). "Long-term measles-induced immunomodulation increases overall childhood infectious disease mortality." Science, 348(6235), 694–699. https://doi.org/10.1126/science.aaa3662.
Moss, W. J. (2017). "Measles." The Lancet, 390(10111), 2490–2502. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0
"Measles Patients are Mostly Children. Here's Why." PBS News. Diakses pada Februari 2026.