Tidak ada pengobatan khusus untuk menghilangkan virus campak atau ruam. Sebaliknya, fokusnya adalah pada perawatan suportif untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi:
Istirahat dan hidrasi: Penting untuk pemulihan dan dukungan imun.
Pengelolaan demam: Parasetamol atau ibuprofen dapat membantu mengelola demam dan ketidaknyamanan.
Suplemen vitamin A: Direkomendasikan oleh WHO untuk mengurangi keparahan gejala dan meningkatkan respons imun.
Kompres dingin dan losion kalamin: Ini dapat membantu menenangkan kulit dan mengurangi rasa gatal jika ada.
Jadi, ruam merah pada campak bukan hanya gejala luar semata, melainkan bukti bahwa tubuh sedang bekerja keras melawan infeksi, meski tetap perlu diwaspadai karena campak bukanlah penyakit yang bisa dianggap sepele.
Referensi
Laksono, B. M., Fortugno, P., Nijmeijer, B. M., De Vries, R. D., Cordisco, S., Kuiken, T., Geijtenbeek, T. B. H., Duprex, W. P., Brancati, F., & De Swart, R. L. (2020). "Measles skin rash: Infection of lymphoid and myeloid cells in the dermis precedes viral dissemination to the epidermis." PLoS Pathogens, 16(10), e1008253. https://doi.org/10.1371/journal.ppat.1008253.
Nelson, A. N., Putnam, N., Hauer, D., Baxter, V. K., Adams, R. J., & Griffin, D. E. (2017). "Evolution of T Cell Responses during Measles Virus Infection and RNA Clearance." Scientific Reports, 7(1), 11474. https://doi.org/10.1038/s41598-017-10965-z.
"Understanding the Measles Rash." Sahyadri Hospitals. Diakses pada Februari 2026.
"From Mpox to Measles: Why Viruses Cause Lesions and Rashes." The American Society for Microbiology. Diakses pada Februari 2026.