Ketika mengalami diare, tubuh kehilangan lebih banyak cairan dan elektrolit melalui feses. Karena itu, menjaga asupan cairan menjadi salah satu hal terpenting selama masa pemulihan.
Air putih, larutan oralit, dan kaldu dapat membantu mengganti cairan yang hilang. Sementara itu, makanan yang lebih mudah dicerna dapat dipilih selama gejala masih berlangsung. Untuk sementara, sebaiknya kurangi makanan atau minuman yang terasa memperburuk diare, seperti makanan sangat pedas dan berlemak, kafein, alkohol, atau produk susu jika memang membuat gejala semakin parah.
Pada sebagian besar kasus, suara perut akan ikut berkurang setelah diare mereda dan aktivitas usus kembali normal. Jadi, kalau perut terdengar lebih berisik ketika sedang diare, hal tersebut bisa menjadi bagian dari cara usus merespons gangguan yang sedang terjadi.
Referensi
Acibadem Health Point. Diakses pada September 2026. "Stomach Bubbling With Diarrhea: Causes."
Allfit Well. Diakses pada September 2026. "Diarrhea and Bubbling Abdominal Sounds: Why Your Stomach Gurgles After Diarrhea."
Science Insights. Diakses pada September 2026. "Why Is My Stomach Gurgling and I Have Diarrhea?"
YourHealthMagazine.net. Diakses pada September 2026. "What Causes Rumbling Stomach and Diarrhea?"