Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Diare Bisa Membuat Perut Berbunyi Lebih Sering?
ilustrasi perut bunyi (magnific.com/magnific)
  • Bunyi perut atau borborygmi muncul dari kontraksi usus yang mendorong makanan, cairan, dan gas; saat diare, aktivitas peristaltik meningkat sehingga suara lebih sering dan keras.
  • Iritasi usus, peningkatan cairan serta gas membuat bunyi gemuruh atau gemericik lebih terdengar. Pemicu diare dapat mencakup infeksi, intoleransi makanan, makanan tertentu, stres, dan obat-obatan.
  • Diare sementara umumnya membaik seiring pemulihan, tetapi perlu diperiksakan bila disertai dehidrasi, nyeri berat, demam, darah pada feses, penurunan berat badan, atau berulang. Cairan dan elektrolit perlu diganti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah mengalami diare lalu perut tiba-tiba lebih sering berbunyi? Suaranya bisa berupa keroncongan, gemuruh, atau seperti ada cairan yang sedang bergerak di dalam perut. Menariknya, bunyi tersebut kadang muncul bahkan saat kamu tidak merasa lapar.

Kondisi ini umum terjadi ketika sistem pencernaan sedang bermasalah. Selain bisa bolak-balik ke toilet, perut juga bisa terasa mulas, begah, dan terus mengeluarkan suara yang lebih ramai dari biasanya. Lantas, kenapa diare bisa membuat perut berbunyi lebih sering? Berikut penjelasannya!

1. Perut memang bisa berbunyi karena proses pencernaan

Bunyi dari dalam perut sebenarnya merupakan bagian normal dari aktivitas sistem pencernaan. Dalam dunia medis, suara ini disebut borborygmi.

Bunyi tersebut muncul ketika otot-otot saluran pencernaan berkontraksi secara ritmis untuk mendorong makanan, cairan, dan gas ke sepanjang usus. Gerakan ini dikenal sebagai peristaltik.

Dalam kondisi normal, suara yang dihasilkan biasanya cukup pelan sehingga tidak terlalu disadari. Namun, ketika aktivitas usus meningkat, bunyi tersebut bisa menjadi lebih keras dan lebih sering terdengar.

2. Saat diare, gerakan usus menjadi lebih aktif

Salah satu alasan utama perut lebih sering berbunyi saat diare adalah meningkatnya gerakan usus. Ketika saluran pencernaan mengalami iritasi, tubuh dapat mempercepat proses peristaltik.

Akibatnya, isi usus bergerak lebih cepat dari biasanya. Cairan, gas, dan feses yang lebih encer pun terdorong melewati saluran pencernaan dengan lebih kuat.

Pergerakan berbagai isi tersebut di dalam usus inilah yang dapat menghasilkan suara gemuruh atau bunyi seperti cairan yang bergolak. Jadi, suara perut yang lebih ramai saat diare sebenarnya bisa menjadi tanda bahwa usus sedang bekerja lebih aktif.

3. Cairan di dalam usus juga lebih banyak

ilustrasi diare (magnific.com/gpointstudio)

Diare tidak hanya berkaitan dengan feses yang lebih encer. Pada kondisi tertentu, usus juga dapat mengeluarkan lebih banyak cairan ke dalam saluran pencernaan.

Ketika jumlah cairan meningkat, semakin banyak pula isi yang bergerak di dalam usus. Ditambah dengan gas yang mungkin ikut terbentuk, pergerakan tersebut dapat menghasilkan bunyi yang lebih mudah terdengar.

Hal ini juga menjelaskan mengapa suara perut saat diare terkadang terdengar seperti suara gemericik. Ada lebih banyak cairan dan gas yang bergerak di dalam saluran pencernaan.

4. Iritasi usus bisa membuat bunyi makin sering

Diare dapat dipicu oleh berbagai kondisi, mulai dari infeksi saluran pencernaan, intoleransi makanan, hingga makanan atau minuman tertentu. Beberapa kondisi tersebut dapat membuat dinding usus mengalami iritasi.

Ketika usus mengalami iritasi, gerakannya dapat berubah menjadi lebih aktif. Proses penyerapan cairan dan zat makanan juga bisa ikut terganggu sehingga lebih banyak cairan tetap berada di dalam usus. Kombinasi antara iritasi, peningkatan gerakan usus, serta banyaknya cairan dan gas akhirnya membuat suara perut terdengar lebih sering.

5. Apa saja yang bisa memicu diare sekaligus membuat perut berbunyi?

Ada beberapa hal yang cukup sering berada di balik kondisi tersebut, di antaranya:

  • Infeksi saluran pencernaan, terutama akibat virus atau bakteri, yang dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan aktivitas usus.

  • Intoleransi makanan, misalnya intoleransi laktosa, yang dapat menyebabkan lebih banyak gas dan perubahan konsistensi feses.

  • Makanan dan minuman tertentu, seperti makanan pedas, makanan sangat berlemak, kafein, alkohol, atau pemanis buatan.

  • Stres dan kecemasan, yang pada sebagian orang dapat memengaruhi pergerakan usus dan membuat gejala pencernaan terasa lebih kuat.

  • Obat-obatan tertentu, termasuk beberapa jenis antibiotik atau produk yang mengandung magnesium, yang dapat memengaruhi keseimbangan bakteri maupun aktivitas saluran pencernaan.

6. Kapan suara perut dan diare perlu diperiksakan ke dokter?

ilustrasi gangguan pencernaan (magnific.com/katemangostar)

Perut yang lebih sering berbunyi saat diare umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan jika hanya berlangsung sementara dan membaik setelah kondisi pencernaan pulih. Namun, sebaiknya jangan mengabaikannya jika diare berlangsung selama beberapa hari atau disertai gejala lain.

Segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika terdapat tanda dehidrasi seperti sangat haus, urine berwarna gelap, pusing, atau tubuh terasa sangat lemas.

Pemeriksaan juga diperlukan jika diare disertai nyeri perut yang berat, demam, darah dalam feses, penurunan berat badan tanpa sebab, atau terjadi berulang kali.

7. Jangan lupa mengganti cairan yang hilang

Ketika mengalami diare, tubuh kehilangan lebih banyak cairan dan elektrolit melalui feses. Karena itu, menjaga asupan cairan menjadi salah satu hal terpenting selama masa pemulihan.

Air putih, larutan oralit, dan kaldu dapat membantu mengganti cairan yang hilang. Sementara itu, makanan yang lebih mudah dicerna dapat dipilih selama gejala masih berlangsung. Untuk sementara, sebaiknya kurangi makanan atau minuman yang terasa memperburuk diare, seperti makanan sangat pedas dan berlemak, kafein, alkohol, atau produk susu jika memang membuat gejala semakin parah.

Pada sebagian besar kasus, suara perut akan ikut berkurang setelah diare mereda dan aktivitas usus kembali normal. Jadi, kalau perut terdengar lebih berisik ketika sedang diare, hal tersebut bisa menjadi bagian dari cara usus merespons gangguan yang sedang terjadi.

Referensi

Acibadem Health Point. Diakses pada September 2026. "Stomach Bubbling With Diarrhea: Causes."

Allfit Well. Diakses pada September 2026. "Diarrhea and Bubbling Abdominal Sounds: Why Your Stomach Gurgles After Diarrhea."

Science Insights. Diakses pada September 2026. "Why Is My Stomach Gurgling and I Have Diarrhea?"

YourHealthMagazine.net. Diakses pada September 2026. "What Causes Rumbling Stomach and Diarrhea?"

Curated For You

Editorial Team

Related Article