Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Kesehatan Usus Bisa Memengaruhi Mood?

Kenapa Kesehatan Usus Bisa Memengaruhi Mood?
ilustrasi mikrobioma usus (vecteezy.com/DzianisVasilyeu)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Hubungan dua arah antara usus dan otak membuat kondisi pencernaan bisa memengaruhi emosi, sementara stres juga dapat memperburuk fungsi usus.
  • Usus disebut sebagai 'otak kedua' karena memiliki jutaan sel saraf yang berperan dalam mengatur pencernaan dan turut memengaruhi risiko kecemasan serta depresi.
  • Keseimbangan mikrobioma usus, pola makan sehat, serta pengelolaan stres berperan penting menjaga produksi serotonin dan kestabilan mood secara alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernah merasa perut mulas saat cemas, atau muncul "sensasi kupu-kupu" di perut saat gugup? Banyak orang mengira itu hanya reaksi biasa, padahal sebenarnya tubuh sedang menunjukkan hubungan antara usus dan otak. Sistem ini dikenal sebagai gut–brain axis, yaitu jalur komunikasi kompleks yang memungkinkan kondisi pencernaan memengaruhi emosi.

Hubungan ini bekerja dua arah. Saat kamu stres atau cemas, usus bisa ikut terganggu dan memicu gejala seperti mual atau diare. Sebaliknya, ketika kesehatan usus tidak optimal, suasana hati juga bisa ikut menurun. Inilah alasan menjaga kesehatan pencernaan juga penting untuk kestabilan mood dan kesehatan mental secara keseluruhan.

Table of Content

1. Hubungan antara usus dan otak merupakan jalur dua arah

1. Hubungan antara usus dan otak merupakan jalur dua arah

Sistem pencernaan dan otak saling “berbicara” setiap saat melalui saraf, hormon, dan sistem imun.

Ketika usus mengalami gangguan seperti peradangan atau iritasi, sinyal tersebut bisa dikirim ke otak melalui saraf vagus, lalu memicu perubahan emosi seperti cemas atau sedih.

Sebaliknya, stres dari pikiran juga bisa berdampak ke usus. Inilah alasan kenapa saat stres, seseorang bisa mengalami diare, mual, atau sembelit.

2. Usus sebagai “otak kedua”

Di dalam usus terdapat lebih dari 100 juta sel saraf yang dikenal sebagai enteric nervous system (ENS). Sistem ini sering dijuluki otak kedua karena mampu mengatur fungsi pencernaan secara mandiri.

Meski tidak bisa berpikir seperti otak utama, tetapi ENS terus mengirim sinyal ke sistem saraf pusat. Jika terjadi gangguan di usus, seperti pada pasien sindrom iritasi usus besar, kondisi ini sering diikuti dengan meningkatnya risiko kecemasan dan depresi.

3. Peran serotonin dan mikrobioma usus

Ilustrasi mikrobiota usus.
ilustrasi mikrobiota usus (IDN Times/NRF)

Menariknya, sekitar 90 persen serotonin (zat kimia yang berperan penting dalam mengatur mood, tidur, dan nafsu makan) diproduksi di usus, bukan di otak.

Produksi serotonin ini sangat dipengaruhi oleh mikrobioma usus, yaitu triliunan bakteri baik yang hidup di dalam saluran pencernaan. Jika keseimbangan bakteri ini terganggu (disebut disbiosis), dampaknya bisa meluas, mulai dari gangguan pencernaan hingga masalah mental, seperti depresi dan kecemasan.

Selain itu, ketidakseimbangan mikrobioma juga dapat memicu peradangan dan stres oksidatif, dua faktor yang sering dikaitkan dengan gangguan suasana hati.

4. Makanan yang kamu konsumsi berpengaruh besar

Apa yang kamu makan sangat menentukan kesehatan usus, dan pada akhirnya mood kamu juga.

Makanan ultraproses (tinggi gula, tepung olahan, dan bahan tambahan) dapat merusak keseimbangan bakteri baik dan memicu peradangan. Sebaliknya, makanan utuh dan alami seperti sayur, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan minyak zaitun terbukti mendukung kesehatan mental.

Pola makan seperti diet Mediterania bahkan dikaitkan dengan risiko depresi yang lebih rendah dan kesejahteraan mental yang lebih baik.

5. Probiotik, stres, dan cara menjaga kesehatan usus

Probiotik dan makanan fermentasi seperti yoghurt, kefir, kimci, atau sauerkraut dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus, meskipun penelitian masih terus berkembang. Namun, bukan hanya makanan yang berperan. Stres juga punya dampak besar.

Stres bisa memperparah gangguan pencernaan. Gangguan usus juga bisa memperburuk kecemasan dan brain fog. Karena itu, menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran sangat penting.

Agar hubungan usus dan mood tetap sehat, kamu bisa mencoba beberapa langkah sederhana berikut:

  • Konsumsi makanan utuh dan kurangi makanan ultraproses.
  • Perbanyak asupan serat (sekitar 30–40 gram per hari).
  • Tambahkan makanan fermentasi ke dalam menu harian.
  • Rutin berolahraga.
  • Kelola stres dengan tidur cukup, relaksasi, atau meditasi.

Kesehatan usus punya peran dalam menentukan bagaimana perasaan kamu. Dari produksi serotonin hingga komunikasi langsung dengan otak, usus penting dalam menjaga keseimbangan emosi.

Meski memperbaiki pola makan dan gaya hidup bisa membantu meningkatkan mood, tetapi penting diingat bahwa kondisi seperti depresi berat tetap butuh penanganan profesional. Namun, bagi banyak orang, menjaga kesehatan usus bisa menjadi langkah awal yang sederhana tapi berdampak besar.

Referensi

Franciscan Health. How Is Gut Health Connected To Mental And Physical Health? Diakses pada Maret 2026.

Harvard Health Publishing. "Gut Feelings: How Food Affects Your Mood." Diakses pada Maret 2026.

Johns Hopkins Medicine. "The Brain-Gut Connection." Diakses pada Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More