Mulailah dengan membuka tirai dan mencari cahaya alami setelah bangun. Jika memungkinkan, luangkan sekitar 30 menit di luar ruangan setiap hari, terutama pada pagi hari. Kamu bisa berjalan kaki, sarapan di teras, menyiram tanaman, atau perjalanan menuju tempat kerja.
Selanjutnya, pertahankan waktu bangun yang relatif konsisten. Cahaya pagi akan lebih efektif sebagai penanda waktu apabila tubuh menerimanya pada jadwal yang teratur. Pada sore menjelang malam, redupkan lampu, kurangi kecerahan layar, dan hindari cahaya terang menjelang tidur.
Perubahan tersebut perlu dicoba secara konsisten, bukan hanya satu atau dua hari. Kamu dapat mencatat waktu paparan cahaya, waktu mulai mengantuk, waktu tidur, dan rasa segar saat bangun selama satu hingga dua minggu untuk melihat polanya.
Paparan cahaya bukan solusi tunggal untuk semua masalah tidur. Stres, konsumsi kafein, jadwal kerja bergilir, nyeri, obat-obatan, gangguan kecemasan, sindrom kaki gelisah, dan sleep apnea juga dapat mengganggu tidur.
Temui dokter jika kesulitan tidur terjadi sedikitnya tiga malam per minggu, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau berlangsung selama tiga bulan. Mendengkur keras, napas terhenti, dan terbangun sambil terengah-engah juga perlu diperiksa.
Referensi
National Institute of General Medical Sciences. “Circadian Rhythms.” Diakses Juli 2026.
National Heart, Lung, and Blood Institute. “Circadian Rhythm Disorders: Treatment.” Diakses Juli 2026.
Timothy M. Brown et al., “Recommendations for Daytime, Evening, and Nighttime Indoor Light Exposure to Best Support Physiology, Sleep, and Wakefulness in Healthy Adults.” PLOS Biology 20, no. 3 (2022): e3001571, https://doi.org/10.1371/journal.pbio.3001571.
Luiz Antônio Alves de Menezes-Júnior et al., “The Role of Sunlight in Sleep Regulation: Analysis of Morning, Evening and Late Exposure.” BMC Public Health 25 (2025), https://doi.org/10.1186/s12889-025-24618-8.
Mohamed Boubekri et al., “Impact of Windows and Daylight Exposure on Overall Health and Sleep Quality of Office Workers: A Case-Control Pilot Study.” Journal of Clinical Sleep Medicine 10, no. 6 (2014): 603–11, https://doi.org/10.5664/jcsm.3780.
Mengyu He et al., “Morning Bright Light Improves Nocturnal Sleep and Next-Morning Alertness among Office Workers.” Sleep Health 9, no. 1 (2023): 48–54, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36058557/.
Maya Abboud, Fatmeh R. Rybchyn, Ross R. Rizk, and Rebecca S. Mason. “Vitamin D Supplementation and Sleep: A Systematic Review and Meta-Analysis of Intervention Studies.” Nutrients 14, no. 5 (2022): 1076, https://doi.org/10.3390/nu14051076.
Zahra Mirzaei-Azandaryani et al., “The Effect of Vitamin D on Sleep Quality: A Systematic Review and Meta-Analysis.” Nutritional Neuroscience (2022), https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35578558/.
National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI)."In Brief: Your Guide to Healthy Sleep." Diakses Juli 2026.
NHLBI. “Insomnia: Diagnosis.” Diakses Juli 2026.
NHLBI. “Sleep Apnea: Symptoms.” Diakses Juli 2026.