Penularan zoonosis dapat terjadi melalui berbagai cara. Salah satunya adalah kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.
Sentuhan, gigitan, atau cakaran dapat menjadi jalan masuk bagi patogen ke tubuh manusia. Air liur, darah, urine, dan kotoran hewan juga dapat membawa mikroorganisme penyebab penyakit. Rabies, misalnya, paling sering menular melalui gigitan hewan yang terinfeksi.
Namun, manusia tidak harus selalu menyentuh hewan secara langsung untuk tertular. Kontak tidak langsung juga bisa menjadi sumber penularan. Seseorang dapat terpapar patogen ketika membersihkan kandang, menyentuh benda yang terkontaminasi, atau berada di lingkungan yang tercemar kotoran hewan.
Ada pula penyakit yang ditularkan melalui perantara. Nyamuk, kutu, dan caplak dapat membawa patogen dari hewan ke manusia. Dalam kondisi ini, manusia mungkin tidak pernah melakukan kontak langsung dengan hewan yang menjadi sumber awal penyakit.
Makanan dan air juga dapat menjadi jalur penularan. Mengonsumsi daging yang tidak dimasak hingga matang, produk susu yang tidak dipasteurisasi, atau air yang tercemar kotoran hewan dapat meningkatkan risiko infeksi.
Beberapa patogen bahkan dapat menular melalui udara. Droplet atau partikel kecil yang berasal dari hewan yang terinfeksi bisa terhirup oleh manusia, terutama di lingkungan peternakan atau tempat dengan kepadatan hewan yang tinggi.