Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengapa Campak Diterapi Vitamin A, Bukan Antibiotik?
ilustrasi campak pada anak kecil (commons.wikimedia.org/CDC)
  • Campak disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak menjadi terapi utama kecuali jika muncul infeksi bakteri sekunder.

  • Pemberian vitamin A dosis tinggi penting karena virus campak menurunkan kadar vitamin A yang menjaga kesehatan jaringan epitel pada mata, saluran napas, dan pencernaan.

  • Tidak ada obat antivirus spesifik untuk campak, sehingga imunisasi menjadi langkah pencegahan paling efektif agar terhindar dari komplikasi serius.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Demam tinggi yang diikuti ruam kemerahan sering membuat orang tua panik dan berharap dokter segera meresepkan antibiotik. Namun, pada kasus campak, pendekatannya berbeda. Campak disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik bukanlah terapi utama kecuali jika muncul infeksi bakteri sekunder. 

Justru, yang menjadi bagian penting dari tata laksana campak adalah pemberian vitamin A dosis tinggi. Mengapa bukan antibiotik yang diutamakan, melainkan vitamin A? Jawabannya terletak pada cara virus campak memengaruhi sistem imun dan menurunkan kadar vitamin A dalam tubuh, yang berperan penting menjaga integritas jaringan seperti mata, saluran napas, dan saluran pencernaan.

Campak merupakan infeksi virus

Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT(K), Ketua IDAI Jawa Barat sekaligus anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, menegaskan bahwa terapi campak pada dasarnya bersifat suportif. Antibiotik tidak diberikan secara rutin karena campak adalah infeksi virus. Pemberian antibiotik hanya dilakukan jika ada infeksi sekunder bakteri, seperti pneumonia atau infeksi telinga.

“Campak virus tidak diberikan antibiotik. Terapinya justru vitamin A dosis tinggi, terutama pada kasus berat, anak dengan gizi buruk, atau bila ada komplikasi mata,” jelasnya.

Alasan vitamin A dibutuhkan untuk perawatan campak

ilustrasi campak (IDN Times/NRF)

Alasan pemberian vitamin A bukan tanpa dasar. Virus campak menyebabkan kadar vitamin A serum dalam tubuh menurun drastis. Kondisi ini berdampak pada jaringan epitel, yakni lapisan pelindung yang terdapat di mata, seluruh saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. 

Ketika kadar vitamin A turun, epitel menjadi kering dan mudah rusak, sehingga risiko komplikasi meningkat.

“Inilah sebabnya komplikasi campak sering mengenai mata, paru, hingga saluran cerna. Kalau sampai ke otak, itu karena penyebaran virusnya sendiri,” lanjut Prof. Anggraini.

Ketiadaan obat antivirus spesifik untuk campak, membuat Prof. Anggraini menekankan bahwa pencegahan melalui imunisasi jauh lebih penting dibandingkan dengan pengobatan setelah sakit.

Editorial Team