ilustrasi diare (freepik.com/jcomp)
Cara utama untuk mencegah dehidrasi adalah mengganti cairan dan elektrolit yang hilang sedini mungkin. Salah satunya dengan menggunakan oralit atau oral rehydration solution (ORS). Larutan ini mengandung kombinasi air, elektrolit, dan glukosa dalam komposisi yang membantu usus menyerap cairan secara lebih efektif. Minum sedikit-sedikit tetapi sering dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tanpa membuat perut terasa makin tidak nyaman.
Air putih tetap penting, tetapi pada diare yang cukup berat, air saja belum tentu menggantikan seluruh elektrolit yang hilang. Sebaliknya, minuman yang mengandung terlalu banyak gula juga sebaiknya tidak dijadikan pilihan utama karena kadar gula yang tinggi dapat menarik lebih banyak air ke dalam usus pada kondisi tertentu.
Segera cari pertolongan medis jika diare disertai tanda dehidrasi berat, seperti sangat lemas, kebingungan, buang air kecil sangat sedikit, mata tampak cekung, atau kondisi terus memburuk. Semakin banyak cairan yang hilang dan semakin lama diare berlangsung, semakin besar pula risiko tubuh mengalami gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.
Jadi, diare bisa menyebabkan dehidrasi karena tubuh kehilangan air dan elektrolit lebih cepat daripada kemampuan usus untuk menyerapnya kembali. Inilah alasan mengganti cairan sejak awal penting dilakukan agar diare tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Referensi
Healthcare Consultant USA. Diakses pada September 2026. "Does Diarrhea Result In Electrolyte Loss?"
LivHospital. Diakses pada September 2026. "Why Does Diarrhea Cause Dehydration and How to Prevent It?"
Ubie Health. Diakses pada September 2026. "Why Does Chronic Diarrhea Cause Dehydration?"
Vita Library. Diakses pada September 2026. "Dehydration From Diarrhea: Signs, ORS, and When to Get Help."