Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Seseorang Mengalami Buta Warna? Ini Penjelasan Medisnya!

potret mata (pexels.com/Joao Jesus)
potret mata (pexels.com/Joao Jesus)

Saat mendaftar kuliah atau mendaftar pekerjaan tertentu, beberapa di antaranya mempersyaratkan tes buta warna. Tes buta warna ini digunakan sebagai skrining apakah seseorang memiliki permasalahan dalam membedakan warna atau tidak. 

Banyak yang menganggap bahwa seseorang yang mengalami buta warna tidak dapat melihat warna apa pun sehingga warna yang terlihat hanya hitam dan putih. Benarkah demikian? Lantas, mengapa seseorang bisa mengalami buta warna? Simak penjelasan berikut!

1. Buta warna

ilustrasi warna (unsplash.com/Harry Quan)
ilustrasi warna (unsplash.com/Harry Quan)

WebMD melansir, setiap warna, misalnya merah, kuning, hijau, biru, memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda. Warna merah memiliki panjang gelombang yang panjang, sebaliknya biru memiliki panjang gelombang yang pendek.

Buta warna merupakan kondisi saat mata tidak dapat melihat warna yang sebenarnya. National Eye Institute menambahkan bahwa mereka yang mengalami buta warna kesulitan dalam membedakan beberapa warna tertentu.

2. Bagaimana mata melihat warna?

ilustrasi warna (unsplash.com/ Robert Katzki)
ilustrasi warna (unsplash.com/ Robert Katzki)

Masih mengutip sumber yang sama, mata memiliki banyak sel-sel saraf sehingga membuat retina dapat melihat cahaya dan mengenali warna yang berbeda. Terdapat dua jenis sel yang memiliki tugas berbeda, yaitu sel kerucut dan sel batang.

Cone atau sel kerucut bertugas dalam melihat warna. Terdapat tiga jenis sel kerucut yang memiliki pigmen warna. Beberapa di antaranya bereaksi terhadap cahaya dengan panjang gelombang pendek, ada pula yang bereaksi terhadap cahaya dengan panjang gelombang sedang, dan sebagian lainnya bereaksi pada gelombang yang lebih panjang. Perbedaan panjang gelombang yang diterima sel kerucut tersebut mengenali warna yang berbeda, yaitu biru, hijau, atau merah. 

Rods atau sel batang hanya memiliki satu pigmen. Sel batang tidak berperan dalam melihat warna melainkan lebih sensitif terhadap cahaya sehingga memungkinkan seseorang melihat saat malam hari.

3. Mengapa seseorang mengalami buta warna?

ilustrasi mata (pexels.com/Magoi)
ilustrasi mata (pexels.com/Magoi)

WebMD menjelaskan, saat sel kerucut memiliki semua pigmen, maka mata dapat melihat berbagai variasi warna dengan benar. Sebaliknya, saat ada masalah pada pigmen sel kerucut, maka mata kesulitan dalam membedakan warna dengan benar. Kondisi ini yang disebut dengan buta warna.

Apabila hanya satu pigmen pada sel kerucut yang rusak atau hilang, maka seseorang akan kesulitan dalam melihat beberapa warna tertentu. Sedangkan pada kondisi yang parah, semua pigmen sel kerucut tidak ada sehingga menyebabkan tidak bisa melihat warna sama sekali.

4. Beberapa tipe buta warna

ilustrasi perbandingan tipe buta warna (commons.wikimedia.org/Johannes Ahlmann)
ilustrasi perbandingan tipe buta warna (commons.wikimedia.org/Johannes Ahlmann)

Terdapat tiga tipe buta warna. Dilansir National Eye Institute dan WebMD, tipe buta warna yang paling sering yaitu buta warna merah-hijau. Ini terjadi saat pigmen warna merah atau pigmen warna hijau pada sel kerucut tidak dapat bekerja maksimal. Mereka yang mengalaminya menjadi kesulitan membedakan antara warna merah dengan hijau.

Tipe lainnya yaitu buta warna kuning-biru yang terjadi saat pigmen warna biru tidak ada atau tidak berfungsi dengan maksimal. Kondisi tersebut menyebabkan seseorang kesulitan membedakan warna kuning dan biru.

Ada pula tipe buta warna total sehingga seseorang tidak dapat melihat warna sama sekali. Kondisi ini disebabkan semua pigmen sel kerucut tidak ada sehingga benda berwarna menjadi terlihat abu-abu, hitam, dan putih. Buta warna total ini jarang terjadi pada kasus buta warna.

5. Penyebab buta warna

ilustrasi genetik (pixabay.com/PublicDomainPictures)
ilustrasi genetik (pixabay.com/PublicDomainPictures)

Mengutip penjelasan Healthline, buta warna paling banyak disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Buta warna karena bawaan tidak menyebabkan seseorang mengalami kebutaan atau masalah kehilangan penglihatan lainnya.

Ada pula buta warna yang disebabkan oleh penyakit tertentu. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan buta warna antara lain glaukoma, diabetes retinopati, katarak, dan lainnya. Ada pula obat-obatan tertentu yang menimbulkan perubahan dalam melihat warna.

6. Pengobatan buta warna

ilustrasi kacamata (pexels.com/Kindel Media)
ilustrasi kacamata (pexels.com/Kindel Media)

National Eye Institute menerangkan, tidak ada pengobatan buta warna yang disebabkan faktor keturunan. Buta warna yang dialami anak-anak mungkin akan menyebabkan mereka memerlukan bantuan dalam aktivitas belajar di kelas. Sedangkan pada orang dewasa, kondisi buta warna mungkin menyebabkan tidak dapat melakukan pekerjaan di bidang tertentu.

Apabila kondisi buta warna mengganggu aktivitas, terdapat alat yang dapat digunakan untuk mempermudah penglihatan. Saat ini, terdapat kacamata dan lensa kontak khusus yang dirancang bagi penderita buta warna yang dapat membantu dalam mengenali warna.

Buta warna disebabkan tidak berfungsi atau hilangnya satu atau lebih pigmen sel kerucut. Apabila kerusakan terjadi pada salah satu sel kerucut, maka orang tersebut mengalami kesulitan dalam membedakan warna tertentu atau buta warna parsial. Sedangkan jika kerusakan terjadi pada semua pigmen sel kerucut, maka tidak dapat melihat warna apa pun sehingga benda tampak abu-abu, hitam, dan putih. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Purwati
EditorDewi Purwati
Follow Us