ilustrasi keringat di dahi (unsplash.com/Hans Reniers)
Keringat akibat rasa gugup mungkin tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, tetapi respons tubuh tersebut dapat dikurangi.
Latihan pernapasan secara perlahan dan teratur dapat membantu tubuh menjadi lebih tenang. Aktivitas fisik rutin, tidur yang cukup, dan membiasakan diri menghadapi situasi yang membuat cemas secara bertahap juga dapat membantu mengurangi respons stres.
Pakaian berbahan ringan dan mudah menyerap keringat bisa digunakan. Antiperspiran juga dapat membantu mengurangi produksi keringat pada area tertentu.
Jadi, kalau telapak tanganmu mendadak basah sebelum presentasi atau wawancara kerja, sebenarnya tubuh sedang menjalankan sistem pertahanannya. Memang terasa mengganggu, tetapi keringat akibat gugup merupakan salah satu contoh menarik tentang bagaimana otak, emosi, dan tubuh saling terhubung.
Referensi
Cleveland Clinic. Diakses pada Agustus 2026. "Breaking a Sweat: Why You Sweat and What It Says About Your Health."
Cleveland Clinic. Diakses pada Agustus 2026. "Sweat."
Cramer, M. N., Gagnon, D., Laitano, O., & Crandall, C. G. (2022). "Human temperature regulation under heat stress in health, disease, and injury." Physiological Reviews, 102(4), 1907–1989. https://doi.org/10.1152/physrev.00047.2021.
Healthline. Diakses pada Agustus 2026. "Anxiety Got You in a Sweat? Why Anxiety Sweating Happens and How to Handle It."