Comscore Tracker

Autoimun, saat Sistem Kekebalan Menyerang Tubuhnya Sendiri

Bisa menyerang bagian tubuh mana pun

Apa kesamaan antara Kim Kardashian, Selena Gomez, dan Gigi Hadid? Ketiganya sama-sama menderita penyakit autoimun, walau jenisnya berbeda-beda. Selain mereka, masih banyak figur publik lainnya yang hidup dengan penyakit autoimun.

Untuk menambah wawasan, @manukafarm mengadakan live Instagram bertema “Mengenal tentang Penyakit Autoimun dan Berbagai Risikonya” pada Rabu (3/8/2022). Pembicaranya ialah dr. Warigit D.A, SpPD atau dr. Yongki, dokter spesialis penyakit dalam. Check this out!

1. Apa itu penyakit autoimun?

Sistem imun berperan sebagai tentara yang menjaga tubuh kita dari berbagai virus dan bakteri. Namun, pada orang yang memiliki kondisi autoimun, tubuh tidak bisa mengenali sistem imun dan dianggap sebagai musuh. Akhirnya dilawan dan terjadi reaksi autoimun.

"Contohnya, kita punya rumah yang ada satpamnya. Harusnya kalau ada perampok, satpamnya maju duluan. Tapi, satpamnya malah berantem dengan pemilik rumah. Nah, reaksi autoimun seperti itu," dr. Yongki menjelaskan.

2. Autoimun dipengaruhi oleh genetik, lingkungan, dan hormon

Autoimun, saat Sistem Kekebalan Menyerang Tubuhnya Sendiriilustrasi keluarga (pixabay.com/Pexels)

Sebenarnya, hingga detik ini penyebab kondisi autoimun belum diketahui secara pasti. Menurut dr. Yongki, dari beberapa penelitian, kemungkinan dipengaruhi oleh:

  • Genetik: Misalnya, bapak atau ibu punya autoimun, ada risiko sekian persen diturunkan ke anaknya. Ada juga yang anaknya tidak terkena, tetapi dialami oleh cucunya.
  • Lingkungan: Faktor-faktor eksternal yang bisa mencetuskan terjadinya suatu penyakit. Misalnya, makanan tidak sehat yang mengandung banyak zat pengawet, pewarna, dan perasa. Atau masalah kehidupan yang menyebabkan stres.
  • Hormon: Penyebab mengapa autoimun lebih banyak dialami oleh perempuan daripada laki-laki dengan rasio 9 banding 1. Karena ketidakseimbangan hormon lebih umum pada perempuan.

3. Gejalanya tidak spesifik sehingga sulit didiagnosis

Terdapat lebih dari 150 jenis penyakit autoimun. Gejalanya tidak spesifik dan sulit untuk didiagnosis. Menurut dr. Yongki, sebagian pasien mengeluhkan:

  • Sering merasa lelah. Misalnya, baru naik beberapa anak tangga sudah capek dan ngos-ngosan, sementara orang lain biasa saja.
  • Nyeri di area persendian. Entah di lutut, tangan, atau pergelangan kaki.
  • Sering seriawan, tetapi tidak terasa nyeri atau sakit.
  • Rambut rontok parah, bahkan pada beberapa kasus sampai botak.
  • Menstruasi tidak lancar.
  • Lebam-lebam di kulit yang hilang timbul.
  • Brain fog atau sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan tidak bisa fokus.

Baca Juga: 9 Penyakit Autoimun Wajib Diketahui Wanita, Jangan Abaikan Gejalanya!

4. Autoimun dibagi menjadi dua, yaitu bersifat lokal dan sistemik

Dokter Yongki mengatakan bahwa autoimun kadang bersifat lokal. Artinya, hanya menyerang bagian tubuh tertentu saja. Ada pula yang bersifat menyeluruh atau sistemik, seperti lupus, sindrom Sjogren, dan artritis reumatoid atau rematik.

Apa perbedaan autoimun lokal dan sistemik? Autoimun sistemik gejalanya lebih menyeluruh, sementara autoimun lokal gejalanya hanya dirasakan oleh satu organ atau jaringan yang diserang. Contohnya alopecia yang menyerang folikel rambut dan menyebabkan kerontokan parah.

5. Bisa menyebabkan komplikasi pada organ lain

Autoimun, saat Sistem Kekebalan Menyerang Tubuhnya Sendiriilustrasi alat cuci darah (wikimedia.org/U3061292)

Hal terakhir yang perlu kita ketahui adalah autoimun bisa menyebankan komplikasi pada organ-organ yang lain. Misalnya, salah satu komplikasi lupus yang diserang adalah ginjal.

"Sebutannya adalah nefritis lupus, itu ada tingkatannya. Kalau sudah stadium 4 atau 5, harus dilakukan cuci darah," terang dr. Yongki.

Apakah autoimun bisa disembuhkan? Sayangnya tidak. Akan tetapi, bisa diusahakan agar tidak bergejala dan terkontrol. Ini disebut sebagai remisi dan bisa dicapai dengan pemberian obat-obatan tertentu.

Baca Juga: 7 Gejala Penyakit Seliaka, Gangguan Autoimun yang Disebabkan Gluten

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya