Comscore Tracker

10 Penyebab Benjol di Kepala, Bisa Serius Bukan Cuma karena Kejedot

Tapi jangan keburu panik dulu ya!

Pernahkah kamu memiliki benjolan yang ada di bawah kulit kepala? Mungkin awalnya kamu akan mengira itu adalah jerawat atau efek akibat terbentur yang bisa hilang dengan sendiri. Padahal, ada banyak penyebab munculnya benjolan di kepala dan pada beberapa kasus itu berpotensi bahaya, lo!

Mau tahu, apa penyebab benjolan di kepala dan benjolan seperti apa yang sebaiknya diperiksakan ke dokter? Simak jawabannya di bawah ini!

1. Cedera kepala

10 Penyebab Benjol di Kepala, Bisa Serius Bukan Cuma karena Kejedotilustrasi cedera di kepala (healthcentral.com)

Kemungkinan pertama munculnya benjolan di kepala adalah karena cedera. Hal ini bisa terjadi ketika kepala dipukul, terjatuh, atau terantuk benda keras. Benjolan ini adalah pertanda bahwa kepala terluka dan tubuh sedang berusaha untuk menyembuhkan dirinya sendiri, dilansir Healthline.

Cedera yang parah akan menyebabkan hematoma atau gumpalan darah di kulit kepala. Jangan risau, sebab benjolan ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, jika benturan lebih keras bisa menyebabkan trauma di kepala, kehilangan kesadaran, bahkan perdarahan otak.

2. Luka sehabis mencukur rambut

10 Penyebab Benjol di Kepala, Bisa Serius Bukan Cuma karena Kejedotilustrasi mencukur rambut (gq.com)

Laki-laki memang biasanya mencukur rambutnya, baik sendiri maupun di tukang cukur rambut. Namun, bila tidak hati-hati saat melakukannya, pisau cukur akan melukai kulit kepala, menyebabkan ruam dan benjolan kecil berwarna merah.

Selain itu, saat mencukur, ada kemungkinan rambut tumbuh ke dalam kulit. Akibatnya, akan muncul benjolan kecil, merah, dan padat. Bahkan, itu bisa menjadi terinfeksi dan menimbulkan benjolan berisi nanah. Namun, tak perlu khawatir karena kondisi ini bisa dengan mudah ditangani oleh dokter.

Baca Juga: Ciri-ciri Benjolan di Ketiak yang Tidak Berbahaya

3. Kista epidermis

10 Penyebab Benjol di Kepala, Bisa Serius Bukan Cuma karena Kejedotilustrasi kista epidermis (medicalpicturesinfo.com)

Benjolan yang ada di kulit kepala bisa jadi adalah kista epidermis. Ini adalah benjolan kecil dan keras yang terletak di bawah kulit. Ciri-cirinya adalah tumbuhnya lambat, tidak menyebabkan rasa sakit, serta berwarna seperti kulit atau kekuningan. Biasanya, kista ini sering muncul di kulit kepala atau wajah.

Lantas, apa penyebab kista epidermis? Menurut para ahli, ini diakibatkan oleh penumpukan keratin di bawah kulit. Jangan khawatir, kista ini tidak bersifat kanker, umumnya tidak ganas dan akan hilang dengan sendirinya. Kista ini biasanya tidak membutuhkan penanganan medis, kecuali bila benjolan terasa sakit atau ada tanda-tanda infeksi.

4. Lipoma

10 Penyebab Benjol di Kepala, Bisa Serius Bukan Cuma karena Kejedotilustrasi lipoma di area dahi (nhs.uk)

Tahukah kamu apa itu lipoma? Ini merupakan tumor jaringan lunak yang paling umum ditemukan di orang dewasa. Umumnya lipoma muncul di area leher dan bahu, lebih jarang terlihat di kepala dan bersifat nonkanker.

Biasanya, lipoma ini terletak di bawah kulit, lunak, kenyal dan sedikit bergerak jika disentuh. Umumnya lipoma tidak menyakitkan, tidak berbahaya, dan tidak perlu penanganan medis. Akan tetapi, jika tumor membesar dokter mungkin akan merekomedasikan untuk menghilangkannya dengan operasi.

5. Folikulitis

10 Penyebab Benjol di Kepala, Bisa Serius Bukan Cuma karena Kejedotilustrasi folikulitis di kulit kepala (skinkraft.com)

Penyebab benjolan di kepala lainnya adalah folikulitis. Ini merupakan kondisi peradangan atau infeksi folikel rambut. Biasanya, benjolan berwarna merah atau terlihat seperti jerawat. Penyebabnya ialah infeksi bakteri atau jamur.

Ciri-ciri folikulitis adalah muncul benjolan, gatal, dan rasa sakit. Jika tak diobati, folikulitis bisa berubah menjadi luka terbuka. Untuk mengatasinya, kamu disarankan untuk tidak mengenakan topi, bercukur, dan menghindari kolam renang umum untuk sementara waktu. Bila mulai mengganggu, folikulitis perlu diangkat atau ditangani dengan operasi laser.

6. Keratosis seboroik

10 Penyebab Benjol di Kepala, Bisa Serius Bukan Cuma karena Kejedotilustrasi keratosis seboroik di kulit kepala (epiphanydermatology.com)

Sering menjumpai benjolan ini pada orang yang sudah berumur alias lansia? Dilansir Mayo Clinic, benjolan ini dikenal dengan sebutan keratosis seboroik, yakni pertumbuhan kulit yang bersifat nonkanker. Biasanya, benjolan ini berwarna cokelat tua, cokelat muda, atau hitam dan bisa muncul dalam jumlah banyak di kepala.

Benjolan ini umumnya ditemukan di kepala, leher, punggung, bahu atau dada. Ciri-cirinya adalah memiliki permukaan bersisik, gatal, berukuran sangat kecil sampai di atas 1 inci. Meski tampilannya mengganggu, tetapi benjolan ini tidak berbahaya. Namun, jika ada potensi menjadi kanker kulit, benjolan ini bisa dihilangkan dengan cryotherapy dan electrosurgery.

Baca Juga: 7 Macam Benjolan pada Miss V, Kenali Ciri-cirinya Sebelum Terlambat!

7. Kista pilar

10 Penyebab Benjol di Kepala, Bisa Serius Bukan Cuma karena Kejedotilustrasi kista pilar atau pilar cyst (medicalnewstoday.com)

Benjolan di kepala bisa jadi adalah kista pilar atau pilar cyst. Biasanya kista ini tumbuh di folikel rambut dan muncul di kulit kepala. Bentuknya adalah benjolan kecil, bulat, berbentuk kubah serta memiliki warna kuning atau putih, dilansir Medical News Today. Pertumbuhan kista ini sangat lambat dan ukurannya berkisar antara 0,5-5 cm.

Sekitar 90 persen kista pilar tumbuh di kulit kepala karena sebagian besar rambut berada di sana. Karena kista ini berisi cairan, biasanya kista ini akan bergerak jika ditekan. Kadang-kadang, benjolannya terasa keras saat disentuh. Apabila kista ini terinfeksi, bentuknya akan berubah jadi merah dan lunak. Jika terasa tak nyaman, lebih baik kista ini diangkat dengan bantuan dokter.

8. Pilomatrixoma

10 Penyebab Benjol di Kepala, Bisa Serius Bukan Cuma karena Kejedotilustrasi pilomatrixoma (myhealthdosage.com)

Ada lagi penyebab benjolan di kepala, yaitu pilomatrixoma, yang merupakan tumor kulit nonkanker. Biasanya tumor ini tumbuh di wajah, kepala dan leher. Pilomatrixoma bisa terjadi pada orang dari segala usia, tetapi paling umum ditemukan di orang di bawah usia 20 tahun, mengutip keterangan dari Genetic and Rare Diseases Information Center.

Tidak seperti benjolan lain yang muncul secara berkelompok, benjolan pilomatrixoma umumnya hanya muncul satu dan tidak sakit. Apabila sampai terinfeksi, dokter akan mengangkatnya dengan cara operasi. Ada kemungkinan kecil benjolan ini bisa berubah menjadi kanker, tetapi kasusnya jarang.

9. Exostosis

10 Penyebab Benjol di Kepala, Bisa Serius Bukan Cuma karena Kejedotilustrasi exostosis (casereports.bmj.com)

Apakah itu exostosis? Memiliki nama lain osteoma, ini merupakan pertumbuhan tulang baru jinak di atas tulang yang sudah ada. Exostosis bisa terjadi di seluruh bagian tubuh, termasuk di bagian kepala.

Biasanya exostosis tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi terkadang bisa menimbulkan nyeri yang parah. Bila ini terjadi, maka pembedahan kemungkinan diperlukan. Exostosis biasa muncul di saluran telinga, rahang, sinus, tulang kaki yang panjang, dan pergelangan kaki.

10. Karsinoma sel basal

10 Penyebab Benjol di Kepala, Bisa Serius Bukan Cuma karena Kejedotilustrasi karsinoma sel basal (ohniww.org)

Terakhir, benjolan yang muncul di kepala bisa jadi adalah karsinoma sel basal. Berbeda dengan lainnya yang cenderung jinak dan bersifat tumor, benjolan ini bersifat kanker dan ganas. Biasanya, karsinoma sel basal tumbuh di tempat yang terkena banyak sinar matahari, seperti wajah, kepala, dan leher.

Masih berkaitan, sel kanker ini bisa tumbuh karena paparan radiasi ultraviolet (UV) jangka panjang. Itulah kenapa orang yang sering bekerja dan beraktivitas di luar ruangan berisiko tinggi terkena karsinoma sel basal.

Untuk mengatasinya, karsinoma sel basal perlu diangkat dengan cara operasi secepatnya.

Itulah beberapa kemungkinan penyebab benjolan di kepala, mulai dari yang tidak berbahaya hingga yang serius dan butuh penanganan medis. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Baca Juga: Waspadai Benjolan di Leher, Ini 10 Kemungkinan Penyebabnya

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono
  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya