ilustrasi memeriksa payudara (unsplash.com/Sasun Bughdaryan)
Jika mengalami nyeri payudara, perhatikan kapan keluhan muncul, berapa lama berlangsung, apakah terjadi pada satu atau kedua payudara, serta apakah berkaitan dengan siklus menstruasi. Amati juga adanya benjolan, perubahan pada puting, atau kelainan kulit yang menyertainya.
Informasi tersebut dapat membantu dokter menilai kemungkinan penyebab dan menentukan perlunya pemeriksaan lanjutan. Karena itu, jangan mencoba menegakkan diagnosis hanya berdasarkan lokasi atau tingkat nyeri.
Segera temui dokter jika nyeri menetap, memburuk, atau disertai benjolan baru, cairan puting yang tidak biasa, perubahan kulit, maupun pembengkakan kelenjar di ketiak. Pemeriksaan segera juga diperlukan jika payudara tiba-tiba menjadi merah, hangat, dan bengkak, terutama bila disertai demam, karena infeksi bisa menjadi penyebabnya.
Jadi, kanker payudara tidak selalu menimbulkan nyeri karena tumor pada tahap awal dapat tumbuh tanpa memengaruhi saraf atau jaringan di sekitarnya. Sebaliknya, nyeri payudara lebih sering disebabkan oleh kondisi selain kanker. Kenali perubahan pada payudara dan segera periksakan diri jika muncul gejala yang mencurigakan.
Referensi
American Cancer Society. Diakses pada Oktober 2026. "Does Breast Pain Mean Cancer?"
Cleveland Clinic. Diakses pada Oktober 2026. "9 Myths About Breast Cancer: What’s True and What’s Not."
Living Beyond Breast Cancer. Diakses pada Oktober 2026. "Pain."
SELF. Diakses pada Oktober 2026. "Yes, Breast Cancer Can Hurt—Here’s Why Doctors Want to Put This Myth to Rest."