Pada 6 bulan pertama, peran ASI krusial untuk memenuhi kebutuhan bayi dan melindungi dari infeksi. Setelah usia 6 bulan, ASI saja tidak cukup. Anak butuh MPASI yang cukup energi, protein, lemak sehat, zat besi, zink, vitamin, dan mineral lain.
Masalahnya, anak bisa kenyang namun tetap kekurangan zat gizi penting. Contohnya, MPASI terlalu encer, terlalu banyak nasi atau bubur tanpa lauk, minim protein hewani, atau porsinya tidak sesuai usia.
Kementerian Kesehatan menyebut rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, serta buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani sebagai faktor penyebab stunting.
Studi di Indonesia juga menemukan praktik MPASI yang tidak tepat meningkatkan risiko stunting pada anak usia 12–24 bulan.
Jadi, pastikan MPASI mengandung sumber karbohidrat, protein hewani atau nabati, lemak, sayur, dan buah sesuai usia. Apabila anak sulit makan, selain berkreasi dengan menu, evaluasi juga tekstur, jadwal, cara menyuapi, dan kemungkinan masalah medis.