Jika penyebabnya bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik. Sementara itu, infeksi akibat virus tidak selalu membutuhkan antibiotik dan dapat memerlukan penanganan yang berbeda.
Usia, daya tahan tubuh, penyakit penyerta, luas infeksi, dan kadar oksigen juga ikut menentukan perawatan. Antibiotik sebaiknya tidak diminum tanpa pemeriksaan karena tidak semua pneumonia disebabkan bakteri.
Segera periksakan diri jika batuk atau demam disertai sesak napas, nyeri dada, kebingungan, bibir membiru, atau kondisi yang memburuk. Penanganan lebih awal membantu dokter menilai apakah infeksi masih dapat dirawat di rumah atau butuh perawatan di rumah sakit.
Jadi, pneumonia dan bronkopneumonia bukan dua kondisi yang terpisah. Pneumonia merupakan istilah umum, sedangkan bronkopneumonia menggambarkan salah satu pola infeksi dan peradangan di paru.
Referensi
World Health Organization, “Pneumonia,” diakses September 2026.
Atsushi Nambu, Noriko Kobayashi, Masao Tago, “Imaging of Community-Acquired Pneumonia: Roles of Imaging Examinations, Imaging Diagnosis of Specific Pathogens and Discrimination from Noninfectious Diseases,” World Journal of Radiology 6, no. 10 (2014): 779–793, https://doi.org/10.4329/wjr.v6.i10.779.
Svitlana Pochepnia et al., “Imaging in Pulmonary Infections of Immunocompetent Adult Patients,” Breathe 20, no. 1 (2024): 230186, https://doi.org/10.1183/20734735.0186-2023.