Banyak pria memilih berdiri saat kencing, sementara beberapa lainnya merasa melakukannya sambil duduk lebih nyaman. Nah, sebuah studi baru menguji apakah salah satu posisi membuat aliran urine lebih lancar.
Penelitian yang terbit dalam jurnal Neurourology and Urodynamics ini melibatkan 52 pria sehat. Setiap peserta mencoba buang air kecil sambil duduk dan berdiri, dengan urutan yang diacak dan jeda minimal 24 jam. Peneliti mengukur kecepatan aliran urine tertinggi, volume urine yang keluar, serta waktu untuk mencapai aliran tertinggi.
Dari situ, peneliti tidak menemukan perbedaan bermakna pada kecepatan aliran tertinggi maupun volume urine yang keluar. Peserta mencapai aliran puncak sekitar 3,3 detik lebih cepat saat duduk, tetapi selisih ini dinilai kecil dan mungkin dipengaruhi hasil dari satu peserta.
Studi ini tidak mengukur sisa urine di kandung kemih setelah buang air kecil. Jadi, hasilnya tidak bisa dipakai untuk menyimpulkan bahwa kandung kemih pasti kosong sama baiknya dalam kedua posisi. Peneliti juga belum dapat memastikan secara statistik bahwa kedua posisi benar-benar setara.
