Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Risiko Stroke Memuncak 3 Bulan Setelah Diagnosis Kanker
ilustrasi pasien kanker didampingi oleh dokter dan caregiver (IDN Times/NRF)
  • Peningkatan risiko stroke akibat sumbatan paling menonjol pada tiga bulan pertama setelah diagnosis kanker.

  • Risiko yang meningkat tidak berarti sebagian besar pasien akan mengalami stroke.

  • Gejala stroke yang muncul mendadak memerlukan pertolongan darurat, sekalipun kemudian menghilang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah menerima diagnosis kanker, pasien dan keluarga mulai menghadapi pemeriksaan, pilihan terapi, dan perubahan keseharian. Di tengah proses tersebut, penelitian menyoroti hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu risiko stroke pada bulan-bulan pertama.

Studi dalam jurnal Cancer menemukan bahwa peningkatan risiko stroke iskemik, yaitu stroke akibat tersumbatnya aliran darah ke otak, paling menonjol dalam tiga bulan pertama setelah diagnosis kanker. Namun, besarnya risiko berbeda antarpasien dan jenis kanker.

Temuan penelitian

Peneliti menghubungkan registri kanker dan stroke nasional Israel, melibatkan 182.221 orang berusia minimal 40 tahun yang didiagnosis kanker invasif pertama pada 2014–2021. Mereka menelusuri kejadian stroke iskemik pertama dalam setahun.

Pada tiga bulan awal, angka kejadian mencapai 2,5 kali angka yang diharapkan berdasarkan populasi umum, setelah standardisasi karakteristik demografis. Angkanya menurun setelah itu, tetapi masih meningkat hingga akhir tahun pertama.

Untuk memahami skalanya, ringkasan resmi Wiley menyebut sekitar 62 dari setiap 10.000 pasien mengalami stroke dalam setahun, setara 0,62 persen. Jadi, peningkatan relatif yang besar tetap perlu dibaca bersama jumlah kejadian sebenarnya. Angka setahun ini juga tidak dapat disamakan dengan risiko selama tiga bulan.

Jenis kanker ikut memengaruhi risiko

Dalam setahun, kanker pankreas menunjukkan angka stroke sekitar 5,9 kali, sedangkan kanker paru 3,9 kali angka yang diharapkan. Penelitian tidak menemukan peningkatan yang bermakna secara statistik pada kanker payudara dan prostat.

Peningkatan relatif juga lebih menonjol pada kanker stadium lanjut.

Mengapa kanker dapat berkaitan dengan stroke?

ilustrasi kanker (IDN Times/Novaya Siantita)

Kanker dapat membuat darah lebih mudah membeku. Bekuan yang menyumbat pembuluh darah otak dapat memicu stroke iskemik.

Mekanisme lain mencakup gangguan katup jantung, tekanan tumor pada pembuluh darah, serta efek pengobatan tertentu.

Faktor risiko pembuluh darah yang sudah dimiliki pasien juga tetap berperan.

Meski demikian, studi terbaru ini bersifat observasional. Data penyakit penyerta, terapi kanker, dan penggunaan obat tidak tersedia, sehingga kontribusi masing-masing belum dapat dipisahkan. Penelitian ini menunjukkan hubungan, bukan sebab akibat.

Apa yang perlu diperhatikan oleh pasien dan keluarga?

Penilaian risiko dan keputusan pengobatan harus dibicarakan dengan tim medis. Jangan memulai konsumsi aspirin atau obat pengencer darah sendiri; pemilihannya memerlukan pertimbangan kondisi kanker dan risiko perdarahan.

Kenali perubahan mendadak berupa wajah mencong, kelemahan satu sisi tubuh, bicara pelo atau sulit memahami ucapan, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, maupun sakit kepala hebat tanpa penyebab jelas.

Segera hubungi layanan darurat medis jika gejala tersebut muncul. Catat waktu awal gejala dan jangan menunggu jadwal kontrol kanker. Keluhan yang menghilang setelah beberapa menit pun tetap memerlukan pemeriksaan segera.

Referensi

Carmit Libruder et al., “Elevated Risk of Ischemic Stroke after Invasive Cancer Diagnosis: A Nationwide Population-Based Study,” Cancer, published September 8, 2026, https://doi.org/10.1002/cncr.70536.

Wiley, “Is Stroke Risk Higher after a Cancer Diagnosis?,” diakses September 2026.

Heart and Stroke Foundation of Canada, “11. Cancer-Associated Ischemic Stroke,” Canadian Stroke Best Practices, 7th ed., 2020, diakses September 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, “Signs and Symptoms of Stroke,” diakses September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article