Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Regional Health – Americas pada September 2026 menganalisis data Global Burden of Disease di Amerika Serikat (AS) selama 1990–2023. Peneliti menilai angka kematian terstandar usia untuk seluruh kanker dan sepuluh jenis kanker, kemudian membandingkannya berdasarkan jenis kelamin, kelompok usia, dan wilayah.
Hasilnya, jumlah tahunan kematian akibat kanker yang diperkirakan berkaitan dengan alkohol meningkat dari 11.361 menjadi 23.126.
Angka kematian terstandar usia lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan, yaitu 6,4 berbanding 2,1 per 100.000 penduduk.
Kelompok usia 55 tahun ke atas juga memiliki angka jauh lebih tinggi daripada kelompok usia 20–54 tahun, yakni 19,2 berbanding 2,4 per 100.000.
Pada laki-laki berusia 55 tahun ke atas, kanker hati menjadi penyumbang kematian terbesar, diikuti kanker esofagus dan kolorektal. Pada perempuan, kanker payudara menempati urutan pertama.
Pada usia yang lebih muda, polanya berbeda. Kanker kolorektal menjadi penyebab utama kematian kanker terkait alkohol pada laki-laki usia 20–54 tahun. Pada perempuan dalam kelompok usia yang sama, kanker payudara berada di urutan pertama dan kanker kolorektal di urutan kedua.
Angka tersebut merupakan hasil pemodelan populasi, bukan jumlah orang yang pasti meninggal karena alkohol. Peningkatan jumlah kematian absolut juga tidak berarti risiko setiap orang meningkat dua kali lipat. Model menggabungkan data konsumsi alkohol, hubungan dosis dan risiko kanker, jumlah kematian, serta perubahan populasi.