Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tangan Pria Ini Bersisik Tiap Kena Air, Ternyata Penyakit Langka

Tangan Pria Ini Bersisik Tiap Kena Air, Ternyata Penyakit Langka
ilustrasi seseorang yang sedang cuci tangan (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya sih...
  • Seorang pria muda mengalami perubahan kulit ekstrem setiap kali tangannya terkena air.
  • Kondisi ini oleh dokter sempat disangka eksim, tetapi ternyata merupakan penyakit kulit langka.
  • Gejalanya muncul cepat setelah kontak dengan air dan menghilang setelah kulit kering.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Seorang pria berusia 20-an tahun di China datang ke bagian dermatologi rumah sakit setelah hampir tiga tahun hidup dengan keluhan yang tidak biasa. Masalahnya, setiap kali dia mencuci tangan atau merendamnya di air, kulit di punggung tangannya menebal, mengerut berlebihan, dan tampak seperti bersisik. Bintil-bintil putih dan pertumbuhan kecil juga muncul, menyebar hingga ke pergelangan tangan dan siku.

Pria ini menggambarkan rasa gatal hebat dan sensasi seperti terbakar setiap kali gejala muncul. Keluhan terasa jauh lebih parah saat musim panas, sementara pada musim dingin nyaris tidak muncul sama sekali. Menariknya, telapak tangannya tetap normal sepanjang tahun.

Sebelumnya, dia sempat berobat ke klinik setempat dan didiagnosis mengalami eksim kronis. Oleh dokter, dia diresepkan salep retinoid kuat dan menggunakannya sesekali, tetapi tidak ada perbaikan. Justru seiring waktu, lesi kulit makin meluas.

Pria ini tidak memiliki riwayat keluarga dengan masalah kulit serupa, tidak mengalami keringat berlebih, tidak punya alergi, dan tidak pernah mengalami cedera pada tangan. Dia menduga kondisinya memburuk karena frekuensi cuci tangan yang menjadi lebih sering selama pandemi COVID-19.

Temuan dokter: diagnosis langka dan kasus yang tidak biasa

Saat pemeriksaan di rumah sakit, dokter merendam tangan pasien selama 10 menit. Hasilnya muncul hampir seketika. Kulit di punggung tangan, jari, dan pergelangan tangan memerah, mengerut, tampak bersisik, dan dipenuhi lesi putih. Yang menarik perhatian dokter, perubahan kulit ini berhenti tegas di sisi tangan—seolah ditarik garis lurus—sama sekali tidak mengenai telapak tangan.

Dokter kemudian mengambil biopsi dari bintil putih di tangan kanan pasien. Hasilnya menunjukkan saluran keringat di lapisan atas kulit melebar dan jumlah kelenjar keringat lebih banyak dari normal. Selain itu, ditemukan kondisi hiperkeratosis, yaitu produksi protein keratin yang berlebihan sehingga lapisan luar kulit menjadi menebal.

Tim medis menyebut perjalanan klinis pasien ini “cukup menarik”. Pasalnya, seluruh gejala hanya muncul setelah tangan terkena air dan menghilang sekitar 30 menit setelah kulit mengering, seolah ada sakelar yang aktif hanya saat kontak dengan air.

Berdasarkan pola gejala dan hasil biopsi, dokter mendiagnosis pasien dengan aquagenic syringeal acrokeratoderma (ASA), sebuah penyakit kulit langka. Kondisi ini dikenal dengan tanda khas “hand in the bucket sign”, karena gejalanya muncul setelah tangan direndam air dan biasanya menghilang dalam hitungan jam setelah kering.

Pada kebanyakan kasus, ASA menyerang telapak tangan. Namun, kasus pria ini berbeda: telapak tangannya sama sekali tidak terdampak. Inilah yang membuatnya menjadi kasus pertama yang dilaporkan dengan ASA yang hanya mengenai punggung tangan, jari, dan pergelangan tangan.

Penyebab pasti ASA masih belum diketahui. Para ahli menduga kondisi ini berkaitan dengan kelainan kelenjar keringat yang didapat atau pemicu tertentu yang menyebabkan penebalan kulit. Data sebelumnya menunjukkan ASA lebih sering ditemukan pada remaja perempuan dan cukup sering terjadi pada pasien fibrosis kistik (CF) maupun pembawa gen CF. Pola ini mengisyaratkan adanya peran faktor genetik, meski tidak semua kasus dapat dijelaskan dengan mekanisme yang sama.

Untuk pengobatan, pasien diberikan salep kombinasi hidrokortison dan urea, yang berfungsi sebagai kortikosteroid sekaligus pelembap. Dia juga dianjurkan membatasi kontak tangan dengan air sebisa mungkin. Setelah satu bulan perawatan, dokter mencatat gejalanya berkurang secara signifikan, meski pemantauan lanjutan masih terus dilakukan.

Referensi

"Diagnostic dilemma: A rare condition caused a man to get 'scales' on his hands whenever he washed them." LiveScience. Diakses Januari 2026.

Qian Zhang, Yu-Ying Huang, and Jiu-Hong Li, “Excessive Wrinkling on the Dorsum of the Hands and Wrists,” JAMA Dermatology 158, no. 5 (March 23, 2022): 577, https://doi.org/10.1001/jamadermatol.2022.0374.

"Young Man Has 'Excessive' Skin Wrinkling From Water in Incredibly Rare Medical Case." ScienceAlert. Diakses Januari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Delvia Y Oktaviani
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Waspada! Ini Gejala Diabetes pada Perempuan yang Unik

10 Jan 2026, 10:07 WIBHealth