Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wow! Ternyata Tomat Bisa Melindungi Kesehatan Gusi

Seorang perempuan mengalami masalah pada gusi.
ilustrasi gusi sakit (freepik.com/stockking)
Intinya sih...
  • Asupan likopen cukup dikaitkan dengan risiko periodontitis berat yang lebih rendah.
  • Hampir 8 dari 10 lansia dalam studi kekurangan likopen.
  • Likopen berpotensi menjadi faktor nutrisi yang bisa dimodifikasi untuk membantu mencegah penyakit gusi berat pada lansia.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Seiring bertambahnya usia, kesehatan mulut sering kali tidak mendapat perhatian sebesar jantung atau tulang. Padahal, penyakit gusi bukan cuma soal gigi goyang atau bau mulut. Pada tingkat yang berat, periodontitis (infeksi serius pada jaringan pendukung gigi seperti gusi, ligamen, dan tulang alveolar, yang menyebabkan kerusakan progresif) dapat memicu peradangan kronis dan berdampak pada kualitas hidup lansia.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition, Health and Aging menyoroti satu faktor nutrisi yang selama ini kerap luput dari perhatian, yaitu likopen, yang merupakan pigmen karotenoid yang memberi warna merah pada tomat dan beberapa buah lain. Penelitian ini menemukan bahwa lansia yang asupan likopennya rendah memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami periodontitis berat.

Tim peneliti menganalisis data kesehatan dan nutrisi dari 1.227 orang dewasa usia 65–79 tahun yang mengikuti National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) periode 2009–2014.

Hasilnya cukup mencolok. Hampir setengah peserta (48,7 persen) mengalami periodontitis dalam berbagai tingkat keparahan. Di sisi lain, 77,9 persen lansia dalam studi ini ternyata tidak mengonsumsi likopen dalam jumlah yang cukup. Ini menunjukkan betapa umum kekurangan nutrisi ini pada lansia.

Risiko berbeda, implikasi besar

Seorang laki-laki mengalami nyeri gusi.
ilustrasi nyeri gusi (freepik.com/KamranAydinov)

Setelah memperhitungkan faktor usia, jenis kelamin, ras, kebiasaan merokok, dan tingkat pendidikan, tim peneliti menemukan hubungan yang kuat antara asupan likopen dan kesehatan gusi. Lansia yang mengonsumsi likopen dalam jumlah cukup memiliki risiko periodontitis berat sekitar sepertiga dibandingkan dengan mereka yang kekurangan nutrisi ini.

Secara statistik, asupan likopen yang memadai dikaitkan dengan penurunan risiko periodontitis berat sebesar 67 persen. Namun, gambaran risikonya tidak seragam. Laki-laki tercatat lebih sering mengalami penyakit gusi berat dibanding perempuan, sementara orang kulit hitam non-Hispanik dewasa memiliki risiko hampir tiga kali lipat dibandingkan kelompok orang kulit putih non-Hispanik.

Menariknya, perlindungan dari likopen terlihat jelas pada kelompok orang kulit putih non-Hispanik, terutama pada perempuan. Namun, hubungan yang sama tidak ditemukan pada kelompok orang kulit hitam non-Hispanik, menunjukkan bahwa faktor biologis, sosial, atau akses terhadap perawatan kesehatan kemungkinan ikut berperan.

Para peneliti menekankan bahwa temuan ini tidak membuktikan sebab-akibat, karena desain studi bersifat potong lintang (cross-sectional study). Namun, hasilnya memberi petunjuk penting bahwa likopen berpotensi menjadi faktor nutrisi yang bisa dimodifikasi untuk membantu mencegah penyakit gusi berat pada lansia.

Ke depan, para peneliti mendorong penelitian longitudinal dan uji klinis terkontrol untuk memastikan apakah peningkatan asupan likopen benar-benar dapat menurunkan risiko atau memperlambat progresi periodontitis. Mereka juga menekankan pentingnya strategi pencegahan yang mempertimbangkan perbedaan ras dan jenis kelamin, bukan pendekatan satu ukuran untuk semua.

Temuan ini mengingatkan bahwa pilihan makanan sederhana, seperti tomat dan sumber likopen lainnya, bisa memainkan peran yang lebih besar dari yang selama ini kita duga, termasuk untuk menjaga senyum tetap sehat hingga usia senja.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Gusi Berdarah Tidak Boleh Disepelekan, Ini Alasannya!

18 Jan 2026, 18:52 WIBHealth
Ilustrasi chatbot AI di smartphone.

Apa Itu AI Psychosis?

18 Jan 2026, 14:53 WIBHealth