Comscore Tracker

Bulu Kemaluan Rontok? Ini Penyebab dan Solusinya

Tidak selalu berbahaya, tetapi ada baiknya tetap waspada

Kehilangan rambut karena rontok mendadak bisa memberikan tekanan psikologis bagi yang mengalaminya, terlebih bila tidak diketahui alasan penyebab kerontokan tersebut. Kerontokan rambut ini bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk di area genital.

Akan tetapi, bila mengalami bulu kemaluan rontok untuk pertama kali, mungkin ini akan mendatangkan kerisauan. Akan tetapi, tak perlu khawatir, karena artikel ini berusaha untuk mengeksplorasi sejumlah kondisi penyebab bulu kemaluan rontok beserta solusinya. Jadi, pastikan untuk membacanya sampai tuntas, ya!

1. Penuaan

Bulu Kemaluan Rontok? Ini Penyebab dan Solusinyailustrasi bulu kemaluan rontok (pexels.com/Карина Каржавина)

Penyebab paling umum dari bulu kemaluan yang rontok adalah faktor bertambahnya umur. Seiring pergantian usia, rambut kemaluan seperti halnya rambut di kepala, secara alami akan mulai menipis dan berubah menjadi abu-abu. 

Bagian dari proses penuaan tersebut ditandai dengan kerontokan rambut dan perlambatan laju pertumbuhan rambut. Dilansir Healthline, rambut di ketiak, dada, dan daerah kemaluan akan mulai menipis dan berubah menjadi abu-abu lebih lambat daripada rambut di kulit kepala. Jadi, bila mengalami bulu kemaluan rontok saat usia menuju senja, maka itu merupakan sesuatu yang alami dan wajar.

2. Perubahan hormonal

Perubahan hormonal dalam tubuh secara langsung juga berkaitan dengan penuaan. Selama pubertas, terjadi peningkatan hormonal yang memicu pertumbuhan rambut kemaluan yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal.

Pertambahan usia mengakibatkan kelenjar adrenal tidak cukup menghasilkan hormon tertentu yang dikenal dengan insufisiensi andrenal. Jika produksi dehydroepiandrosterone (DHEA) dari kelenjar adrenal menurun, salah satu gejalanya adalah rontoknya bulu kemaluan.

Keadaan ini dapat dialami baik laki-laki maupun perempuan. Dalam beberapa kasus, bulu kemaluan rontok yang disebabkan kekurangan DHEA dapat diobati dengan suplemen DHEA.

3. Pencukuran bulu yang berlebihan

Bulu Kemaluan Rontok? Ini Penyebab dan Solusinyailustrasi pisau cukur untuk mencukur bulu kemaluan (unsplash.com/Helen Barth)

Penyebab bulu kemaluan rontok berikutnya adalah karena mencukur bulu kemaluan yang berlebihan. Metode menghilangkan bulu kemaluan yang dapat menyebabkan kerontokan bulu kemaluan seperti waxing, mencukur, dan penggunaan laser dapat merusak folikel rambut secara permanen sehingga menghambat pertumbuhan rambut kembali. Sebagai dampaknya, seseorang yang terlalu sering mencukur rambut dari area kemaluan mungkin akan mengalami penurunan atau keterlambatan pertumbuhan di area tersebut.

Jadi, untuk mencegah kerontokan sebaiknya hindari mencukur terlalu sering dan pertahankan akar rambut kemaluan. Bila perlu, gunakan kondisioner khusus area genital untuk mengurangi risiko kerusakan pada rambut yang baru tumbuh.

Baca Juga: 7 Penyebab Bulu Kemaluan Gatal dan Cara Mengatasinya

4. Alopecia areata

Memiliki penyakit autoimun alopecia areata akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi yang menyerang folikel rambut. Hal tersebut mengakibatkan rambut rontok, termasuk bisa memengaruhi bulu kemaluan. Kerontokan rambut total disebut dengan alopecia universalis, yang bisa dialami oleh perempuan maupun laki-laki. 

Meskipun tidak ada obat untuk alopecia autoimun, tetapi perawatan untuk memblokir serangan sistem kekebalan tubuh yang akan merangsang pertumbuhan rambut baru bisa dilakukan melalui penggunaan: 

  • Kortikosteroid topikal.
  • Kortikosteroid suntik. 
  • Kortikosteroid oral. 
  • Krim anthralin. 
  • Minoxidil topikal. 
  • Imunoterapi.
  • Imunomodulator.

5. Atrofi vagina

Bulu Kemaluan Rontok? Ini Penyebab dan Solusinyailustrasi masalah kandung kemih, salah satu gejala prolapsus uteri (tipsforwomens.org)

Kondisi atrofi vagina mengacu pada perubahan jaringan vulva dan vagina, yang terjadi akibat penurunan kadar estrogen. Atrofi vagina umum terjadi pada perempuan yang telah memasuki menopause. 

Perubahan tubuh akibat atrofi vagina adalah penipisan jaringan vulva dan lapisan vagina, sehingga menjadi kering dan tidak elastis. Dilansir Medical News Today, perempuan yang memiliki kondisi tersebut dapat mengalami kerontokan bulu kemaluan atau pertumbuhan yang jarang. 

Terapi penggantian estrogen biasa digunakan sebagai pengobatan atrofi vagina, tetapi bila ingin menghindari terapi hormon maka dapat mencoba menggunakan pelembap atau pelumas vagina. Untuk perawatan khusus bulu kemaluan rontok bisa didiskusikan lebih jauh dengan dokter. 

6. Kemoterapi

Obat kemoterapi adalah obat yang umum digunakan untuk mengobati kanker. Cara kerja obat ini adalah menargetkan dan menghancurkan sel-sel yang berkembang biak dengan cepat, seperti sel kanker. 

Selain sel kanker, sel-sel rambut juga tumbuh dengan cepat. Akibatnya, obat kemoterapi dapat menyebabkan rambut rontok. Kerontokan rambut dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, termasuk area kemaluan. 

Seseorang yang menjalani pengobatan kemoterapi mungkin akan mendapati rambutnya tumbuh kembali setelah menyelesaikan perawatan. 

7. Terapi radiasi

Bulu Kemaluan Rontok? Ini Penyebab dan Solusinyailustrasi dukungan untuk keluarga yang memiliki kanker (cancer.org)

Terapi radiasi adalah jenis pengobatan lain untuk kanker yang juga dapat menyebabkan kerontokan rambut. Terutama saat sedang menerima perawatan radiasi ke daerah panggul, dimungkinkan bisa mengalami bulu kemaluan rontok. 

Dosis radiasi rendah biasanya menyebabkan kerontokan rambut sementara, yang akan tumbuh kembali setelah selesai menjalani pengobatan. Sementara itu, dosis radiasi yang lebih tinggi dapat menyebabkan kerontokan rambut permanen.

Pasien yang menerima pengobatan kanker dapat mengambil manfaat dari sesi konseling atau terapi kelompok. Meskipun itu tidak akan menyembuhkan kerontokan rambut, tetapi itu dapat membantu mengelola efek emosional dari rambut rontok. 

Ada berbagai kondisi yang berpotensi menjadi alasan bulu kemaluan rontok. Mulai dari akibat pencukuran yang berlebihan, perubahan hormonal, kondisi kesehatan tertentu, dan efek samping dari perawatan medis. Perawatan yang bisa dilakukan akan tergantung dari penyebab  kerontokan rambut. 

Kamu bisa mempertimbangkan untuk menemui dokter jika mengalami bulu kemaluan rontok dalam jumlah banyak secara tiba-tiba, karena itu bisa menjadi gejala dari kondisi kesehatan yang butuh diagnosis dan perawatan lebih lanjut. 

Penulis: Dian Rahma Fika Alnina

Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Bulu Kemaluan Tanpa Mencukur, Apa Saja?

Topic:

  • Bunga Semesta Int
  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya