Ilustrasi kebiasaan digital (pexels.com/Plann)
Perilaku menimbun (hoarding) melibatkan akumulasi benda fisik yang berlebihan dan keengganan terus-menerus untuk melepaskannya. Hoarding disorder adalah kondisi kesehatan mental yang diakui, dengan dampak mendalam pada individu dan orang-orang terkasih mereka.
Di era teknologi, kekacauan digital (digital clutter) menjadi masalah yang semakin meningkat dalam kehidupan. Lonjakan e-mail yang diterima hingga terjadi peningkatan kapasitas penyimpanan foto dan video. Semuanya telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam volume file digital yang disimpan.
Psikolog Richard Brown PhD pada tulisannya yang berjudul "5 Warning Signs You’re a Digital Hoarder" yang dipublikasikan di laman Psychology Today, mengatakan perilaku hoarding juga bisa terjadi di dunia digital. Namanya adalah digital hoarding.
"Digital hoarding didefinisikan sebagai akumulasi file digital hingga kehilangan perspektif, yang pada akhirnya mengakibatkan stres dan kekacauan. Para 'penimbun digital' sering mengumpulkan sejumlah besar konten digital dan kesulitan dalam mengatur serta membuang file mereka yang ekstensif," ungkap Brown.
Menyimpan terlalu banyak foto, screenshot, file, e-mail, atau bookmark yang sebenarnya tidak pernah digunakan, juga dapat menciptakan “beban mental” kecil setiap kali membuka perangkat.