"Peluncuran Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia merupakan bukti bahwa pelindungan kekayaan intelektual tidak berhenti pada penerbitan sertifikat. Tugas negara adalah memastikan pelindungan tersebut memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat melalui perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing produk unggulan daerah," ujar Hermansyah, dikutip Jumat (3/7/2026).
Produk Indikasi Geografis Masuk Tokopedia dan TikTok Shop

Menteri Hukum meluncurkan Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia di Tokopedia dan TikTok Shop untuk memperluas pemasaran serta meningkatkan nilai ekonomi produk daerah.
Etalase digital ini dikembangkan DJKI bersama mitra e-commerce sebagai langkah strategis menghubungkan pelindungan hukum dengan promosi digital agar produk indikasi geografis makin dikenal luas.
Saat ini terdapat 271 produk indikasi geografis terdaftar, dan masyarakat dapat mengaksesnya lewat menu Beli Lokal di Tokopedia serta TikTok Shop untuk memperoleh produk autentik dari berbagai daerah.
Jakarta, Times - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas luncurkan Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia di Tokopedia dan TikTok Shop, Kamis (2/7/2026). Platform digital itu disiapkan untuk perluas pemasaran produk indikasi geografis sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.
Etalase yang dikembangkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama Tokopedia dan TikTok Shop ini disebut jadi ruang promosi nasional pertama yang secara khusus menghimpun produk-produk indikasi geografis Indonesia dalam satu platform digital.
Direktur Jenderal DJKI Hermansyah Siregar mengatakan peluncuran etalase merupakan bagian dari transformasi layanan DJKI agar pelindungan kekayaan intelektual juga memberikan dampak ekonomi.
Table of Content
1. Dapat akses informasi produk

Selain berbelanja, masyarakat juga dapat mengakses informasi mengenai asal-usul, karakteristik, reputasi, serta jaminan keaslian produk yang telah memperoleh pelindungan hukum.
Menurut Hermansyah, etalase digital jadi langkah strategis untuk menghubungkan pelindungan hukum dengan pemasaran digital sehingga produk indikasi geografis makin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
2. Sebanyak 271 produk indikasi geografis sudah terdaftar

Saat ini Indonesia memiliki 271 produk indikasi geografis terdaftar, terdiri dari 255 produk dalam negeri dan 16 produk luar negeri. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di kawasan ASEAN.
Direktur Merek dan Indikasi Geografis DJKI Fajar Sulaeman Taman mengatakan peluncuran etalase merupakan tindak lanjut upaya DJKI memperluas akses pasar bagi pemegang hak indikasi geografis.
Sebelum diluncurkan, DJKI juga mendampingi para pemilik produk untuk membuka toko dan mengunggah produknya ke Tokopedia dan TikTok Shop.
"Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia menjadi ruang promosi bersama bagi seluruh produk. Kami berharap semakin banyak pemegang hak indikasi geografis yang memanfaatkan platform ini sehingga produk unggulan daerah semakin dikenal masyarakat, memperoleh kepercayaan konsumen, dan memiliki daya saing yang lebih kuat," kata Fajar.
3. Diakses lewat Tokopedia dan TikTok Shop

Masyarakat dapat mengakses etalase tersebut melalui menu Beli Lokal di Tokopedia dan TikTok Shop untuk memperoleh produk indikasi geografis yang autentik.
Pemerintah berharap inisiatif ini memperkuat branding produk unggulan daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani, nelayan, pengrajin, pelaku usaha, dan masyarakat di daerah asal produk.





















