9 Daerah Terdeteksi Alami Tsunami Usai Gempa Sulut-Malut M 7,6

- BMKG melaporkan gempa bermagnitudo 7,6 mengguncang Bitung, Sulawesi Utara, dan memicu tsunami di sembilan wilayah Sulut serta Maluku Utara.
- Tsunami terdeteksi dengan ketinggian kurang dari satu meter di beberapa daerah seperti Belang, Minahasa Utara, dan Halmahera Barat.
- BMKG memantau tinggi muka laut melalui Tide Gauge dan resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pada 2 April 2026.
Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, ada sembilan daerah terdeteksi mengalami tsunami usai gempa dengan magnitudo (M) 7,6 melanda Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Wilayah yang terdeteksi tsunami berada di Sulut dan Maluku Utara (Malut).
Meski demikian, ketinggian tsunami kurang dari 1 meter. Berikut daftar daerah yang terdeteksi tsunami:
1. Belang – 06:36 WIB (0.68 m)
2. Bitung – 06:15 WIB (0.20 m)
3. Bumbulan – 06:50 WIB (0.13 m)
4. Gita – 06:12 WIB (0.24 m)
5. Halmahera Barat – 06:08 WIB (0.30 m)
6. Kedi – 06:15 WIB (0.15 m)
7. Minahasa Utara – 06:18 WIB (0.75 m)
8. Sidangoli – 06:16 WIB (0.35 m)
9. Sitaro – 06:15 WIB (0.19 m).
BMKG mendeteksi tsunami berdasarkan pemantauan tinggi muka laut menggunakan Tide Gauge. Kini, BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami di Sulut dan Malut.
"Peringatan dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa mag:7.6, tanggal 2 April 2026, dinyatakan telah berakhir," ujar Plt Direkrut Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).


















