"Semoga Dijadikan Raudhah" Ketabahan Nafsiyah Melepas Kepergian Suami

- Nafsiyah dengan tegar mengantarkan pemakaman suaminya, Muhammad Firdaus, di Makkah sambil memanjatkan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah.
- Di tengah duka, Nafsiyah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada petugas haji Indonesia yang telah membantu selama proses pencarian hingga pemakaman suaminya.
- Prosesi pemakaman berjalan lancar dan pemerintah memastikan ibadah haji almarhum akan dibadalkan oleh petugas agar rukun hajinya tetap sempurna.
Makkah — Suasana haru dan penuh ketabahan menyelimuti prosesi pemakaman almarhum Muhammad Firdaus (72), jemaah haji Indonesia yang wafat di Makkah, Arab Saudi, Sabtu (23/5/2026). Setelah tujuh hari diselimuti kecemasan di masa pencarian, sang istri, Nafsiyah, akhirnya bisa mengantarkan kawan hidupnya tersebut ke tempat peristirahatan terakhir dengan hati yang ikhlas.
Di bawah langit Makkah, ketegaran Nafsiyah terlihat jelas. Meski kesedihan tergurat di wajahnya, ia memanjatkan doa-doa terbaik untuk melepas kepergian sang suami yang berpulang saat menyandang status sebagai tamu Allah.
1. Doa Istri untuk Peristirahatan Terakhir

Mendampingi langsung prosesi pemakaman suaminya, Nafsiyah memanjatkan permohonan tulus agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Sang Pencipta. Baginya, takdir yang menggariskan suaminya berpulang di Tanah Haram adalah sebuah ketetapan yang harus diimani dengan lapang dada.
"Mudah-mudahan Bapak Firdaus mendapat pertolongan. Mohon dimaafkan dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, diluaskan kuburnya, dan dijadikan kuburnya sebagai Raudhah (taman surga)," ucap Nafsiyah dengan suara pelan namun tegar. Ia juga memohonkan pintu maaf kepada semua pihak atas segala kekhilafan sang suami semasa hidup.
2. Rasa Syukur Atas Pendampingan Selama Pencarian

Di tengah rasa kehilangannya, Nafsiyah tak lupa menyampaikan rasa syukurnya kepada pihak-pihak yang telah menemaninya melewati masa-masa sulit selama sepekan terakhir. Ia menghargai upaya pencarian dan pengurusan jenazah yang telah dilakukan hingga suaminya dimakamkan dengan layak.
"Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak dari petugas Indonesia, atas bantuannya saya bersyukur, masya Allah sangat besar," tuturnya.
Nafsiyah pun mendoakan kebaikan bagi mereka yang telah membantunya di Tanah Suci. "Semoga Allah berikan seluas-luasnya kesehatan, Allah jaga dan pelihara para petugas haji dari Indonesia. Mohon maaf dan terima kasih, mungkin hanya itu saja yang bisa saya sampaikan," tambahnya
3. Pemakaman Berjalan Lancar

Prosesi pemakaman almarhum Muhammad Firdaus dipastikan telah berjalan dengan aman dan lancar. Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Kasi Linjam) Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Tulus Widodo, menyampaikan dukacita yang mendalam saat prosesi berlangsung.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Alhamdulillah kita telah memakamkan almarhum Bapak Muhammad Firdaus dalam keadaan aman lancar. Semoga arwah beliau diterima di sisi-Nya, dan diampuni segala dosa-dosanya," ungkap Tulus Widodo. Ia juga turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan, khususnya Ibu Nafsiyah, senantiasa diberikan kekuatan.
Sebagai bentuk penghormatan dan pemenuhan hak jemaah, pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan ibadah haji almarhum akan dibadalkan (digantikan) oleh petugas. Dengan demikian, rukun haji almarhum Muhammad Firdaus tetap akan tertunaikan secara sempurna di Tanah Suci.

















